Microsoft Setop Office Ini, Jutaan Pengguna Terancam Tak Bisa Update

Last Updated: 29 June 2026, 12:25

Bagikan:

Microsoft Setop Office Ini, Jutaan Pengguna Terancam Tak Bisa Update
Table of Contents

Garap Media – Bagi jutaan orang, membuka Word atau Excel setiap pagi adalah rutinitas biasa. Namun kebiasaan itu kini terancam berubah. Microsoft resmi mengumumkan penghentian dukungan untuk beberapa versi Office lama, membuat aplikasi yang selama ini digunakan jutaan pengguna tak lagi menerima pembaruan keamanan maupun fitur baru.

Keputusan ini langsung memicu kekhawatiran. Sebab, banyak pengguna masih mengandalkan Office versi lama karena dianggap lebih ringan, tidak memerlukan biaya langganan bulanan, dan tetap mampu menjalankan pekerjaan sehari-hari. Kini, mereka dihadapkan pada pilihan sulit: bertahan dengan risiko keamanan atau beralih ke layanan berbayar.

Microsoft Setop Office Versi Lama

Microsoft mengonfirmasi bahwa dukungan untuk Office 2016 dan Office 2019 akan berakhir pada 14 Oktober 2025. Setelah tanggal tersebut, aplikasi seperti Word, Excel, PowerPoint, Outlook, dan Access tidak lagi memperoleh pembaruan keamanan maupun dukungan teknis resmi.

Artinya, aplikasi tersebut masih dapat digunakan, tetapi pengguna tidak akan lagi mendapatkan perlindungan terhadap celah keamanan baru yang ditemukan di masa mendatang.

Kebijakan ini sebenarnya sejalan dengan siklus dukungan produk Microsoft yang selama ini berlaku. Namun, dampaknya diperkirakan cukup besar mengingat masih banyak individu, sekolah, hingga pelaku usaha kecil yang menggunakan Office versi lama.

Mengapa Banyak Orang Masih Bertahan?

Ada alasan kuat mengapa Office 2016 dan Office 2019 masih digunakan hingga sekarang.

Pertama, kedua versi tersebut dibeli satu kali dan dapat digunakan bertahun-tahun tanpa biaya langganan tambahan. Kedua, banyak pengguna merasa fitur yang tersedia sudah lebih dari cukup untuk kebutuhan pekerjaan maupun pendidikan.

Sebaliknya, Microsoft kini lebih agresif mendorong pengguna beralih ke layanan berbasis langganan, yakni Microsoft 365.

Model bisnis ini dinilai lebih menguntungkan karena memberikan pendapatan berulang bagi perusahaan sekaligus mempermudah distribusi fitur dan pembaruan.

Namun di mata sebagian pengguna, perubahan tersebut justru dianggap membuat biaya produktivitas digital menjadi semakin mahal.

Risiko Menggunakan Office Tanpa Update

Banyak orang mengira aplikasi yang masih bisa dibuka berarti aman digunakan. Faktanya tidak selalu demikian.

Ketika sebuah perangkat lunak tidak lagi menerima pembaruan keamanan, risiko serangan siber meningkat. Celah keamanan yang ditemukan di masa depan tidak akan diperbaiki oleh pengembang.

Bagi pengguna individu, ancamannya mungkin berupa pencurian data atau infeksi malware. Namun bagi perusahaan, dampaknya bisa jauh lebih serius, mulai dari kebocoran dokumen penting hingga gangguan operasional.

Karena itulah banyak pakar keamanan siber menyarankan pengguna untuk segera beralih ke versi yang masih didukung.

Apakah Semua Orang Harus Berlangganan?

Tidak juga.

Microsoft memang mendorong pengguna berpindah ke Microsoft 365 yang menawarkan pembaruan rutin, penyimpanan cloud, serta integrasi fitur kecerdasan buatan.

Namun pengguna juga masih memiliki beberapa pilihan lain, seperti membeli Office edisi terbaru yang masih mendapatkan dukungan atau menggunakan alternatif aplikasi perkantoran gratis berbasis cloud.

Meski demikian, bagi pengguna yang telah terbiasa dengan Word dan Excel selama bertahun-tahun, berpindah ke platform lain tentu bukan perkara mudah.

Era Baru Software Berbayar Berulang

Penghentian dukungan Office lama memperlihatkan perubahan besar di industri teknologi.

Dulu, pengguna membeli perangkat lunak sekali dan menggunakannya selama bertahun-tahun. Kini, model langganan perlahan menjadi standar baru.

Perusahaan teknologi global semakin mengandalkan pendapatan berulang melalui sistem berlangganan karena dianggap lebih stabil dan menguntungkan.

Bagi pengguna, perubahan ini menghadirkan dilema. Di satu sisi mereka mendapatkan pembaruan dan fitur terbaru secara berkala. Di sisi lain, biaya penggunaan perangkat lunak menjadi terus berjalan tanpa batas waktu.

Apa yang Harus Dilakukan Pengguna?

Jika masih menggunakan Office 2016 atau Office 2019, pengguna sebaiknya mulai mempertimbangkan langkah berikut:

  • Memastikan data penting sudah dicadangkan.
  • Mengecek kompatibilitas perangkat dengan versi terbaru.
  • Mempertimbangkan migrasi ke Microsoft 365 atau alternatif lain.
  • Memperbarui sistem operasi agar tetap aman.

Mengabaikan penghentian dukungan memang tidak akan membuat Word atau Excel tiba-tiba berhenti bekerja. Namun risikonya akan semakin besar seiring waktu.

Penutup

Keputusan Microsoft menghentikan dukungan Office versi lama bukan sekadar pembaruan teknis. Ini menjadi penanda bahwa era membeli software sekali pakai perlahan mulai berakhir. Jutaan pengguna kini harus menentukan pilihan: tetap bertahan dengan risiko keamanan atau mengikuti perubahan menuju layanan berbasis langganan. Satu hal yang pasti, dunia perangkat lunak sedang berubah lebih cepat daripada yang diperkirakan banyak orang.

Sumber Referensi

  1. Kompas Tekno: https://tekno.kompas.com/read/2026/06/23/16020087/microsoft-setop-office-versi-ini-word-excel-dkk-tak-dapat-update
  2. Microsoft Lifecycle Policy: https://learn.microsoft.com/lifecycle
  3. Microsoft Office Support: https://support.microsoft.com/office
  4. Microsoft 365 Official: https://www.microsoft.com/microsoft-365
  5. Cybersecurity and Infrastructure Security Agency (CISA): https://www.cisa.gov/

/ Stay Connected /

802

Ikuti

1

Ikuti

169

Ikuti

13

Ikuti

/ Media Promosi /

Pasang Iklan & Promosikan Brand Anda di Garap Media!

Tampilkan produk, layanan, atau acara Anda di halaman kami dan jangkau ribuan pembaca setiap hari. Hubungi kami untuk penawaran kerja sama dan paket promosi terbaik.

/ Berita Lainnya /