Hari Ekonomi Kreatif Nasional (Hekrafnas) 2026 akan diperingati pada 24 Oktober dengan rangkaian kegiatan yang melibatkan pelaku industri kreatif Indonesia di tujuh provinsi dan 17 negara. Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) menyiapkan beragam agenda yang mencakup kuliner, fesyen, produk lokal, dan karya kreatif lainnya untuk memperluas jangkauan pasar Indonesia ke tingkat internasional (ANTARA, 2026).
Hekrafnas 2026 Perluas Promosi Ekonomi Kreatif ke 17 Negara
Gekrafs memperluas perayaan Hekrafnas 2026 agar kegiatan promosi ekonomi kreatif tidak hanya terpusat di Jakarta. Organisasi tersebut melibatkan pelaku kreatif di berbagai daerah dan perwakilan luar negeri untuk memperkenalkan potensi Indonesia kepada audiens internasional.
Perayaan di luar negeri mencakup 17 negara, antara lain:
- Asia: Jepang, Singapura, Malaysia, Kazakhstan, Azerbaijan, Tiongkok, dan Turki.
- Eropa: Inggris, Jerman, Belanda, Portugal, Belgia, dan Rusia.
- Timur Tengah: Arab Saudi dan Uni Emirat Arab.
- Amerika dan Oseania: Amerika Serikat dan Australia.
Di dalam negeri, Gekrafs menggelar rangkaian kegiatan di tujuh provinsi, yaitu Sumatera Utara, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat, Maluku Utara, dan Papua Barat. Kegiatan daerah tersebut memberikan kesempatan bagi pelaku usaha kreatif dan UMKM untuk memperkenalkan produk sekaligus membangun jaringan bisnis (ANTARA, 2026).
Creative Village Hekrafnas 2026 Tampilkan Produk Lokal di Jakarta
Salah satu agenda utama Hekrafnas 2026 adalah Creative Village yang dijadwalkan berlangsung pada 21–25 Oktober 2026 di Hotel Kempinski Jakarta dan kawasan SCBD. Program ini menjadi etalase bagi produk kreatif pilihan Indonesia dalam rangkaian kegiatan World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026.
Creative Village menghadirkan ruang bagi pelaku industri untuk memperkenalkan karya kepada pengunjung, calon mitra, dan audiens yang lebih luas. Program ini juga mendukung pengembangan peluang kolaborasi serta perluasan akses pasar bagi produk kreatif Indonesia (Kementerian Ekonomi Kreatif, 2026).
Sejumlah subsektor yang menjadi bagian dari ekosistem ekonomi kreatif meliputi:
- Kuliner: makanan Nusantara yang memperkenalkan kekayaan cita rasa daerah.
- Fesyen: produk busana dan karya desain yang merepresentasikan kreativitas lokal.
- Kerajinan dan produk lokal: karya yang mengangkat identitas serta potensi daerah.
- Karya kreatif lainnya: produk inovatif yang membuka peluang kolaborasi lintas subsektor.
Rekacipta Nusantara Luncurkan IP Baru sebagai Maskot Kreativitas
Puncak perayaan Hekrafnas 2026 dijadwalkan berlangsung pada 24 Oktober melalui program Rekacipta Nusantara di Sampoerna Strategic Square, Jakarta. Gekrafs menyiapkan peluncuran intellectual property (IP) terbaru yang dirancang sebagai maskot kreativitas sekaligus representasi pengembangan karya kreatif Indonesia (ANTARA, 2026).
Program Rekacipta Nusantara juga menampilkan berbagai subsektor ekonomi kreatif, mulai dari kuliner Nusantara hingga fesyen dan bidang kreatif lainnya. Agenda tersebut membuka ruang bagi pelaku industri untuk memperkenalkan karya, membangun kolaborasi, dan memperluas peluang usaha.
Rangkaian kegiatan Hekrafnas 2026 membawa beberapa tujuan utama, yaitu:
- Memperluas pasar: memperkenalkan produk lokal kepada calon konsumen di dalam dan luar negeri.
- Mendorong kolaborasi: menghubungkan pelaku kreatif dengan komunitas dan mitra usaha.
- Mengangkat identitas budaya: memperkenalkan kekayaan budaya daerah melalui produk dan karya kreatif.
- Mengembangkan kekayaan intelektual: mendorong penciptaan IP yang berpotensi dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi.
Melalui agenda tersebut, Gekrafs berupaya memperkuat hubungan antara potensi kreatif daerah dan jaringan internasional. Keberhasilan upaya ini akan bergantung pada keberlanjutan promosi, kualitas produk, dan kemampuan pelaku usaha dalam menjangkau pasar yang lebih luas (ANTARA, 2026).
Hekrafnas 2026 menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk mengenal lebih jauh karya kreatif Indonesia dari berbagai daerah. Pembaca dapat mengikuti perkembangan acara, produk lokal, dan industri kreatif melalui artikel lainnya di Garap Media.
Jangan lewatkan pula berita tentang UMKM, tren fesyen, kuliner Nusantara, dan inovasi anak bangsa. Kunjungi Garap Media untuk mendapatkan informasi terbaru mengenai perkembangan ekonomi kreatif Indonesia dan peluangnya di pasar global.
Referensi
