Petarung UFC asal Indonesia, Jeka Saragih, menjadi sorotan publik setelah turun langsung memperbaiki jalan rusak di kampung halamannya, Desa Bah Pasussang, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. Perbaikan tersebut dilakukan menggunakan dana pribadi dengan menyewa alat berat untuk meratakan sejumlah titik jalan yang selama ini menjadi keluhan masyarakat karena merupakan akses utama warga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. (detikSumut, 2026; Kaldera.id, 2026).
Aksi tersebut menarik perhatian masyarakat setelah video proses perbaikan jalan beredar di media sosial. Langkah Jeka dinilai sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi infrastruktur di daerah asalnya sekaligus membantu warga agar tetap dapat melintasi jalan tersebut dengan lebih aman meskipun perbaikan yang dilakukan masih bersifat sementara. (detikSumut, 2026).
Jeka Saragih Menggunakan Dana Pribadi untuk Memperbaiki Jalan
Jeka Saragih memilih memperbaiki jalan secara mandiri karena kondisi ruas jalan tersebut telah lama dikeluhkan warga. Jalan tersebut menjadi jalur utama yang digunakan masyarakat untuk beraktivitas, sehingga kerusakan yang terjadi dinilai cukup mengganggu mobilitas sehari-hari. (Kaldera.id, 2026).
Dalam proses perbaikannya, Jeka menyewa ekskavator untuk melakukan pengerasan dan perataan jalan pada sejumlah titik yang mengalami kerusakan. Perbaikan tersebut dilakukan agar kendaraan roda dua maupun roda empat dapat melintas dengan lebih mudah sebelum pemerintah melaksanakan pembangunan permanen. (detikSumut, 2026).
Jeka juga menjelaskan bahwa pekerjaan yang dilakukan bukan merupakan pembangunan permanen. Perbaikan tersebut hanya bersifat sementara agar masyarakat tidak terus mengalami kesulitan saat melintasi jalan yang rusak. (Kaldera.id, 2026).
Jalan Rusak Menjadi Keluhan Warga Desa Bah Pasussang
Kerusakan jalan di Desa Bah Pasussang telah menjadi perhatian masyarakat karena ruas tersebut merupakan akses penting yang menghubungkan aktivitas warga. Kondisi jalan yang rusak menyebabkan perjalanan menjadi lebih sulit, terutama saat cuaca buruk yang berpotensi memperparah kerusakan jalan. (Kaldera.id, 2026).
Melalui aksi tersebut, Jeka berharap masyarakat dapat memperoleh akses jalan yang lebih layak sembari menunggu pelaksanaan pembangunan dari pemerintah. Inisiatif tersebut juga menjadi bentuk kepedulian terhadap kampung halaman yang telah membesarkan dirinya sebelum berkarier di dunia MMA internasional. (Kaldera.id, 2026).
Dampak Perbaikan Sementara bagi Warga
Perbaikan sementara yang dilakukan Jeka memberikan sejumlah manfaat bagi masyarakat, antara lain:
- Mempermudah akses kendaraan melewati jalan yang rusak.
- Mengurangi risiko kecelakaan akibat permukaan jalan yang tidak rata.
- Membantu aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat.
- Memberikan solusi sementara sebelum pembangunan permanen dilakukan pemerintah. (Kaldera.id, 2026).
Bobby Nasution Pastikan Jalan Sudah Masuk Program Perbaikan
Aksi Jeka Saragih turut mendapat tanggapan dari Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution. Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menyatakan telah berkomunikasi dengan Jeka terkait kondisi jalan tersebut. Ruas jalan yang diperbaiki secara mandiri oleh Jeka disebut memang telah masuk dalam program pembangunan pemerintah provinsi. (detikSumut, 2026).
Pemerintah menjelaskan bahwa proses perbaikan permanen akan dilakukan secara bertahap karena lokasi tersebut memiliki titik longsor yang harus ditangani terlebih dahulu. Perbaikan struktur dasar jalan menjadi prioritas agar pengaspalan yang dilakukan nantinya tidak mudah mengalami kerusakan kembali. (detikSumut, 2026).
Pemerintah juga menyampaikan bahwa proses tender telah selesai sehingga pelaksanaan pekerjaan struktural direncanakan dimulai pada tahun ini. Setelah struktur dasar diperbaiki, pengaspalan akan dilaksanakan pada tahap berikutnya sesuai dengan kondisi lapangan. (detikSumut, 2026).
Perbaikan Jalan Dinilai Menjadi Bentuk Kepedulian terhadap Kampung Halaman
Aksi Jeka Saragih menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan sekitar dapat dilakukan melalui langkah nyata sesuai kemampuan masing-masing. Perbaikan sementara yang dilakukan menggunakan dana pribadi menjadi solusi awal untuk membantu masyarakat memperoleh akses jalan yang lebih baik sembari menunggu pembangunan permanen dari pemerintah. (Kaldera.id, 2026).
Di sisi lain, pemerintah menegaskan bahwa pembangunan jalan tetap menjadi tanggung jawab negara. Perbaikan yang dilakukan masyarakat dipandang sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan, sementara pemerintah tetap melanjutkan rencana pembangunan yang telah disusun melalui perbaikan struktur jalan sebelum dilakukan pengaspalan. (detikSumut, 2026).
Aksi Jeka Saragih memperbaiki jalan rusak di Desa Bah Pasussang menunjukkan kepedulian seorang atlet terhadap kampung halamannya. Dengan menggunakan dana pribadi, Jeka berupaya memberikan solusi sementara agar masyarakat tetap dapat menggunakan akses jalan yang selama ini menjadi jalur utama aktivitas sehari-hari. (Kaldera.id, 2026).
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara juga memastikan bahwa ruas jalan tersebut telah masuk dalam program pembangunan dan akan mulai dikerjakan setelah penanganan struktur dasar serta titik longsor selesai dilakukan. Ikuti terus informasi terbaru seputar olahraga, tokoh inspiratif, dan perkembangan daerah hanya di Garap Media. Temukan juga artikel menarik lainnya agar tidak ketinggalan informasi terkini.
Referensi
