Indonesia kembali mencetak sejarah di panggung olahraga internasional. Untuk pertama kalinya, ajang loncat tebing kelas dunia Red Bull Cliff Diving World Series 2026 dipastikan digelar di Bali pada 20–23 Mei 2026. Informasi ini dilaporkan oleh ANTARA berdasarkan keterangan resmi yang diterima di Jakarta (ANTARA, 2026).
Penunjukan Bali sebagai tuan rumah dinilai menjadi langkah strategis dalam memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi sport tourism kelas dunia. Seri ini bahkan dijadwalkan menjadi pembuka musim kompetisi global tahun 2026 (ANTARA, 2026; Media Indonesia, 2026).
Red Bull Cliff Diving 2026 Resmi Buka Musim di Bali
Red Bull Cliff Diving World Series merupakan kompetisi loncat tebing profesional yang mempertemukan atlet-atlet terbaik dunia. Para peserta melakukan lompatan akrobatik dari ketinggian ekstrem langsung ke perairan terbuka dengan tingkat presisi tinggi.
Bali dipilih karena memiliki kombinasi tebing dramatis, lanskap alam spektakuler, serta daya tarik pariwisata global yang kuat. Seri Bali akan menjadi pembuka musim dunia 2026, menjadikannya momentum penting bagi Indonesia (ANTARA, 2026; Media Indonesia, 2026).
Sebanyak 24 atlet putra dan putri dari berbagai negara seperti Australia, Amerika Serikat, Kanada, Prancis, Rumania, hingga Meksiko dipastikan tampil. Sejumlah nama besar seperti Rhiannan Iffland dan Gary Hunt turut menjadi sorotan (Media Indonesia, 2026; Kumparan, 2026).
Para atlet akan memperebutkan Trofi King Kahekili yang menjadi simbol supremasi dalam dunia cliff diving profesional.
Dua Spot Ikonik Bali Jadi Arena Dunia
Air Terjun Kroya, Buleleng
Seri awal kompetisi akan digelar di Air Terjun Kroya, Kabupaten Buleleng. Lokasi ini dikenal dengan formasi batuan alami dan lanskap hutan tropis yang eksotis. Area ini telah melalui evaluasi teknis untuk memenuhi standar keselamatan internasional (ANTARA, 2026).
Tebing T-Rex, Pantai Kelingking Nusa Penida
Babak puncak kompetisi akan berlangsung di Tebing T-Rex, Pantai Kelingking, Nusa Penida, Kabupaten Klungkung. Tebing berbentuk menyerupai dinosaurus ini menjadi salah satu ikon wisata Bali dan menawarkan panorama langsung ke Samudera Hindia (ANTARA, 2026; Suara.com, 2026).
Lokasi tersebut dinilai memiliki tantangan teknis tinggi, baik dari sisi ketinggian, angin laut, maupun karakter ombak Samudera Hindia.
Tinggi Lompatan dan Standar Keselamatan Ketat
Kategori pria akan melompat dari ketinggian sekitar 27 meter, sementara kategori wanita dari sekitar 21 meter. Kecepatan jatuh atlet dapat mencapai sekitar 85 km/jam sebelum memasuki air (Media Indonesia, 2026).
Penyelenggara menerapkan standar keselamatan ketat, termasuk tim medis profesional, pengukuran kedalaman air, serta sistem penilaian juri internasional. Dukungan pengamanan juga melibatkan berbagai pihak, termasuk unsur TNI Angkatan Laut (ANTARA, 2026).
Dampak Besar bagi Pariwisata dan Sport Tourism
Kehadiran Red Bull Cliff Diving 2026 diyakini memberi dampak signifikan terhadap sektor pariwisata Bali dan Indonesia secara umum. Eksposur global melalui siaran internasional dan media digital diprediksi meningkatkan promosi destinasi wisata Indonesia (Kumparan, 2026; Suara.com, 2026).
Event ini sekaligus memperkuat citra Bali bukan hanya sebagai destinasi wisata budaya dan pantai, tetapi juga pusat penyelenggaraan olahraga ekstrem kelas dunia.
Red Bull Cliff Diving 2026 menjadi tonggak penting bagi Indonesia dalam peta olahraga ekstrem internasional. Dengan dukungan lokasi ikonik dan partisipasi atlet kelas dunia, Bali berpeluang menciptakan sejarah baru di panggung global.
Ikuti terus perkembangan berita olahraga internasional, pariwisata, dan sport tourism lainnya hanya di Garap Media. Dapatkan informasi terbaru dan mendalam setiap hari.
Referensi
