GERD atau Gastroesophageal Reflux Disease adalah salah satu gangguan pencernaan yang paling sering diremehkan oleh banyak orang. Banyak yang menganggap GERD hanya sebagai “asam lambung naik” biasa, padahal kondisi ini bisa merusak jaringan kerongkongan hingga meningkatkan risiko kanker jika dibiarkan. Dalam beberapa tahun terakhir, angka kejadian GERD semakin meningkat, terutama pada usia produktif yang memiliki pola makan tidak teratur, stres tinggi, dan gaya hidup kurang sehat.
Di Indonesia, GERD juga menjadi salah satu penyebab terbanyak seseorang datang ke instalasi gawat darurat karena rasa nyeri dada yang mirip serangan jantung. Meski sering dianggap sepele, faktanya GERD adalah kondisi kronis yang membutuhkan pengelolaan jangka panjang, bukan hanya minum obat asam lambung ketika kambuh.
Apa Itu GERD dan Bagaimana Terjadi?
GERD terjadi ketika katup di bagian bawah kerongkongan, yang disebut LES (Lower Esophageal Sphincter), melemah atau tidak menutup dengan baik. Akibatnya, asam lambung dari perut naik kembali ke kerongkongan. Padahal, kerongkongan tidak memiliki lapisan perlindungan sekuat lambung sehingga mudah mengalami iritasi dan peradangan.
Beberapa kondisi yang dapat menyebabkan LES melemah meliputi:
- Konsumsi makanan berlemak dan pedas
- Kebiasaan minum kopi berlebihan
- Merokok
- Obesitas
- Makan dalam porsi besar
- Tidur setelah makan (Alodokter,2023)
Meskipun tampak sepele, kerusakan yang ditimbulkan oleh penyakit lambung bersifat progresif. Tanpa penanganan, peradangan dapat berkembang ke tahap yang lebih serius.
Kenapa Penyakit ini Bisa Berbahaya? Serta Komplikasi yang Perlu Diketahui
Saat penyakit lambung dibiarkan tanpa penanganan, kerusakan pada kerongkongan dapat semakin parah. Bahaya jangka panjangnya meliputi:
1. Esofagitis (Peradangan Kerongkongan)
Asam lambung merusak lapisan kerongkongan sehingga menyebabkan nyeri dan luka.
2. Penyempitan Kerongkongan
Luka yang berulang menimbulkan jaringan parut (scar tissue), sehingga makanan sulit masuk. Ini dapat menimbulkan risiko tersedak.
3. Barrett’s Esophagus
Kondisi ketika sel-sel normal kerongkongan berubah menjadi sel abnormal akibat kerusakan jangka panjang. Ini adalah kondisi pra-kanker.
4. Risiko Kanker Esofagus
Penyakit lambung yang tidak ditangani dalam waktu lama dapat meningkatkan risiko kanker esofagus.
5. Gangguan Tidur Kronis
Heartburn yang muncul saat berbaring dapat mengganggu kualitas tidur dan menurunkan produktivitas. (Mayo Clinic, 2025)
Bagaimana Cara Mendiagnosis GERD dengan Pemeriksaan Medis?
Dokter biasanya akan menilai gejala, pola makan, dan riwayat kesehatan pasien. Namun, jika gejala berlanjut, pemeriksaan tambahan diperlukan, seperti:
- Endoskopi (melihat kondisi kerongkongan)
- Tes pH 24 jam
- Manometri esofagus
- Rontgen barium (Klikdokter, 2023)
Pemeriksaan dilakukan terutama pada pasien dengan gejala berat atau yang tidak membaik setelah terapi.
Baca juga Angin Duduk: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasinya – Garap Media
Cara Mengatasi GERD dengan Merubah Gaya Hidup
Penanganan penyakit lambung membutuhkan kombinasi perubahan gaya hidup dan pengobatan. Jika hanya mengandalkan obat sesaat, gejala akan terus berulang.
1. Perubahan Gaya Hidup
- Makan dalam porsi kecil
- Hindari tidur setelah makan
- Kurangi kopi dan teh
- Berhenti merokok
- Turunkan berat badan
- Hindari pakaian terlalu ketat
2. Pengobatan
- Antasida → menetralkan asam lambung
- H2 Blocker → mengurangi produksi asam
- PPI (Proton Pump Inhibitor) → menekan asam secara maksimal
- Prokinetik → mempercepat pengosongan lambung
Kapan Harus Segera ke Dokter?
Sakit pada lambung yang tidak ditangani dengan baik berpotensi membahayakan. Segera periksa jika mengalami:
- Nyeri dada hebat
- Muntah darah
- Kesulitan menelan
- Berat badan turun drastis
- Gejala tidak membaik setelah konsumsi obat
Cara Mencegah GERD agar Tidak Kambuh
Ada beberapa cara sederhana namun efektif untuk mencegah kambuhnya :
- Jaga pola makan teratur
- Hindari konsumsi makanan tinggi lemak
- Kelola stres
- Perbanyak minum air putih
- Olahraga teratur
Kesimpulan Penyakit GERD
GERD memang sering dianggap sepele, tetapi dampaknya tidak bisa diremehkan. Kondisi ini bisa merusak kerongkongan, mengganggu aktivitas, hingga meningkatkan risiko kanker esofagus jika dibiarkan kronis. Mengenali gejala sejak awal, mengatur pola hidup sehat, dan mengikuti terapi yang tepat dapat membantu mencegah komplikasi berat. Penyakit ini bukan sekadar “asam lambung naik”, melainkan gangguan saluran cerna yang harus dikelola dengan serius. Jangan lewatkan informasi mengenai kesehatan lainnya hanya di Garap Media
Referensi
Alodokter. 2023. Gejala, Penyebab, dan Pengobatan https://www.alodokter.com/gerd
Mayo Clinic. 2025. Gastroesophageal reflux disease (GERD) https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/gerd/symptoms-causes/syc-20361940
Klikdokter. 2023. Penyebab, Gejala, Pengobatan https://www.klikdokter.com/penyakit/masalah-pencernaan/gerd
