Cara Install Docker dan CasaOS di STB HG680P sebagai Home Server

Last Updated: 2 September 2026, 04:21

Bagikan:

Table of Contents

Pada artikel sebelumnya, kita sudah berhasil menginstal Armbian pada STB HG680P beserta driver yang diperlukan untuk proyek ini, sehingga perangkat sudah dapat digunakan sebagai mini server berbasis Linux. Akan tetapi, sebuah server akan lebih mudah dikelola jika dilengkapi dengan platform tambahan untuk mengelola aplikasi dan layanan.

Selanjutnya, kita akan melengkapi proses tersebut dengan menginstal Docker sebagai platform container dan memasang CasaOS sebagai antarmuka berbasis web untuk mengelola berbagai macam layanan dengan lebih mudah. Setelah seluruh proses selesai, STB pada proyek ini akan siap digunakan sebagai home server dan menjadi dasar untuk instalasi layanan lainnya seperti Portainer, Prometheus, Grafana, Node Exporter, dan cAdvisor.

Menghubungkan STB Melalui SSH

Pertama, sebelum melakukan instalasi Docker, kita harus mengakses sistem Armbian yang sudah berhasil diinstal pada STB melalui SSH. Pada proses sebelumnya, saya menggunakan PuTTY sebagai media akses Armbian. Namun, sekarang saya menggunakan terminal SSH bawaan Windows karena lebih praktis dan nyaman digunakan.

Sebelumnya juga sudah saya jelaskan bahwa penggunaan SSH Windows merupakan pilihan. Tidak ada perbedaan khusus dalam prosesnya. Teman-teman tetap dapat menggunakan PuTTY, monitor, atau SSH Windows sesuai kenyamanan masing-masing.

Langkah pertama, jalankan perintah berikut pada terminal Armbian untuk mengetahui alamat IP perangkat:

hostname -I

Jika perintah tersebut dijalankan, alamat IP STB akan muncul. Selanjutnya buka Command Prompt di Windows dengan mengetik cmd, kemudian hubungkan ke STB menggunakan perintah berikut:

ssh (nama stb)@(alamat IP)

Sesuaikan nama pengguna yang sudah didaftarkan dan alamat IP dengan konfigurasi masing-masing STB yang telah diinstal Armbian.

Instalasi Docker

Docker: Solusi Praktis Menjalankan Aplikasi Tanpa Ribet

Bagi para pengembang software, mengelola banyak aplikasi dalam satu sistem kemungkinan sering kali memicu bentrok antar-sistem. Di sinilah Docker hadir sebagai solusi cerdas. Platform berbasis container ini memungkinkan berbagai jenis aplikasi berjalan secara independen di lingkungan yang terisolasi.

Dengan Docker, alur kerja seperti instalasi, pengelolaan, hingga pemeliharaan sistem terasa jauh lebih simpel dan efisien. Kita tidak perlu lagi pusing memikirkan konfigurasi rumit yang biasa dijumpai saat melakukan instalasi aplikasi secara manual.

Memperbarui Repository Sistem

Langkah pertama adalah memperbarui repository sistem:

sudo apt update

Setelah itu, instal paket pendukung dengan menjalankan perintah berikut:

sudo apt install ca-certificates curl

Menambahkan Repository Resmi Docker

Selanjutnya, buat direktori untuk menyimpan GPG Key Docker:

sudo install -m 0755 -d /etc/apt/keyrings

Lalu unduh GPG Key resmi Docker dengan menjalankan perintah berikut:

sudo curl -fsSL https://download.docker.com/linux/ubuntu/gpg -o /etc/apt/keyrings/docker.asc

Berikan hak akses agar file tersebut dapat dibaca oleh sistem:

sudo chmod a+r /etc/apt/keyrings/docker.asc

Setelah itu, tambahkan repository resmi Docker:

sudo tee /etc/apt/sources.list.d/docker.sources <<EOF
Types: deb
URIs: https://download.docker.com/linux/ubuntu
Suites: $(. /etc/os-release && echo "${UBUNTU_CODENAME:-$VERSION_CODENAME}")
Components: stable
Architectures: $(dpkg --print-architecture)
Signed-By: /etc/apt/keyrings/docker.asc
EOF

Terakhir, lakukan pembaruan repository:

sudo apt update

Tunggu sampai proses selesai. Jika tidak terdapat pesan error, repository Docker berhasil diperbarui.

Menginstal Docker Engine

Langkah selanjutnya adalah menginstal Docker beserta seluruh komponennya menggunakan perintah berikut:

sudo apt install docker-ce docker-ce-cli containerd.io docker-buildx-plugin docker-compose-plugin

Paket yang akan diinstal meliputi Docker Engine, Docker CLI, Containerd, Buildx, dan Docker Compose Plugin. Tunggu sampai proses selesai karena proses ini membutuhkan beberapa menit dan bergantung pada kecepatan jaringan yang digunakan.

