Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda kawasan Pegunungan Ijen, Banyuwangi, Jawa Timur, hingga mendekati Pondok Bunder pada Jumat (4/9/2026). Kondisi tersebut membuat akses pendakian menuju Kawah Ijen ditutup sementara karena api masih mengancam kawasan jalur pendakian dan petugas masih melakukan pemadaman. (Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, 2026)
Karhutla Ijen Mendekati Pondok Bunder
Api pertama kali terdeteksi di kawasan hutan dan perkebunan Pasewaran, Kecamatan Kalipuro, pada Rabu (2/9/2026). Petugas BPBD Banyuwangi kemudian melakukan asesmen dan penanganan awal untuk menghambat pergerakan api.
Upaya awal sempat berhasil mengendalikan api pada sore hari. Namun, api kembali merambat pada malam hari dan bergerak menuju kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen. (BPBD Kabupaten Banyuwangi, 2026)
Kebakaran kemudian berkembang menjadi ancaman langsung bagi jalur wisata. Api yang bergerak menuju Pondok Bunder membuat kawasan pendakian membutuhkan pengamanan lebih ketat.
Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur akhirnya menghentikan seluruh aktivitas kunjungan di TWA Kawah Ijen mulai 4 September 2026. Penutupan berlaku sampai batas waktu yang belum ditentukan karena petugas masih menangani kebakaran. (BBKSDA Jawa Timur, 2026)
Penutupan Kawah Ijen Prioritaskan Keselamatan Pengunjung
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menetapkan keselamatan pengunjung sebagai alasan utama penutupan jalur pendakian. Ipuk juga meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk memperkuat dukungan terhadap proses pemadaman.
Keputusan tersebut mencakup aktivitas wisata di kawasan Kawah Ijen. Kebijakan itu juga memberikan ruang bagi petugas untuk menjalankan operasi pemadaman tanpa aktivitas pengunjung di sekitar lokasi terdampak.
Beberapa pertimbangan utama penutupan kawasan meliputi:
- Api bergerak mendekati jalur pendakian menuju Kawah Ijen.
- Petugas masih melakukan pemadaman dan pemantauan di lapangan.
- Kondisi kebakaran dapat membahayakan wisatawan dan pekerja kawasan.
- Penutupan memberikan ruang bagi tim gabungan untuk melakukan penanganan.
ANTARA melaporkan BBKSDA Jawa Timur menetapkan penutupan untuk meminimalkan risiko terhadap pengunjung. Keputusan tersebut berlaku untuk kawasan TWA Kawah Ijen yang berada di wilayah Banyuwangi dan Bondowoso. (ANTARA, 2026)
Tim Gabungan Lakukan Pemadaman di Kawasan Ijen
Penanganan karhutla berlanjut hingga Kamis dini hari ketika tim gabungan melakukan penyemprotan di sekitar kawasan TWA Ijen. Petugas memulai penyemprotan sekitar pukul 02.00 WIB dan melakukan pemantauan tambahan di wilayah hutan Desa Tamansari.
BPBD Banyuwangi mengerahkan tim penyelamat untuk menangani titik api yang masih dapat dijangkau melalui jalur darat. Petugas juga membawa dua toren air untuk mempermudah distribusi air menuju lokasi kebakaran. (BPBD Kabupaten Banyuwangi, 2026)
Penanganan lapangan melibatkan sejumlah unsur pemerintah dan masyarakat. Tim gabungan terdiri dari BPBD, BBKSDA Jawa Timur, TNI, Polri, Perhutani, relawan, masyarakat peduli api, serta kelompok yang berkaitan dengan aktivitas wisata Ijen. (BBKSDA Jawa Timur, 2026)
Jet Pump Disiapkan untuk Mendukung Pemadaman
Petugas juga menyiapkan sekitar 15 unit jet pump sebagai bagian dari dukungan pemadaman. Peralatan tersebut memiliki jangkauan semprotan sekitar 15 meter sehingga dapat membantu petugas menjangkau area yang masih memungkinkan ditangani dari jalur darat.
Penggunaan peralatan darat menjadi bagian dari strategi penanganan karena medan Pegunungan Ijen memiliki kontur yang menyulitkan mobilitas petugas. BPBD Banyuwangi juga mengajukan kemungkinan penanganan melalui udara kepada BPBD Jawa Timur untuk mendukung pemadaman dalam skala lebih besar. (BPBD Kabupaten Banyuwangi, 2026)
BBKSDA Jatim Pantau Pergerakan Api di Kawah Ijen
Kebakaran di kawasan Ijen tidak hanya membutuhkan pemadaman, tetapi juga pemantauan terhadap arah pergerakan api. BBKSDA Jawa Timur melakukan pengecekan lapangan untuk memastikan posisi titik panas dan perkembangan kebakaran di kawasan konservasi.
Pada 3 September 2026, tim melakukan pemeriksaan titik panas di Cagar Alam Kawah Ijen Merapi Ungup-Ungup menggunakan kendaraan roda empat dan sepeda motor trail. Pemeriksaan tersebut bertujuan mengumpulkan data lapangan sekaligus menentukan langkah penanganan berikutnya. (BBKSDA Jawa Timur, 2026)
Kebakaran kemudian memasuki kawasan TWA Kawah Ijen pada 4 September 2026. Perkembangan tersebut membuat pengelola memperketat akses dan menghentikan kegiatan wisata sampai kondisi kawasan dinyatakan aman.
Penutupan jalur pendakian Kawah Ijen menjadi langkah pencegahan untuk mengurangi risiko korban selama proses pemadaman berlangsung. Pengunjung juga perlu mengikuti seluruh arahan petugas selama kawasan masih berada dalam kondisi darurat.
Masyarakat dan wisatawan perlu menghindari aktivitas yang dapat menimbulkan sumber api di sekitar kawasan hutan. Kondisi vegetasi kering selama musim kemarau dapat meningkatkan risiko penyebaran kebakaran di kawasan pegunungan.
Penanganan Karhutla Ijen Masih Berlangsung
Tim gabungan masih bersiaga untuk mengendalikan karhutla di Pegunungan Ijen. Petugas terus memantau titik api, melakukan pemadaman melalui jalur darat, serta menyiapkan dukungan tambahan apabila kondisi kebakaran membutuhkan penanganan lebih besar.
Kawasan TWA Kawah Ijen akan tetap ditutup sampai kondisi kebakaran terkendali dan keamanan kawasan dapat dipastikan. BBKSDA Jawa Timur belum menetapkan waktu pembukaan kembali karena keputusan tersebut bergantung pada perkembangan penanganan di lapangan. (ANTARA, 2026)
Perkembangan karhutla Ijen menunjukkan pentingnya pengawasan kawasan konservasi selama periode dengan risiko kebakaran tinggi. Penutupan sementara juga memberikan kesempatan bagi petugas untuk memprioritaskan pemadaman tanpa membahayakan pengunjung.
Garap Media akan terus menghadirkan informasi terbaru mengenai kebakaran hutan, kondisi kawasan wisata, serta perkembangan penanganan bencana di berbagai daerah. Pembaca dapat mengikuti artikel Garap Media lainnya untuk mendapatkan informasi terkini mengenai peristiwa nasional dan daerah.
Referensi
