Prajurit TNI AD Prada Arif Budi Sampurna meninggal dunia setelah menjadi korban pengeroyokan dan penusukan di Kabupaten Tangerang, Banten. Kepolisian telah menangkap empat tersangka, sementara penyidik masih mendalami motif serta peran masing-masing pelaku dalam kasus tersebut. (detikNews, 2026).
Kronologi Prajurit TNI Tangerang Bermula dari Cekcok di Tempat Makan
Berdasarkan keterangan TNI dan hasil penyelidikan kepolisian, insiden bermula ketika korban diduga terlibat perselisihan dengan sekelompok orang di sebuah tempat makan di wilayah Tangerang. Perselisihan tersebut kemudian berkembang menjadi aksi pengeroyokan yang disertai penusukan terhadap korban. (detikNews, 2026).
Korban yang merupakan anggota Kodam XVII/Cenderawasih ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di Jalan Raya Pondok Hijau Golf, Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, pada Minggu (19/7) sekitar pukul 05.45 WIB. Hasil pemeriksaan awal menunjukkan korban mengalami sejumlah luka akibat senjata tajam sebelum akhirnya meninggal dunia. (detikNews, 2026).
Beberapa fakta penting yang telah dikonfirmasi aparat meliputi:
- Korban merupakan Prada Arif Budi Sampurna, anggota Kodam XVII/Cenderawasih.
- Peristiwa diduga berawal dari perselisihan di sebuah tempat makan.
- Korban ditemukan meninggal di kawasan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang.
- Polisi telah menangkap empat tersangka.
- Penyidik masih mendalami motif dan kemungkinan keterlibatan pelaku lainnya. (detikNews, 2026).
Polisi Ungkap Peran Empat Tersangka Pembunuhan
Polres Tangerang Selatan mengungkap bahwa empat tersangka memiliki peran yang berbeda dalam peristiwa tersebut. Dua tersangka berinisial BR dan MKN diduga mengejar korban, tersangka RRG diduga memukul sekaligus mengejar korban menggunakan sepeda motor, sedangkan tersangka H diduga mengejar, memukul, dan melakukan penusukan menggunakan sebilah pisau. Polisi menyatakan seluruh peran tersebut masih didalami dalam proses penyidikan. (detikNews, 2026).
Kasat Reskrim Polres Tangerang Selatan AKP Wira Graha Setiawan menjelaskan bahwa tersangka H menyerahkan diri setelah tiga pelaku lainnya lebih dahulu diamankan. Polisi juga menyita pakaian yang digunakan para pelaku sebagai barang bukti dan terus mengembangkan penyidikan untuk memastikan seluruh rangkaian kejadian dapat terungkap secara utuh. (detikNews, 2026).
TNI dan Polisi Koordinasi Mengawal Proses Hukum
TNI menyatakan telah berkoordinasi dengan Polres Tangerang Selatan dan Polda Metro Jaya untuk mengawal proses hukum kasus tersebut. Karena para pelaku merupakan warga sipil, penanganan perkara sepenuhnya dilakukan oleh kepolisian sesuai ketentuan yang berlaku. Meski demikian, institusi tersebut menegaskan akan terus memantau perkembangan penyidikan hingga perkara memperoleh kepastian hukum. (detikNews, 2026).
Polisi Dalami Motif dan Keterlibatan Pelaku Lain
Polres Tangerang Selatan menyatakan penyidikan masih terus berjalan untuk mengungkap motif utama di balik pembunuhan Prada Arif Budi Sampurna. Selain memeriksa empat tersangka yang telah diamankan, penyidik juga mendalami kemungkinan keterlibatan pelaku lain. Pendalaman dilakukan berdasarkan keterangan saksi, rekaman kamera pengawas (CCTV), dan barang bukti yang telah dikumpulkan. (detikNews, 2026).
Di samping itu, pemeriksaan terhadap sejumlah saksi di lokasi kejadian masih berlangsung guna menyusun kronologi secara utuh. Seluruh proses penyidikan dilakukan secara profesional dengan mengedepankan alat bukti dan fakta yang ditemukan di lapangan. (detikNews, 2026).
Beberapa langkah penyidikan yang telah dilakukan meliputi:
- Menangkap empat tersangka yang diduga terlibat dalam pembunuhan.
- Memeriksa sejumlah saksi di lokasi kejadian.
- Menyita pakaian pelaku serta barang bukti lain yang berkaitan dengan perkara.
- Menganalisis rekaman CCTV dan hasil pemeriksaan forensik.
- Mendalami motif serta kemungkinan keterlibatan pelaku lainnya. (detikNews, 2026).
TNI Serahkan Proses Hukum kepada Kepolisian
Karena seluruh tersangka merupakan warga sipil, TNI AD menyerahkan proses hukum sepenuhnya kepada kepolisian. Di sisi lain, koordinasi dengan aparat penegak hukum tetap dilakukan untuk mendukung kelancaran penyidikan hingga perkara diselesaikan sesuai ketentuan yang berlaku. (detikNews, 2026).
Peristiwa ini menjadi perhatian publik karena melibatkan seorang prajurit aktif TNI AD sebagai korban tindak pidana kekerasan. Aparat berharap proses hukum yang transparan dapat memberikan rasa keadilan bagi keluarga korban. Selain itu, penyelesaian kasus ini diharapkan menjadi pembelajaran agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi. (detikNews, 2026).
Penanganan Kasus Diharapkan Berjalan Transparan
Kasus pembunuhan Prada Arif Budi Sampurna menjadi salah satu perkara kriminal yang menyita perhatian masyarakat dalam beberapa hari terakhir. Ke depan, kepolisian akan terus mengembangkan penyidikan hingga seluruh fakta dan pihak yang bertanggung jawab dapat diungkap berdasarkan alat bukti yang sah. (detikNews, 2026).
Ikuti perkembangan terbaru mengenai penegakan hukum, peristiwa kriminal, dan berita nasional lainnya hanya di Garap Media. Temukan juga artikel informatif lain yang disusun berdasarkan sumber resmi dan media terpercaya agar memperoleh informasi yang akurat dan berimbang.
Referensi
