Placebo effect merupakan kondisi ketika seseorang merasakan perubahan atau manfaat setelah menerima pengobatan yang tidak mengandung zat aktif. Harapan terhadap pengobatan dapat memengaruhi respons tubuh sehingga seseorang dapat merasa lebih baik meskipun tidak menerima obat aktif. (detikHealth, 2010; Liputan6.com, 2022)
Placebo Effect Berkaitan dengan Harapan terhadap Pengobatan
Placebo merupakan zat atau perlakuan yang tidak memiliki kandungan aktif untuk mengobati penyakit tertentu. Tenaga medis dan peneliti menggunakan placebo dalam kondisi tertentu untuk mengamati pengaruh harapan terhadap respons seseorang selama proses pengobatan. (detikHealth, 2010)
Keyakinan terhadap efektivitas pengobatan dapat memicu placebo effect. Otak kemudian dapat memproses harapan tersebut dan memengaruhi cara tubuh merespons gejala yang dialami. (Liputan6.com, 2022)
Beberapa kondisi yang dapat dipengaruhi oleh placebo effect meliputi:
- Persepsi terhadap rasa sakit.
- Rasa mual.
- Kelelahan.
- Gangguan tidur yang berkaitan dengan stres.
- Respons terhadap gejala tertentu.
Placebo effect bukan berarti seseorang berpura-pura mengalami perubahan kondisi. Hubungan antara harapan, aktivitas otak, dan respons tubuh dapat menghasilkan perubahan yang benar-benar dirasakan oleh seseorang. (Liputan6.com, 2022)
Cara Kerja Placebo Effect Melibatkan Otak dan Tubuh
Harapan terhadap pengobatan dapat diproses oleh otak dan kemudian memengaruhi respons tubuh terhadap gejala. Kepercayaan seseorang terhadap efektivitas suatu terapi bahkan dapat memicu respons tertentu yang menyerupai sebagian efek pengobatan sebenarnya. (Liputan6.com, 2022)
Perubahan aktivitas otak juga dapat berkaitan dengan respons placebo. Proses tersebut dapat memengaruhi suasana hati, reaksi emosional, kesadaran diri, serta persepsi seseorang terhadap rasa sakit. (Liputan6.com, 2022)
Salah satu penelitian yang diberitakan detikHealth menunjukkan bahwa placebo dapat menghasilkan respons meskipun peserta mengetahui bahwa mereka menerima obat kosong. Penelitian tersebut melibatkan pasien dengan iritasi usus dan menemukan perbedaan perkembangan antara kelompok yang menerima placebo dan kelompok yang tidak mendapatkan pengobatan. (detikHealth, 2010)
Placebo Effect Banyak Dikaitkan dengan Pereda Nyeri
Rasa sakit menjadi salah satu gejala yang paling sering dikaitkan dengan placebo effect. Harapan terhadap pengobatan dapat mengubah persepsi seseorang terhadap nyeri sehingga intensitas rasa sakit terasa lebih rendah setelah menerima placebo. (Liputan6.com, 2022)
Namun, placebo effect tidak berarti placebo mampu menghilangkan penyebab suatu penyakit. Efek tersebut lebih berkaitan dengan perubahan pengalaman terhadap gejala yang dipengaruhi oleh proses di dalam otak. (Liputan6.com, 2022)
Dengan demikian, placebo effect menunjukkan hubungan antara pikiran, harapan, dan respons tubuh. Efek tersebut menjadi salah satu alasan placebo digunakan dalam penelitian medis untuk memahami seberapa besar harapan seseorang dapat memengaruhi pengalaman terhadap suatu pengobatan.
Placebo Digunakan dalam Uji Klinis Pengobatan
Peneliti menggunakan placebo sebagai pembanding dalam uji klinis untuk mengukur efektivitas obat atau terapi yang sedang diuji. Kelompok peserta yang menerima obat aktif kemudian dibandingkan dengan kelompok yang memperoleh placebo untuk melihat perbedaan respons keduanya. (detikHealth, 2010)
Perbandingan tersebut membantu peneliti membedakan efek terapi yang sebenarnya dari perubahan yang muncul karena harapan peserta. Hasil penelitian pun dapat memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai efektivitas suatu pengobatan. (detikHealth, 2010)
Placebo Effect Berbeda dengan Nocebo Effect
Placebo effect menggambarkan respons positif yang dapat muncul karena harapan terhadap suatu pengobatan. Sebaliknya, nocebo effect berkaitan dengan respons negatif yang dipengaruhi oleh ekspektasi seseorang terhadap kemungkinan dampak buruk. Kedua fenomena tersebut menunjukkan bahwa pikiran dan harapan dapat memengaruhi pengalaman seseorang terhadap kondisi tubuh. (detikHealth, 2022)
Ekspektasi terhadap efek samping tertentu dapat memicu nocebo effect. Seseorang bahkan dapat merasakan keluhan setelah mengantisipasi dampak negatif dari pengobatan yang diterimanya. Fenomena tersebut menjadi perhatian dalam pembahasan efek samping, termasuk pada konteks vaksinasi COVID-19. (detikHealth, 2022)
Perbedaan utama antara kedua fenomena tersebut dapat dilihat melalui beberapa aspek:
- Placebo effect berkaitan dengan harapan terhadap hasil positif.
- Nocebo effect berkaitan dengan ekspektasi terhadap hasil negatif.
- Placebo dapat memengaruhi persepsi terhadap gejala tertentu.
- Nocebo dapat meningkatkan persepsi terhadap keluhan atau efek samping.
- Keduanya menunjukkan pengaruh harapan terhadap pengalaman seseorang.
Placebo Effect Bukan Pengganti Pengobatan Medis
Placebo effect tidak dapat menggantikan pengobatan medis yang memiliki kandungan aktif dan telah terbukti efektif. Respons placebo dapat mengubah persepsi terhadap gejala, tetapi efek tersebut tidak secara langsung menghilangkan penyebab penyakit. (Liputan6.com, 2022)
Kebutuhan pasien tetap menjadi pertimbangan utama dalam menentukan pengobatan. Kondisi medis tertentu membutuhkan terapi yang sesuai agar penyebab penyakit dapat ditangani secara tepat. (Liputan6.com, 2022)
Pada akhirnya, placebo effect memperlihatkan hubungan antara harapan, pikiran, aktivitas otak, dan respons tubuh. Fenomena tersebut dapat memengaruhi pengalaman terhadap gejala seperti nyeri atau mual, tetapi placebo tidak dapat dianggap sebagai obat yang menyembuhkan penyakit. (detikHealth, 2010; Liputan6.com, 2022)
Pemahaman mengenai placebo effect juga membantu pembaca mengenali perbedaan antara placebo dan nocebo dalam dunia kesehatan. Untuk membaca informasi kesehatan, psikologi, dan sains lainnya, pembaca dapat mengikuti artikel terbaru di Garap Media.
Referensi
