Kabar mengenai putri Kim Jong Un kembali menjadi sorotan internasional setelah sejumlah media melaporkan bahwa remaja berusia 13 tahun tersebut disebut-sebut memiliki peran dalam struktur biro rudal Korea Utara. Informasi ini pertama kali mencuat berdasarkan laporan intelijen Korea Selatan yang dipublikasikan berbagai media.
Meski belum ada konfirmasi resmi dari pemerintah Korea Utara, laporan tersebut memicu spekulasi luas terkait arah suksesi kepemimpinan di negara yang dipimpin keluarga Kim selama tiga generasi itu.
Putri Kim Jong Un Disebut Terkait Biro Rudal
Putri Kim Jong Un, Ju Ae, disebut diangkat menjadi direktur jenderal rudal meski usianya masih 13 tahun. Informasi ini berasal dari laporan intelijen Korea Selatan yang disampaikan kepada parlemen setempat. Namun, laporan tersebut juga menegaskan bahwa belum ada pernyataan resmi dari Pyongyang mengenai jabatan tersebut (CNN Indonesia, 2026).
Badan Intelijen Nasional Korea Selatan (NIS) yang menyatakan bahwa kemunculan Ju Ae dalam berbagai kegiatan militer bukan sekadar simbolis. Ia beberapa kali terlihat mendampingi Kim Jong Un dalam uji coba rudal dan acara militer penting, sehingga memunculkan spekulasi bahwa ia sedang dipersiapkan untuk peran strategis di masa depan (Liputan6.com, 2026).
Klaim Penunjukan dalam Administrasi Rudal
Putri pemimpin Korea Utara yang berusia 13 tahun disebut diangkat sebagai direktur jenderal dalam administrasi rudal. Informasi ini berasal dari intelijen Korea Selatan. Hingga kini, belum ada konfirmasi resmi dari pemerintah Korea Utara (Red Ping!, 2026).
Putri Kim Jong Un juga dilaporkan diberi posisi dalam administrasi rudal. Ia bahkan disebut telah memberikan arahan, menurut laporan yang mengutip intelijen Korea Selatan. Namun, Pyongyang belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait klaim tersebut (UNN, 2026).
Spekulasi Suksesi dan Dinasti Kim
Korea Utara dikenal sebagai negara dengan sistem kepemimpinan dinasti, dimulai dari Kim Il Sung, dilanjutkan Kim Jong Il, dan kini Kim Jong Un. Karena itu, setiap kemunculan anggota keluarga inti dalam acara strategis selalu dikaitkan dengan potensi suksesi.
Kemunculan Ju Ae dalam agenda militer penting dinilai sebagai bagian dari proses penokohan calon penerus. Namun, hingga kini belum ada dokumen resmi atau pengumuman langsung dari pemerintah Korea Utara mengenai pengangkatan jabatan struktural dalam biro rudal.
Dampak terhadap Stabilitas Kawasan
Isu ini mendapat perhatian luas karena program rudal dan nuklir Korea Utara telah lama memicu ketegangan dengan Korea Selatan, Jepang, dan Amerika Serikat. Jika benar putri Kim Jong Un dilibatkan dalam lingkaran strategis militer, hal itu bisa menjadi sinyal kesinambungan kebijakan pertahanan jangka panjang.
Meski demikian, seluruh laporan yang beredar saat ini bersumber dari pemaparan intelijen Korea Selatan yang dikutip media nasional dan internasional. Tanpa konfirmasi resmi dari pemerintah Korea Utara, klaim tersebut masih berada dalam ranah laporan intelijen.
Ikuti terus perkembangan berita internasional dan geopolitik terkini hanya di Garap Media untuk mendapatkan informasi yang telah diverifikasi dari sumber terpercaya.
Referensi
