Akun Steam Bisa Dibajak Lewat Fitur Ini, Gamer Wajib Waspada

Last Updated: 29 June 2026, 12:30

Bagikan:

Akun Steam Bisa Dibajak Lewat Fitur Ini, Gamer Wajib Waspada
Table of Contents

Garap Media – Bagi banyak gamer, akun Steam bukan sekadar tempat membeli game. Di dalamnya tersimpan koleksi permainan bernilai jutaan rupiah, item langka, hingga riwayat bermain selama bertahun-tahun. Karena itu, kabar bahwa akun Steam dibajak melalui penyalahgunaan fitur tertentu langsung membuat komunitas game global waspada.

Ancaman ini bukan sekadar teori. Pakar keamanan siber menemukan bahwa pelaku kejahatan digital memanfaatkan celah pada mekanisme tertentu untuk mengambil alih akun korban. Jika berhasil, hacker bisa mengubah informasi akun, mencuri item digital, bahkan menjual akun tersebut di pasar gelap. Bagi gamer yang telah menghabiskan banyak uang dan waktu, kerugiannya bisa sangat besar.

Celah Fitur Ini Bisa Jadi Pintu Masuk Hacker

Laporan terbaru mengungkap bahwa pelaku memanfaatkan fitur terkait autentikasi dan proses pemulihan akun untuk menipu korban. Modus yang digunakan umumnya berupa rekayasa sosial atau social engineering.

Korban biasanya menerima pesan yang tampak resmi, baik melalui email, pesan pribadi, maupun tautan yang mengatasnamakan Steam. Dalam banyak kasus, pelaku mengarahkan korban untuk masuk ke situs palsu yang tampilannya sangat mirip dengan halaman resmi.

Setelah korban memasukkan nama pengguna, kata sandi, hingga kode verifikasi, seluruh informasi tersebut dapat dicuri dan digunakan untuk mengambil alih akun.

Pakar keamanan menilai metode ini semakin berbahaya karena memanfaatkan kepercayaan pengguna terhadap fitur resmi yang selama ini dianggap aman.

Mengapa Akun Steam Jadi Incaran?

Steam merupakan platform distribusi game PC terbesar di dunia. Menurut data Valve, platform ini pernah mencatat lebih dari 40 juta pengguna aktif secara bersamaan pada 2025.

Besarnya jumlah pengguna membuat Steam menjadi target menarik bagi pelaku kejahatan siber.

Selain itu, banyak akun memiliki nilai ekonomi tinggi. Beberapa item kosmetik langka dalam game populer seperti Counter-Strike bahkan dapat diperjualbelikan dengan harga jutaan hingga miliaran rupiah.

Tidak sedikit akun Steam yang berisi ratusan game dengan total nilai koleksi mencapai puluhan juta rupiah. Kondisi inilah yang membuat akun gamer menjadi aset digital yang sangat menggiurkan bagi pelaku kejahatan.

Modus Lama, Korban Tetap Banyak

Meski metode pencurian akun melalui phishing bukan hal baru, jumlah korban masih terus bertambah.

Salah satu penyebabnya adalah semakin canggihnya teknik penipuan digital. Situs palsu kini dibuat sangat menyerupai halaman resmi sehingga sulit dibedakan, terutama oleh pengguna yang terburu-buru.

Selain itu, banyak pengguna masih menggunakan kata sandi yang sama untuk berbagai layanan digital. Jika satu akun bocor, akun lain berpotensi ikut diretas.

Pakar keamanan juga menemukan bahwa sebagian pengguna belum mengaktifkan lapisan keamanan tambahan seperti autentikasi dua faktor.

Padahal fitur tersebut dapat mengurangi risiko pembajakan secara signifikan.

Cara Melindungi Akun Steam dari Peretas

Agar tidak menjadi korban, pengguna disarankan menerapkan beberapa langkah keamanan berikut:

  • Aktifkan Steam Guard Mobile Authenticator.
  • Jangan pernah memasukkan data akun pada situs yang tidak resmi.
  • Periksa alamat situs sebelum login.
  • Gunakan kata sandi yang kuat dan berbeda untuk setiap layanan.
  • Hindari mengklik tautan mencurigakan dari pesan pribadi atau email.
  • Perbarui perangkat lunak dan sistem operasi secara berkala.

Selain itu, pengguna juga perlu waspada terhadap tawaran hadiah gratis, item eksklusif, atau promosi yang terdengar terlalu bagus untuk menjadi kenyataan.

Sebagian besar serangan justru berhasil karena korban tergiur iming-iming tertentu.

Kerugian Tidak Hanya Soal Uang

Ketika akun berhasil diambil alih, kerugian yang dialami korban tidak hanya berupa hilangnya item atau game.

Banyak gamer menyimpan progres permainan selama bertahun-tahun di dalam satu akun. Kehilangan akses berarti kehilangan pencapaian, koleksi digital, hingga jaringan pertemanan yang telah dibangun dalam waktu lama.

Dalam beberapa kasus, pemulihan akun memang masih memungkinkan melalui dukungan resmi Steam. Namun prosesnya dapat memakan waktu dan tidak selalu menjamin seluruh item dapat dikembalikan.

Karena itu, pencegahan tetap menjadi langkah paling efektif.

Penutup

Meningkatnya ancaman pembajakan menunjukkan bahwa keamanan akun digital kini sama pentingnya dengan menjaga aset di dunia nyata. Bagi para gamer, akun Steam bukan lagi sekadar akun permainan, melainkan investasi digital yang memiliki nilai tinggi. Dengan semakin canggihnya modus kejahatan siber, kewaspadaan pengguna menjadi benteng pertahanan utama agar koleksi game dan aset digital tetap aman.

Sumber Referensi

  1. Steam Support: https://help.steampowered.com/
  2. Steam Guard Official: https://help.steampowered.com/en/faqs/view/6891-E071-C9D9-0134
  3. Valve Corporation: https://store.steampowered.com/
  4. Cybersecurity and Infrastructure Security Agency (CISA): https://www.cisa.gov/

/ Stay Connected /

802

Ikuti

1

Ikuti

169

Ikuti

13

Ikuti

/ Media Promosi /

Pasang Iklan & Promosikan Brand Anda di Garap Media!

Tampilkan produk, layanan, atau acara Anda di halaman kami dan jangkau ribuan pembaca setiap hari. Hubungi kami untuk penawaran kerja sama dan paket promosi terbaik.

/ Berita Lainnya /