Garap Media – Pasar smartphone dunia sedang menghadapi perubahan besar. Ketika penjualan ponsel biasa mulai menghadapi tekanan, HP lipat justru menjadi salah satu segmen yang masih mampu tumbuh. International Data Corporation (IDC) memperkirakan pengiriman smartphone global turun 13,9 persen pada 2026, tetapi pengiriman perangkat lipat justru diprediksi tumbuh 20 persen pada tahun yang sama. (IDC)
Angka tersebut membuat HP lipat semakin sulit dianggap sebagai produk eksperimental. Perangkat yang dulu identik dengan harga sangat mahal dan teknologi layar yang belum matang kini mulai mendapatkan desain lebih tipis, kamera lebih baik, serta fitur AI. Namun, pertanyaan besarnya tetap sama: apakah HP lipat benar-benar akan menguasai pasar smartphone dunia, atau hanya menjadi produk premium untuk kelompok tertentu?
1. HP Lipat Menjadi Salah Satu Segmen yang Masih Tumbuh
Ketika pasar smartphone secara keseluruhan menghadapi penurunan, HP lipat menunjukkan arah yang berbeda. IDC menyebut foldable menjadi satu-satunya segmen yang mampu tumbuh sekaligus mempertahankan harga premium pada 2026. Kondisi ini membuat produsen memiliki alasan kuat untuk terus mengembangkan kategori tersebut. (IDC)
Pertumbuhan tersebut juga menunjukkan perubahan perilaku konsumen. Pengguna tidak lagi hanya mencari spesifikasi kamera atau prosesor yang lebih tinggi. Mereka mulai tertarik pada bentuk perangkat yang menawarkan pengalaman berbeda dari smartphone konvensional. Jika harga semakin terjangkau, HP lipat berpotensi bergerak dari produk niche menjadi pilihan utama sebagian konsumen.
2. Layar Besar dalam Satu Perangkat Jadi Senjata Utama
Keunggulan terbesar HP lipat adalah kemampuannya menawarkan layar besar tanpa kehilangan portabilitas. Perangkat model fold dapat digunakan seperti smartphone ketika tertutup, lalu berubah menjadi layar lebih luas ketika dibuka. Konsep tersebut membuat perangkat menarik bagi pengguna yang sering multitasking, membaca dokumen, menonton video, atau bekerja melalui ponsel.
Samsung sendiri menggambarkan Galaxy Z Fold sebagai perangkat yang menggabungkan portabilitas smartphone dengan pengalaman layar besar seperti tablet. Pada Galaxy Z Fold7, perusahaan juga memperkenalkan desain yang lebih tipis dan ringan serta layar besar yang ditujukan untuk produktivitas. (Samsung Global Newsroom) Jika produsen lain terus mengejar desain serupa, batas antara smartphone dan tablet bisa semakin kabur.
3. Apple Bisa Mengubah Persaingan HP Lipat
Salah satu perubahan terbesar yang diperkirakan terjadi adalah masuknya Apple ke pasar smartphone lipat. IDC menyebut kehadiran Apple pada paruh kedua 2026 sebagai salah satu faktor penting yang mendorong pertumbuhan segmen foldable tahun ini. (IDC)
Jika Apple benar-benar masuk dan produknya diterima pasar, persaingan HP lipat dapat berubah drastis. Pengguna iPhone yang selama ini menunggu perangkat lipat dari Apple berpotensi menjadi pasar baru yang sangat besar. Kehadiran Apple juga dapat mendorong produsen Android mempercepat inovasi, menekan harga, dan memperbaiki daya tahan perangkat agar tetap kompetitif.
4. Harga Masih Menjadi Tembok Besar
Meski pertumbuhannya menarik, HP lipat belum bisa disebut sebagai perangkat massal. Salah satu hambatan terbesarnya adalah harga. Teknologi layar fleksibel, engsel, material khusus, serta proses manufaktur yang lebih kompleks membuat biaya perangkat masih relatif tinggi dibandingkan smartphone biasa.
Counterpoint Research sebelumnya mencatat harga dan daya tahan masih menjadi tantangan utama bagi pertumbuhan foldable. Di Eropa, misalnya, HP lipat hanya menyumbang sekitar 1,5 persen penjualan smartphone pada kuartal pertama 2025. (Counterpoint Research) Angka tersebut menunjukkan popularitasnya meningkat, tetapi jaraknya dengan smartphone konvensional masih sangat jauh.
5. Daya Tahan Akan Menentukan Masa Depan HP Lipat
Konsumen juga memiliki satu kekhawatiran yang sulit diabaikan, yaitu ketahanan. Smartphone biasa memiliki layar kaku yang relatif sederhana dibandingkan mekanisme layar lipat. HP lipat harus menghadapi penggunaan engsel berulang, tekanan pada layar fleksibel, serta kebutuhan menjaga perangkat tetap tipis.
