Lomba Sihir resmi merilis Setelah: Obrolan Jam 3 Pagi pada 4 September 2026 sebagai edisi deluxe dari album kedua mereka. Rilisan tersebut menambahkan lima lagu baru ke dalam 16 lagu Obrolan Jam 3 Pagi yang sebelumnya terbit pada Mei 2025, sehingga keseluruhan album kini memuat 21 lagu (Liputan6, 2026).
Setelah: Obrolan Jam 3 Pagi Melanjutkan Cerita Album Kedua Lomba Sihir
Setelah: Obrolan Jam 3 Pagi tidak menjadi album ketiga yang berdiri sendiri. Lomba Sihir menjadikan rilisan tersebut sebagai perpanjangan dari album kedua yang mereka rilis pada 2025.
Kelima personel Lomba Sihir – Natasha Udu, Rayhan Noor, Enrico Octaviano, Tristan Juliano, dan Hindia – kembali mengembangkan cerita yang sebelumnya mereka bangun melalui Obrolan Jam 3 Pagi. Kelompok tersebut mempertahankan konsep percakapan sebagai fondasi kreatif dalam pengerjaan materi tambahan (Gigsplay, 2026).
Ide untuk memperpanjang album muncul setelah para personel kembali berkumpul dan mendengarkan materi Obrolan Jam 3 Pagi. Mereka menemukan sejumlah cerita personal yang belum sepenuhnya tersampaikan. Natasha Udu menjelaskan bahwa lima lagu baru tersebut tetap memiliki benang merah dengan album sebelumnya meskipun setiap lagu berasal dari pengalaman personal anggota.
Konsep tersebut membuat Setelah: Obrolan Jam 3 Pagi berfungsi sebagai penutup cerita. Enrico Octaviano menjelaskan bahwa tambahan lima lagu membuat album terasa lebih lengkap karena materi baru tersebut menyelesaikan percakapan yang sebelumnya belum selesai (IDN Times, 2026).
Lima Lagu Baru Memperdalam Cerita Personal Lomba Sihir
Edisi deluxe tersebut menghadirkan lima lagu tambahan dengan tema yang berbeda. Kelima lagu tersebut terdiri dari:
- “Cerita Cinta” membahas pengaruh latar belakang keluarga terhadap cara seseorang memahami cinta dan hubungan.
- “Hampir” menggambarkan tekanan untuk memenuhi ekspektasi dari pasangan, keluarga, pekerjaan, dan lingkungan sosial.
- “Vas Bunga” mengangkat pengalaman seseorang yang menyaksikan perjalanan Lomba Sihir dari luar lingkaran utama.
- “Di Seberang” membahas ketakutan terhadap kehilangan dan pertanyaan mengenai kehidupan setelah seseorang yang dicintai pergi.
- “Sedikit Demi Sedikit” menggambarkan usaha seseorang memperbaiki kehidupan setelah menghadapi kegagalan dan kehilangan.
Lima lagu tersebut membawa sudut pandang yang lebih intim. Materi baru tidak sekadar menambah jumlah lagu, tetapi juga memperluas tema yang sudah muncul dalam Obrolan Jam 3 Pagi (Gigsplay, 2026).
Lomba Sihir Mengubah Obrolan Personal Menjadi Materi Musik
Proses kreatif Lomba Sihir tetap mengandalkan interaksi antarpersonel. Kelompok tersebut menggunakan pertemuan bersama sebagai ruang untuk bertukar gagasan, memainkan instrumen, serta merespons cerita yang dibawa anggota lain.
Hindia menjelaskan bahwa proses penulisan lirik juga berkembang seperti percakapan. Satu personel dapat membawa cerita, kemudian anggota lain memberikan respons melalui sudut pandang, pengalaman, atau kritik. Pola tersebut membuat proses kreatif Lomba Sihir tidak hanya berpusat pada komposisi musik, tetapi juga pada hubungan antarpersonel (Gigsplay, 2026).
Pendekatan tersebut terlihat jelas dalam “Cerita Cinta”. Natasha Udu membawa pengalaman personal sebagai titik awal, lalu percakapan dengan anggota lain memperluas perspektif mengenai keluarga dan hubungan. Lagu tersebut akhirnya menghadirkan refleksi tentang bagaimana pengalaman masa lalu membentuk cara seseorang memandang cinta.
“Sedikit Demi Sedikit” membawa pendekatan serupa melalui cerita Rayhan Noor. Lagu tersebut menggambarkan berbagai persoalan yang menumpuk, termasuk persahabatan yang rusak, cita-cita yang gagal, dan perubahan kondisi diri. Rayhan kemudian mengarahkan cerita tersebut pada proses memperbaiki kehidupan secara bertahap (Gigsplay, 2026).
“Di Seberang” Menjadi Pengantar Menuju Edisi Deluxe
Lomba Sihir telah memperkenalkan salah satu materi baru sebelum album deluxe resmi terbit. Kelompok tersebut merilis “Di Seberang” pada 15 Juli 2026 sebagai single yang membuka jalan menuju Setelah: Obrolan Jam 3 Pagi (RRI, 2026).
Enrico Octaviano menjadi sumber utama cerita “Di Seberang”. Lagu tersebut mengangkat pertanyaan mengenai kehilangan dan kehidupan rumah tangga. Hindia kemudian membantu Enrico mengolah gagasan tersebut menjadi lirik yang lebih utuh.
Selain “Di Seberang”, empat lagu lain melengkapi materi baru. Kehadiran lima lagu tersebut membuat edisi deluxe memiliki total 21 lagu, dengan 16 lagu berasal dari album 2025 dan lima lagu menjadi materi tambahan (RRI, 2026).
Lomba Sihir Siapkan Konser Ujung Dunia Setelah Rilis Album Deluxe
Perilisan Setelah: Obrolan Jam 3 Pagi juga membuka fase baru menuju pertunjukan besar Lomba Sihir. Kelompok tersebut akan membawa materi album ke Konser Ujung Dunia pada 21 November 2026 di Basketball Hall, Senayan, Jakarta.
Konser tersebut menjadi momentum untuk mempertemukan materi lama dan lima lagu baru dalam satu pertunjukan. Lomba Sihir juga dapat menggunakan konser tersebut untuk menutup era Obrolan Jam 3 Pagi setelah memperpanjang ceritanya melalui edisi deluxe (Liputan6, 2026).
Setelah: Obrolan Jam 3 Pagi Menjadi Penutup Percakapan Lomba Sihir
Setelah: Obrolan Jam 3 Pagi memperlihatkan cara Lomba Sihir memperluas album tanpa mengubah identitas dasarnya. Lima lagu baru memperdalam cerita mengenai cinta, keluarga, kehilangan, persahabatan, kegagalan, dan usaha memperbaiki diri.
Rilisan tersebut juga memperlihatkan kekuatan Lomba Sihir dalam menjadikan percakapan personal sebagai materi musik. Pendekatan itu membuat album terasa seperti rangkaian cerita yang berkembang dari satu pengalaman ke pengalaman lain.
Garap Media akan terus menghadirkan berita terbaru mengenai Lomba Sihir, rilisan musik Indonesia, serta perkembangan musisi lainnya. Pembaca dapat mengikuti artikel musik dan hiburan Garap Media untuk mendapatkan informasi terbaru dari industri musik.
Pembaca juga dapat menemukan berbagai artikel lain mengenai album, single, konser, dan perjalanan musisi Indonesia maupun mancanegara. Ikuti terus Garap Media untuk mendapatkan kabar terbaru seputar musik dan hiburan.
Referensi
