Prabowo dan PM Thailand Perkuat Kemitraan Strategis Indonesia

Last Updated: 4 August 2026, 02:55

Bagikan:

Prabowo dan PM Thailand
Perdana Menteri Thailand memberikan tanda kehormatan kepada Presiden Prabowo Subianto sebagai bentuk apresiasi atas kontribusinya di bidang pertahanan sekaligus mempertegas eratnya hubungan strategis antara Indonesia dan Thailand. Sumber gambar: ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A.
Table of Contents

Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul menyepakati penguatan kemitraan strategis Indonesia–Thailand melalui sejumlah kerja sama di bidang ekonomi, pertahanan, pendidikan, hingga keamanan. Pertemuan resmi yang berlangsung di Istana Kepresidenan Jakarta pada 3 Agustus 2026 juga menghasilkan target peningkatan nilai perdagangan bilateral menjadi US$20 miliar atau sekitar Rp359 triliun pada 2030, sekaligus penandatanganan sejumlah dokumen kerja sama antarkedua negara. (CNBC Indonesia, 2026; detikNews, 2026)

Prabowo Thailand Sepakat Tingkatkan Perdagangan hingga Rp359 Triliun

Pertemuan bilateral antara Presiden Prabowo dan PM Anutin menempatkan sektor ekonomi sebagai salah satu prioritas utama hubungan kedua negara. Pemerintah Indonesia dan Thailand sepakat mengimplementasikan Roadmap Kemitraan Strategis 2026–2030 sebagai pedoman untuk memperluas perdagangan, investasi, ketahanan pangan, ekonomi digital, hingga industri halal. Kedua pemimpin juga optimistis target perdagangan bilateral sebesar US$20 miliar pada 2030 dapat tercapai melalui kerja sama yang lebih erat. (CNBC Indonesia, 2026; detikNews, 2026)

Selain memperkuat hubungan dagang, kedua negara juga menyepakati pembentukan Joint Trade Commission sebagai mekanisme bilateral baru untuk mengidentifikasi peluang investasi sekaligus menyelesaikan hambatan perdagangan. Pemerintah Indonesia menilai forum tersebut akan mempercepat implementasi berbagai proyek ekonomi yang telah disepakati dalam roadmap kemitraan strategis. (CNBC Indonesia, 2026)

Beberapa poin penting kerja sama ekonomi Indonesia–Thailand meliputi:

  • Target perdagangan bilateral mencapai US$20 miliar (sekitar Rp359 triliun) pada 2030.
  • Implementasi Roadmap Kemitraan Strategis Indonesia–Thailand 2026–2030.
  • Pembentukan Joint Trade Commission.
  • Penguatan kerja sama investasi dan dunia usaha.
  • Kolaborasi pada sektor ketahanan pangan, ekonomi digital, energi, dan industri halal. (CNBC Indonesia, 2026)

PM Thailand Berikan Tanda Kehormatan kepada Prabowo

Momentum pertemuan bilateral juga diwarnai dengan pemberian tanda kehormatan dari Angkatan Bersenjata Thailand kepada Presiden Prabowo Subianto. Perdana Menteri Anutin Charnvirakul menyebut Prabowo sebagai sosok yang sangat dihormati dan dianggap sebagai tokoh militer yang ikonik oleh banyak perwira muda Thailand. Sebagai bentuk penghormatan tersebut, Anutin menyerahkan baret, pin, serta medali kehormatan kepada Presiden Prabowo. (detikNews, 2026)

Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi atas penghargaan tersebut dan menilai tanda kehormatan itu sebagai simbol kepercayaan, persahabatan, serta hubungan erat antara Indonesia dan Thailand. Menurut Prabowo, penghargaan tersebut mencerminkan komitmen kedua negara untuk terus memperkuat kerja sama di bidang pertahanan dan keamanan kawasan ASEAN. (detikNews, 2026)

Kerja Sama Pertahanan Indonesia dan Thailand Makin Diperkuat

Selain membahas ekonomi, kedua negara juga memperluas kerja sama di sektor pertahanan. Salah satu pembahasan yang mencuri perhatian adalah penawaran 36 kendaraan tempur amfibi dari Thailand untuk memperkuat kebutuhan operasional Korps Marinir TNI AL. Penawaran tersebut menjadi bagian dari upaya mempererat kolaborasi industri pertahanan sekaligus memperluas hubungan strategis kedua negara di kawasan. (Kontan, 2026)

Pemerintah Indonesia dan Thailand juga sepakat meningkatkan dialog pertahanan, latihan militer bersama, serta kerja sama keamanan maritim dan penanganan kejahatan lintas negara. Langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat stabilitas kawasan sekaligus meningkatkan kapasitas pertahanan kedua negara dalam menghadapi tantangan keamanan regional. (detikNews, 2026)

