Kebakaran Way Kambas Capai 673 Hektare, Api Masih Belum Padam

Last Updated: 23 August 2026, 02:10

Bagikan:

Kebakaran Way Kambas
Kebakaran melanda kawasan Taman Nasional Way Kambas hingga mencapai sekitar 673 hektare, sementara petugas gabungan terus melakukan upaya pemadaman. Sumber gambar: Taman Nasional Way Kambas.
Table of Contents

Kebakaran Way Kambas masih melanda kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Lampung Timur, hingga Sabtu (22/8/2026). Dampak kebakaran diperkirakan mencapai sekitar 673,4 hektare kawasan konservasi, sementara petugas gabungan masih berupaya mengendalikan api yang belum sepenuhnya padam (detikNews, 2026).

Kebakaran Way Kambas Meluas hingga 673,4 Hektare

Titik awal kebakaran berada di Blok Jati 3, Resort Kuala Penet, SPTN Wilayah III Kuala Penet, Kecamatan Braja Selebah. Dari lokasi tersebut, api kemudian merembet menuju kawasan Rawa Mbah Sapon, Grid 7S (Metro TV, 2026).

Pantauan terhadap kebakaran mulai dilakukan sejak Jumat siang. Pergerakan api semakin meluas pada Sabtu akibat kondisi vegetasi yang kering serta tiupan angin di sekitar kawasan.

Berdasarkan laporan sementara, area yang terdampak mencapai sekitar 673,4 hektare. Petugas masih melakukan pendataan sehingga luas tersebut berpotensi berubah mengikuti perkembangan penanganan di lapangan (Metro TV, 2026).

Beberapa fakta utama mengenai kebakaran TNWK meliputi:

  • Kondisi api masih berkobar hingga Sabtu siang.
  • Luas kawasan terdampak diperkirakan mencapai 673,4 hektare.
  • Lokasi awal kebakaran berada di Blok Jati 3, Resort Kuala Penet.
  • Pergerakan api mengarah ke kawasan Rawa Mbah Sapon.
  • Upaya penanganan dilakukan melalui pemadaman dan penyekatan.

Petugas Gabungan Hadapi Medan Sulit di Taman Nasional Way Kambas

Proses pemadaman menghadapi sejumlah kendala di lapangan. Akses menuju titik api yang sulit dijangkau kendaraan menjadi salah satu hambatan utama bagi tim gabungan (Metro TV, 2026).

Tiupan angin yang cukup kencang turut mempercepat pergerakan api di kawasan konservasi. Kondisi tersebut membuat petugas mengandalkan metode pemadaman manual dengan peralatan yang dapat dibawa langsung menuju lokasi.

Kepala Balai TNWK MHD Zaidi menyebut akses menuju titik kebakaran menjadi salah satu kendala dalam proses penanganan. Meski demikian, tim gabungan yang terdiri atas unsur TNI, Polri, dan relawan tetap melanjutkan pemadaman di tengah kondisi medan yang menyulitkan mobilisasi (Metro TV, 2026).

Peralatan manual yang digunakan petugas antara lain:

  • Tangki semprot manual jenis Alpa untuk membantu proses pemadaman.
  • Pemukul api berbahan kayu atau gepyok digunakan untuk mengendalikan api di permukaan.
  • Peralatan pemadaman darat dibawa menuju titik yang sulit dijangkau kendaraan.
  • Sekat bakar dibuat untuk membatasi pergerakan api agar tidak semakin meluas.

29 Personel Gabungan Dikerahkan untuk Padamkan Api

Penanganan kebakaran melibatkan personel dari sejumlah unsur. Sebanyak 14 Polisi Kehutanan bersama Masyarakat Mitra Polhut, 10 personel Polsek Braja Selebah, dan lima prajurit TNI dari Koramil Way Jepara dikerahkan ke lokasi (Metro TV, 2026).

Pemadaman dan penyekatan dilakukan secara bersamaan di sekitar titik api. Pemantauan terhadap arah pergerakan kebakaran juga terus dilakukan untuk mencegah api menjalar ke kawasan konservasi lainnya.