Verifikasi Instalasi

Setelah instalasi selesai, pastikan Docker berhasil terpasang dengan menjalankan perintah:

docker --version

Contoh hasilnya adalah Docker version 29.6.2, build dfc4efb. Pada proyek ini, Docker yang digunakan adalah versi 29.6.2.

Pengujian Docker

Untuk memastikan Docker berhasil menjalankan container dengan baik, kita akan menjalankan container bawaan hello-world sebagai pengujian:

sudo docker run hello-world

Apabila muncul pesan seperti berikut, berarti Docker telah berhasil berjalan:

Hello from Docker!

This message shows that your installation appears to be working correctly.

Dengan demikian, Docker telah siap digunakan sebagai platform utama untuk menjalankan berbagai layanan berbasis container dalam proyek ini. Selanjutnya kita akan menginstal CasaOS.

Instalasi CasaOS

Setelah instalasi Docker berhasil, langkah selanjutnya adalah memasang CasaOS. CasaOS adalah platform home server berbasis web dengan antarmuka sederhana untuk mengelola aplikasi, penyimpanan, serta layanan Docker tanpa harus selalu menggunakan terminal.

Membuat Direktori Instalasi

Langkah pertama, buat direktori sebagai lokasi instalasi CasaOS dengan perintah berikut:

sudo mkdir /opt/casaos

Masuk ke direktori tersebut:

cd /opt/casaos

Setelah berhasil masuk, kita akan menginstal CasaOS di dalam direktori tersebut.

Menginstal CasaOS

Cara menginstalnya adalah dengan menjalankan perintah berikut:

curl -fsSL https://get.casaos.io | sudo bash

Tunggu beberapa menit sampai proses instalasi selesai. Setelah berhasil, terminal akan menampilkan logo CasaOS dan alamat IP yang akan digunakan untuk mengakses dashboard CasaOS.

Mengakses Dashboard CasaOS

Langkah selanjutnya adalah membuka browser pada komputer atau laptop yang berada pada jaringan yang sama dengan STB, kemudian akses alamat IP yang diberikan atau ditampilkan saat proses instalasi selesai.

Sebagai contoh:

http://(alamat IP yang ditampilkan)

Jika halaman tersebut muncul, berarti CasaOS berhasil berjalan dan siap digunakan.

Konfigurasi Awal CasaOS

Saat pertama kali dibuka, CasaOS akan menampilkan halaman konfigurasi. Ikuti langkah-langkah berikut:

Klik Go, kemudian buat akun administrator dengan mengisi:

  • Username
  • Password
  • Konfirmasi Password

Setelah konfigurasi selesai, klik Create. Jika berhasil, halaman dashboard CasaOS akan muncul.

CasaOS telah berhasil diinstal dan dapat berjalan pada STB HG680P. Dashboard ini akan menjadi pusat pengelolaan server, sehingga proses instalasi dan pengelolaan aplikasi berbasis Docker selanjutnya dapat dilakukan melalui antarmuka web tanpa harus selalu menggunakan terminal.

Instalasi Portainer

Setelah Docker dan CasaOS berhasil diinstal, langkah selanjutnya adalah memasang Portainer. Portainer adalah aplikasi berbasis web yang memudahkan pengelolaan Docker melalui antarmuka grafis (GUI).

Dengan adanya Portainer, pengguna tidak perlu menjalankan seluruh perintah Docker melalui terminal. Berbeda dengan CasaOS, Portainer lebih berfokus pada pengelolaan Docker, sehingga sebagian besar proses administrasi container dapat dilakukan langsung melalui browser.

Membuat Direktori Portainer

Pertama, buat direktori yang akan digunakan untuk menyimpan konfigurasi serta data Portainer:

sudo mkdir /opt/portainer

Setelah itu, buat direktori penyimpanan data:

sudo mkdir /opt/portainer/portainer_data

Direktori portainer_data akan berfungsi untuk menyimpan seluruh konfigurasi Portainer sehingga data tetap tersimpan meskipun container dijalankan kembali.

Membuat File Docker Compose

Masuk ke direktori Portainer yang sudah dibuat, kemudian buat file docker-compose.yml:

cd /opt/portainer
sudo touch docker-compose.yml

Pastikan file berhasil dibuat:

ls -lh

Mengonfigurasi Docker Compose

Selanjutnya buka file menggunakan editor Nano:

sudo nano docker-compose.yml

Kemudian salin konfigurasi berikut:

services:
  portainer:
    container_name: portainer
    image: portainer/portainer-ce:lts
    restart: always
    volumes:
      - /var/run/docker.sock:/var/run/docker.sock
      - ./portainer_data:/data
    ports:
      - 9443:9443
      - 8000:8000
networks:
  default:
    name: portainer_network

Jika sudah, simpan file menggunakan:

  • Ctrl + O
  • Enter
  • Ctrl + X

Menjalankan Container Portainer

Langkah selanjutnya adalah menjalankan Docker Compose menggunakan perintah berikut:

sudo docker compose up -d

Tunggu beberapa menit sampai proses selesai. Setelah berhasil, pastikan container berjalan menggunakan perintah:

sudo docker ps

Apabila instalasi berhasil, container portainer akan memiliki status Up pada layar terminal.