Indonesia dan Thailand Perluas Kerja Sama Pertahanan dan Pendidikan

Selain memperkuat hubungan ekonomi, Indonesia dan Thailand juga menyepakati perluasan kerja sama di bidang pertahanan, pendidikan, serta keamanan kawasan. Kedua negara menandatangani sejumlah nota kesepahaman (MoU) yang mencakup pengembangan sumber daya manusia, peningkatan kapasitas institusi pendidikan, hingga kolaborasi dalam menghadapi tantangan keamanan regional. Kesepakatan tersebut menjadi bagian dari implementasi Roadmap Kemitraan Strategis Indonesia–Thailand 2026–2030 yang baru diluncurkan. (detikNews, 2026)

Dalam sektor pertahanan, Thailand menawarkan 36 kendaraan tempur amfibi kepada Indonesia untuk mendukung kebutuhan modernisasi Korps Marinir TNI Angkatan Laut. Penawaran tersebut menjadi salah satu bentuk penguatan kerja sama industri pertahanan sekaligus membuka peluang kolaborasi lebih luas dalam pengembangan alutsista dan transfer teknologi antara kedua negara. (Kontan, 2026)

Beberapa bentuk kerja sama yang disepakati Indonesia dan Thailand meliputi:

  • Implementasi Roadmap Kemitraan Strategis Indonesia–Thailand 2026–2030.
  • Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) di bidang pendidikan.
  • Penguatan kerja sama pertahanan dan keamanan kawasan.
  • Peningkatan kolaborasi industri pertahanan.
  • Penawaran 36 kendaraan tempur amfibi untuk Korps Marinir TNI AL.
  • Penguatan kerja sama maritim dan penanganan kejahatan lintas negara. (detikNews, 2026; Kontan, 2026)

Pertemuan Prabowo dan PM Thailand Perkuat Hubungan ASEAN

Pertemuan bilateral antara Presiden Prabowo dan PM Thailand tidak hanya berfokus pada kepentingan kedua negara, tetapi juga mempertegas komitmen Indonesia dan Thailand dalam menjaga stabilitas kawasan ASEAN. Kedua pemimpin sepakat memperkuat koordinasi untuk menghadapi berbagai tantangan regional, mulai dari ketahanan pangan, transformasi digital, hingga keamanan maritim dan pemberantasan kejahatan lintas negara. (CNBC Indonesia, 2026; detikNews, 2026)

Kedua negara juga menegaskan pentingnya memperkuat hubungan antarmasyarakat melalui kerja sama pendidikan, pariwisata, dan pertukaran budaya. Langkah tersebut diharapkan mampu mempererat hubungan bilateral sekaligus meningkatkan kontribusi Indonesia dan Thailand terhadap pertumbuhan ekonomi serta stabilitas di kawasan Asia Tenggara. (detikNews, 2026)

Penghargaan dan Kesepakatan Strategis Jadi Tonggak Baru Hubungan Bilateral

Pemberian tanda kehormatan kepada Presiden Prabowo oleh Perdana Menteri Thailand menjadi simbol eratnya hubungan persahabatan kedua negara. Penghargaan tersebut melengkapi berbagai kesepakatan strategis yang berhasil dicapai dalam pertemuan bilateral, mulai dari target perdagangan hingga penguatan kerja sama pertahanan dan pendidikan. (Kontan, 2026)

Hasil pertemuan tersebut menunjukkan bahwa Indonesia dan Thailand memiliki komitmen untuk memperluas kemitraan di berbagai sektor yang saling menguntungkan. Implementasi berbagai kesepakatan yang telah ditandatangani diharapkan mampu meningkatkan hubungan bilateral sekaligus memperkuat peran kedua negara sebagai mitra strategis di kawasan ASEAN. (CNBC Indonesia, 2026; detikNews, 2026)

Sebagai penutup, ikuti terus berita politik, diplomasi, dan hubungan internasional terbaru hanya di Garap Media. Kami akan terus menghadirkan informasi yang akurat, terpercaya, dan bersumber dari referensi resmi serta media kredibel.

Jangan lewatkan juga artikel menarik lainnya di Garap Media untuk memperoleh informasi terkini mengenai kebijakan pemerintah, kerja sama internasional, serta perkembangan isu nasional dan global.

Referensi

/ Stay Connected /

802

Ikuti

1

Ikuti

169

Ikuti

13

Ikuti

/ Media Promosi /

Pasang Iklan & Promosikan Brand Anda di Garap Media!

Tampilkan produk, layanan, atau acara Anda di halaman kami dan jangkau ribuan pembaca setiap hari. Hubungi kami untuk penawaran kerja sama dan paket promosi terbaik.

/ Berita Lainnya /