Kekuatan tambahan kemudian dikerahkan untuk memperkuat penanganan di lapangan. Kodam XXI/Radin Inten mengirim Yonif TP 943/Darah Putih Cakti dengan dukungan dua mobil pemadam, satu mobil tangki air, truk NPS, dan drone (Lintas Lampung, 2026).

Dukungan tersebut digunakan untuk beberapa kebutuhan penanganan, antara lain:

  • Pemadaman darat diperkuat dengan tambahan personel dan kendaraan.
  • Pasokan air dibawa menggunakan mobil tangki menuju lokasi yang memungkinkan.
  • Pemantauan titik api dilakukan dengan bantuan drone.
  • Pencegahan penyebaran menjadi fokus melalui penyekatan di area tertentu.

Kebakaran Way Kambas Dorong Persiapan Pemadaman Udara

Dukungan dari udara mulai dipersiapkan untuk membantu menangani kebakaran. Kodam XXI/Radin Inten berkoordinasi dengan BPBD Lampung untuk menyiapkan operasi modifikasi cuaca atau hujan buatan pada Senin (25/8/2026) (Lintas Lampung, 2026).

Koordinasi penggunaan helikopter water bombing dari Palembang juga dilakukan. Bantuan tersebut diharapkan mampu menjangkau titik api yang sulit diakses melalui jalur darat.

Pemadaman udara menjadi salah satu opsi penting karena sebagian wilayah terdampak berada di medan yang tidak dapat dilalui kendaraan. Kondisi medan tersebut membuat metode pemadaman manual membutuhkan waktu dan tenaga yang lebih besar.

Kebakaran TNWK Ancam Kawasan Konservasi Lampung

Kebakaran di TNWK menjadi tantangan serius karena wilayah tersebut merupakan kawasan konservasi. Pergerakan api yang tidak segera dikendalikan berpotensi mengancam vegetasi dan habitat satwa di dalam kawasan.

Untuk membatasi penyebaran, petugas masih memprioritaskan pembuatan sekat di sekitar area terdampak. Strategi ini dilakukan untuk mengurangi peluang api mencapai wilayah yang lebih luas sambil menunggu dukungan pemadaman tambahan (Metro TV, 2026).

Hingga laporan terbaru, penyebab kebakaran belum ditetapkan. Pemantauan dan pendataan terhadap kondisi kawasan yang terdampak masih dilakukan oleh tim di lapangan.

Kebakaran Way Kambas Masih dalam Penanganan

Kebakaran Way Kambas telah berdampak pada sekitar 673,4 hektare kawasan berdasarkan data sementara. Api masih berkobar di sejumlah bagian TNWK, sedangkan petugas gabungan terus melakukan pemadaman dan penyekatan.

Penanganan juga diperkuat melalui pengerahan personel tambahan, peralatan pemadaman darat, pemantauan drone, serta persiapan dukungan udara. Perkembangan luas area terdampak dan kondisi api masih dapat berubah seiring proses pemadaman berlangsung.

Penanganan juga mendapatkan dukungan tambahan melalui pengerahan personel, peralatan darat, drone, serta rencana dukungan pemadaman udara. Pembaca yang ingin mengikuti perkembangan kebakaran dan isu lingkungan lainnya dapat membaca artikel terbaru di Garap Media.

Garap Media juga menghadirkan berbagai berita mengenai lingkungan, bencana, dan peristiwa daerah di Indonesia. Pembaca dapat mengikuti artikel lainnya untuk mendapatkan informasi terbaru mengenai perkembangan penanganan kebakaran Taman Nasional Way Kambas dan kondisi kawasan konservasi Indonesia.

Referensi

/ Stay Connected /

802

Ikuti

1

Ikuti

169

Ikuti

13

Ikuti

/ Media Promosi /

Pasang Iklan & Promosikan Brand Anda di Garap Media!

Tampilkan produk, layanan, atau acara Anda di halaman kami dan jangkau ribuan pembaca setiap hari. Hubungi kami untuk penawaran kerja sama dan paket promosi terbaik.

/ Berita Lainnya /