Kebakaran Kebayoran Lama Hanguskan 18 Rumah, 150 Jiwa Kehilangan Hunian

Last Updated: 24 September 2026, 08:16

Bagikan:

Kebakaran Kebayoran Lama
Kebakaran di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, berdampak pada 150 jiwa dan menghanguskan 18 rumah serta empat tempat usaha. Sumber gambar: ANTARA/Luthfia Miranda Putri.
Table of Contents

Kebakaran Kebayoran Lama menghanguskan 18 rumah tinggal dan empat tempat usaha di Jalan Teuku Nyak Arif, RT 05/01, Kebayoran Lama Utara, Jakarta Selatan, Selasa (22/9) malam. Peristiwa tersebut berdampak pada 150 jiwa yang kehilangan tempat tinggal, tetapi tidak menimbulkan korban jiwa. Petugas mengerahkan 24 unit mobil pemadam kebakaran dan 128 personel untuk mengendalikan api di area seluas 1.205 meter persegi. (ANTARA News, 2026)

Kebakaran Kebayoran Lama Berdampak pada 150 Jiwa

Kebakaran Kebayoran Lama membuat 150 jiwa kehilangan tempat tinggal. Api membakar 18 rumah tinggal dan empat tempat usaha yang berada di kawasan permukiman tersebut. Kondisi itu membuat warga terdampak harus meninggalkan hunian mereka setelah api meluas ke sejumlah bangunan. (ANTARA News, 2026)

Petugas menerima laporan kebakaran pada pukul 20.31 WIB melalui saluran telepon darurat. Laporan tersebut masuk ketika api sudah membesar dan mulai mengancam bangunan di sekitar lokasi.

Petugas kemudian mengerahkan 24 unit mobil pemadam kebakaran dengan dukungan 128 personel. Tim pemadam menangani kebakaran yang melanda bangunan di atas lahan seluas 1.205 meter persegi.

Penanganan kebakaran menghasilkan beberapa catatan utama:

  • 18 rumah tinggal terbakar.
  • 4 tempat usaha ikut terdampak.
  • 150 jiwa kehilangan tempat tinggal.
  • 24 unit mobil pemadam dikerahkan.
  • 128 personel terlibat dalam pemadaman.
  • 1.205 meter persegi area terdampak kebakaran.

Petugas berhasil melokalisasi api pada pukul 21.20 WIB. Petugas kemudian memulai proses pendinginan pada pukul 21.33 WIB. Seluruh proses pemadaman selesai pada pukul 24.00 WIB. (ANTARA News, 2026)

Kebakaran Kebayoran Lama Diduga Berawal dari Rumah Kontrakan

Api diduga pertama kali muncul dari sebuah rumah kontrakan yang berada di dekat lampu merah. Api kemudian menjalar ke bagian belakang rumah sebelum menyebar ke bangunan lain di sekitarnya. Warga sempat menggunakan alat pemadam api ringan untuk menghentikan penyebaran api, tetapi upaya tersebut tidak berhasil. (ANTARA News, 2026)

Petugas menduga korsleting listrik menjadi penyebab awal kebakaran. Dugaan tersebut muncul berdasarkan hasil keterangan yang diperoleh petugas setelah menangani kejadian. Pemeriksaan lebih lanjut tetap diperlukan untuk memastikan penyebab kebakaran secara menyeluruh. (ANTARA News, 2026)

Kecepatan penyebaran api menjadi salah satu persoalan dalam penanganan kebakaran tersebut. Jarak antarbangunan yang berdekatan membuat kobaran api berpotensi menjalar ke kawasan lain.

Petugas berhasil mencegah api meluas ke bangunan gedung dan wilayah yang terpisah oleh gang. Penanganan tersebut membantu membatasi area terdampak meskipun kebakaran sudah membakar sejumlah rumah dan tempat usaha. (ANTARA News, 2026)

Pemadaman Kebakaran Kebayoran Lama Menghasilkan Kerugian Rp1,2 Miliar

Kebakaran Kebayoran Lama menimbulkan kerugian material yang diperkirakan mencapai Rp1,2 miliar. Nilai kerugian tersebut berasal dari kerusakan 18 rumah tinggal dan empat tempat usaha yang terbakar dalam kejadian tersebut. (ANTARA News, 2026)

Petugas menyelesaikan pemadaman setelah melewati tahap pelokalisasian dan pendinginan. Proses tersebut bertujuan memastikan tidak terdapat titik api yang kembali menyala setelah kobaran utama berhasil dikendalikan.

Warga juga menghadapi dampak ekonomi setelah kehilangan tempat tinggal dan barang milik mereka. Pemilik tempat usaha turut menghadapi kerugian karena bangunan yang digunakan untuk kegiatan ekonomi ikut terbakar.

Penanganan Warga Terdampak Kebakaran Kebayoran Lama Berlanjut

Penanganan warga terdampak berlanjut setelah proses pemadaman selesai. Pendataan dilakukan untuk memastikan kebutuhan warga yang kehilangan rumah dan dokumen akibat kebakaran dapat ditangani.

Data lanjutan menunjukkan 180 warga dari 18 kepala keluarga kemudian didata ulang oleh Suku Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Jakarta Selatan. Pendataan tersebut dilakukan untuk membantu warga memperoleh kembali dokumen kependudukan yang hilang atau rusak akibat kebakaran. (ANTARA News, 2026)

Sebanyak 89 warga menempati tenda pengungsian, sedangkan warga lainnya mengungsi secara mandiri di rumah kerabat. Dokumen yang dapat diterbitkan kembali mencakup Kartu Keluarga, Kartu Tanda Penduduk, dan Kartu Identitas Anak. (ANTARA News, 2026)

Kebakaran Kebayoran Lama menunjukkan dampak besar kebakaran permukiman terhadap kehidupan warga. Peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa, tetapi kehilangan hunian dan kerugian material menjadi persoalan utama yang harus ditangani setelah bencana.

Pembaca dapat mengikuti artikel Garap Media lainnya untuk mendapatkan informasi terbaru mengenai kebakaran, bencana, dan berbagai peristiwa yang terjadi di Jakarta serta wilayah Indonesia lainnya. Garap Media menghadirkan berita aktual dengan pembahasan yang ringkas dan informatif.

Garap Media juga menyajikan berbagai informasi nasional, sosial, dan peristiwa daerah. Pembaca dapat terus mengikuti artikel Garap Media untuk mengetahui perkembangan penanganan warga terdampak dan berbagai kabar terbaru lainnya.

Referensi

/ Stay Connected /

802

Ikuti

1

Ikuti

169

Ikuti

13

Ikuti

/ Media Promosi /

Pasang Iklan & Promosikan Brand Anda di Garap Media!

Tampilkan produk, layanan, atau acara Anda di halaman kami dan jangkau ribuan pembaca setiap hari. Hubungi kami untuk penawaran kerja sama dan paket promosi terbaik.

/ Berita Lainnya /