Produsen kini berusaha menjawab masalah tersebut melalui material baru dan desain engsel yang lebih kuat. Samsung, misalnya, menyebut generasi Galaxy Z terbaru dirancang lebih tipis, ringan, dan tahan lama dibandingkan generasi sebelumnya. (Samsung Global Newsroom) Jika daya tahan semakin mendekati smartphone biasa, salah satu alasan terbesar konsumen menolak HP lipat akan perlahan hilang.
6. AI Bisa Membuat HP Lipat Semakin Berguna
AI berpotensi menjadi alasan baru bagi konsumen untuk membeli HP lipat. Layar besar memberikan ruang lebih luas untuk menjalankan beberapa aplikasi sekaligus, mengedit dokumen, melihat hasil AI, atau menggunakan asisten digital. Kombinasi layar besar dan AI dapat membuat perangkat terasa lebih seperti komputer mini.
Samsung sudah menggabungkan Galaxy AI dengan layar besar pada perangkat foldable untuk mendukung pencarian, interaksi berbasis suara, dan aktivitas multitasking. (Samsung Global Newsroom) Jika pengembang aplikasi mulai merancang layanan khusus untuk layar fleksibel dan AI, keunggulan HP lipat bisa menjadi jauh lebih sulit ditiru smartphone biasa.
7. HP Lipat Belum Tentu Menguasai Semua Pasar
Pertumbuhan 20 persen pada 2026 memang sangat menarik, tetapi angka tersebut tidak berarti HP lipat akan segera menggantikan smartphone biasa. IDC masih menempatkan foldable sebagai bagian kecil dari keseluruhan pasar smartphone global. (IDC) Smartphone konvensional tetap unggul dalam harga, pilihan model, ketahanan, dan kemudahan produksi.
Namun, industri sedang memasuki fase penting. Counterpoint Research memperkirakan pasar foldable dapat mengalami perubahan besar pada 2026 setelah sebelumnya menghadapi perlambatan, dengan masuknya pemain baru dan meningkatnya jumlah model clamshell. (Counterpoint Research) Artinya, HP lipat mungkin belum menjadi mayoritas, tetapi pengaruhnya terhadap desain smartphone semakin besar.
HP Lipat Akan Menguasai Pasar?
Jawabannya kemungkinan bukan dalam waktu dekat. Smartphone biasa masih memiliki keunggulan harga dan ekosistem yang jauh lebih luas, sementara HP lipat harus membuktikan bahwa layar fleksibel benar-benar memberikan manfaat yang sepadan dengan harga tambahan.
Tetapi arah industrinya sudah terlihat. IDC memprediksi HP lipat tumbuh 20 persen pada 2026 ketika pasar smartphone secara keseluruhan justru diperkirakan anjlok 13,9 persen. (IDC) Jika harga turun, daya tahan meningkat, dan Apple benar-benar memperluas persaingan, posisi foldable dapat berubah cepat.
Penutup
HP lipat mungkin belum akan menggantikan smartphone biasa dalam waktu singkat. Namun, pertumbuhannya menunjukkan konsumen mulai terbuka terhadap bentuk perangkat baru yang menawarkan layar lebih besar tanpa harus membawa tablet.
Tantangan terbesar industri sekarang adalah harga, ketahanan, ketebalan, dan manfaat nyata. Jika empat masalah tersebut berhasil diselesaikan, HP lipat tidak lagi menjadi sekadar gadget mahal untuk penggemar teknologi.
Justru sebaliknya, perangkat ini bisa menjadi salah satu wajah utama industri smartphone generasi berikutnya. Pasar mungkin belum dikuasai HP lipat hari ini, tetapi perlombaan untuk merebut masa depan smartphone sudah dimulai.
Sumber Referensi
- International Data Corporation (IDC) – Worldwide Smartphone Market Forecast 2026
https://www.idc.com/resource-center/blog/worldwide-smartphone-market-to-decline-13-9-in-2026-as-memory-crisis-and-us-iran-war-constrain-growth/ - Counterpoint Research – Foldable Smartphone Market Forecast
https://www.counterpointresearch.com/insight/foldable-smartphone-market-to-see-its-first-decline-in-2025-before-robust-comeback-in-2026/ - Counterpoint Research – Europe Foldable Smartphone Market
https://www.counterpointresearch.com/insight/europe-foldable-smartphone-market-is-flatlining-but-competition-continues-to-intensify/ - Samsung Newsroom – Galaxy Z Series
https://news.samsung.com/global/thin-light-and-built-to-last-the-new-era-of-the-galaxy-z-series