Mengakses Dashboard Portainer

Setelah semua berhasil dijalankan, buka browser pada komputer yang berada dalam jaringan yang sama dengan STB. Kemudian akses alamat IP dan port 9443 yang telah dikonfigurasi di dalam docker-compose.yml.

https://(alamat IP STB):9443

Jika alamat IP dan port sudah dijalankan, browser akan menampilkan halaman Portainer. Karena Portainer menggunakan self-signed certificate, browser biasanya akan menampilkan peringatan keamanan.

Jangan panik. Pilih Advanced, kemudian klik Continue to (alamat IP STB) (unsafe) untuk melanjutkan. Setelah itu akan muncul halaman New Portainer Installation.

Selanjutnya kita tinggal mengisi konfigurasi yang diminta seperti:

  • Username
  • Password
  • Confirm Password
  • Setup Token

Pada bagian Setup Token, kita akan mengambil token tersebut melalui terminal STB.

Mengambil Setup Token

Pada versi terbaru yang digunakan dalam proyek ini, Portainer memerlukan Setup Token sebelum akun administrator dapat dibuat.

Jalankan perintah berikut di terminal STB:

sudo docker logs portainer 2>&1 | grep -i token

Jika berhasil, terminal akan menampilkan Setup Token. Salin token tersebut dan masukkan pada halaman konfigurasi Portainer.

Membuat Akun Administrator

Selanjutnya isi informasi berikut:

  • Username
  • Password
  • Confirm Password
  • Setup Token

Kemudian klik Create User. Jika berhasil, halaman utama Portainer akan langsung muncul.

Troubleshooting Setup Token (Jika Terjadi)

Pada proses instalasi yang saya lakukan dalam proyek ini, sempat muncul pesan berikut:

Your Portainer instance timed out for security purposes.

Atau kemungkinan muncul pesan error lainnya pada browser. Berdasarkan pengalaman saya dalam proyek ini, masalah tersebut terjadi karena kita terlalu lama berada pada halaman konfigurasi sehingga Setup Token menjadi kedaluwarsa. Akibatnya, proses pembuatan akun administrator tidak dapat dilanjutkan.

Jangan panik. Untuk mengatasinya, lakukan restart pada container Portainer menggunakan perintah berikut:

sudo docker restart portainer

Kemudian ambil kembali Setup Token dengan menjalankan perintah berikut:

sudo docker logs portainer 2>&1 | grep -i token

Gunakan Setup Token terbaru yang muncul setelah proses restart, biasanya berada pada bagian paling bawah. Kemudian ulangi proses pembuatan akun administrator hingga berhasil.

Dashboard Portainer

Setelah berhasil login, pengguna akan diarahkan ke halaman utama Portainer. Selanjutnya pilih menu Home untuk masuk ke environment Docker.

Dashboard Portainer menampilkan berbagai informasi mengenai Docker Engine yang sedang berjalan. Status Local dengan kondisi Up menunjukkan bahwa Portainer telah berhasil terhubung dengan Docker dan siap digunakan untuk mengelola container, image, volume, network, serta resource lainnya melalui antarmuka web.

Klik Home untuk masuk ke environment Docker.

Di atas merupakan halaman utama Portainer. Pada artikel ini, Docker, CasaOS, dan Portainer berhasil diinstal pada STB HG680P dengan sistem operasi Armbian.

Kesimpulan

Artikel ini memperlihatkan bagaimana STB HG680P sukses disulap menjadi home server berbasis Linux. Kombinasi Docker sebagai fondasi container, CasaOS untuk manajemen antarmuka yang sederhana, serta Portainer untuk pengelolaan Docker melalui dashboard membuat server kecil ini menjadi lebih berdaya guna.

Meski sempat terjadi masalah Setup Token Timeout saat mengonfigurasi Portainer, kendala tersebut dapat diatasi dengan melakukan restart container agar token baru terbentuk.

Dengan selesainya tahap setup ini, STB HG680P siap digunakan untuk menjalankan berbagai layanan berbasis containerization, termasuk rangkaian sistem monitoring seperti Prometheus, Grafana, Node Exporter, dan cAdvisor yang akan dibahas pada artikel berikutnya.

/ Stay Connected /

802

Ikuti

1

Ikuti

169

Ikuti

13

Ikuti

/ Media Promosi /

Pasang Iklan & Promosikan Brand Anda di Garap Media!

Tampilkan produk, layanan, atau acara Anda di halaman kami dan jangkau ribuan pembaca setiap hari. Hubungi kami untuk penawaran kerja sama dan paket promosi terbaik.

/ Berita Lainnya /