Film Operasi Pesta Copet dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia pada 27 Agustus 2026. Produksi Imajinari tersebut mengikuti kisah empat anak muda yang menjalankan aksi pencopetan di tengah festival musik Pestapora, sekaligus menghadirkan perpaduan drama, komedi, kriminal, dan kritik sosial melalui karakter Ijal, Adut, Tia, serta Melodi (RRI, 2026).
Sinopsis Operasi Pesta Copet Mengangkat Tekanan Ekonomi
Cerita Operasi Pesta Copet berpusat pada Ijal dan tiga rekannya yang menghadapi tekanan ekonomi dalam kehidupan sehari-hari. Situasi tersebut membuat mereka memilih jalan berisiko dengan menjalankan aksi pencopetan di tengah keramaian Pestapora.
Ijal, Adut, Tia, dan Melodi kemudian membentuk kelompok copet amatir. Kerumunan pengunjung festival menjadi sasaran karena banyak orang membawa barang berharga selama menikmati pertunjukan musik.
Di balik aksi kriminal tersebut, film turut mengangkat persoalan ekonomi yang memengaruhi keputusan para karakter. Unsur komedi digunakan untuk membangun hiburan, sementara konflik kehidupan mereka memberikan sisi drama dan kritik sosial (RRI, 2026).
Beberapa unsur utama dalam cerita meliputi:
- Drama menggambarkan persoalan kehidupan empat karakter utama.
- Komedi muncul dari berbagai situasi selama aksi pencopetan.
- Kriminal menjadi dasar konflik melalui rencana kelompok tersebut.
- Kritik sosial menyoroti tekanan ekonomi yang dihadapi karakter.
Edy Khemod Jadikan Pestapora sebagai Latar Operasi Pesta Copet
Pestapora menjadi bagian penting dalam produksi Operasi Pesta Copet. Sutradara Edy Khemod mulai mengembangkan gagasan film tersebut sejak 2023 setelah melihat persoalan pencopetan yang dapat terjadi dalam konser dan festival musik (RRI, 2026).
Alih-alih membangun suasana festival melalui set buatan, tim produksi melakukan pengambilan gambar langsung ketika Pestapora berlangsung. Keputusan tersebut membuat lingkungan festival yang terekam dalam film berasal dari situasi nyata.
Pengembangan proyek ini berlangsung hampir tiga tahun sebelum memasuki tahap penayangan. Penggunaan lokasi sebenarnya juga memberikan tantangan tersendiri karena kondisi kerumunan dan aktivitas festival tidak sepenuhnya dapat dikendalikan oleh kru (RRI, 2026).
Pendekatan produksi tersebut memberikan beberapa keunikan, antara lain:
- Lokasi nyata menghadirkan suasana Pestapora secara autentik.
- Kerumunan pengunjung memperkuat atmosfer festival dalam cerita.
- Situasi lapangan membuat pemain dan kru harus beradaptasi.
- Proses pengembangan panjang membantu mematangkan konsep film.
Iqbaal Ramadhan Memerankan Ijal dalam Operasi Pesta Copet
Iqbaal Ramadhan mendapatkan peran utama sebagai Ijal. Kristo Immanuel tampil sebagai Adut, sementara Zulfa Maharani memerankan Tia dan Kawai Labiba berperan sebagai Melodi (RRI, 2026).
Persiapan para pemain tidak hanya dilakukan melalui pendalaman karakter. Mereka juga mengikuti pelatihan teknik mencopet bersama pesulap profesional agar gerakan yang ditampilkan dalam adegan terlihat lebih meyakinkan.
Iqbaal Ramadhan turut melakukan perubahan penampilan untuk menyesuaikan karakter Ijal. Persiapan tersebut menjadi bagian dari upaya pemeran utama membangun sosok yang sesuai dengan kebutuhan cerita.
Syuting Operasi Pesta Copet Berlangsung di Tengah Kerumunan Festival
Pengambilan gambar di festival musik memberikan tantangan tersendiri bagi tim produksi. Para pemain harus menyesuaikan diri dengan kondisi kerumunan karena situasi di lokasi tidak dapat sepenuhnya diatur seperti proses syuting di studio.
Sekitar 500 pemeran pendukung turut dilibatkan untuk memperkuat suasana festival. Pengambilan gambar kemudian disesuaikan dengan kondisi nyata selama Pestapora berlangsung (Medcom, 2026).
Kehadiran penonton dalam jumlah besar membuat suasana film terasa lebih natural. Pada saat yang sama, pendekatan tersebut menuntut koordinasi lebih kompleks antara pemain, kru, dan pihak penyelenggara festival.
Operasi Pesta Copet Padukan Komedi dengan Kritik Sosial
Operasi Pesta Copet tidak hanya menjadikan aksi pencopetan sebagai sumber humor. Tekanan ekonomi ditempatkan sebagai salah satu dasar konflik untuk memperlihatkan alasan yang melatarbelakangi keputusan para karakter.
Perpaduan komedi, kriminal, dan persoalan sosial membuat cerita memiliki ruang untuk menyampaikan pesan di balik hiburan. Film ini juga menjadi debut penyutradaraan film panjang Edy Khemod setelah sebelumnya dikenal melalui karya video musik dan film pendek (Navaswara, 2026).
Beberapa daya tarik film tersebut meliputi:
- Premis unik yang memadukan festival musik dengan kisah pencopetan.
- Jajaran pemain muda yang menghadirkan karakter utama dengan latar berbeda.
- Lokasi autentik melalui penggunaan Pestapora sebagai bagian cerita.
- Persoalan sosial yang mengangkat tekanan ekonomi.
- Debut film panjang Edy Khemod sebagai sutradara.
Operasi Pesta Copet Tayang 27 Agustus 2026 di Bioskop
Imajinari menjadwalkan Operasi Pesta Copet untuk hadir di bioskop Indonesia pada 27 Agustus 2026. Penggunaan festival musik sungguhan sebagai bagian utama produksi menjadi salah satu pendekatan yang membedakan film tersebut dari cerita kriminal dengan latar festival pada umumnya (RRI, 2026).
Penonton yang menyukai drama komedi dengan sentuhan kriminal dapat memasukkan film ini ke daftar tontonan akhir Agustus. Selain mengikuti aksi empat karakter utama, penonton juga diajak melihat keramaian festival sebagai ruang cerita yang mempertemukan hiburan dengan persoalan sosial.
Garap Media akan terus menghadirkan informasi hiburan yang relevan dan mudah dipahami. Pembaca dapat membaca artikel lain di Garap Media untuk mengikuti kabar terbaru seputar film Indonesia dan industri kreatif.
Pembaca juga dapat menemukan informasi mengenai film terbaru, aktor, musik, dan perkembangan industri kreatif melalui artikel Garap Media lainnya. Beragam artikel tersebut dapat menjadi referensi untuk mengikuti tren hiburan nasional secara lebih lengkap.
Referensi
