Angin Duduk: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

Last Updated: 14 November 2025, 20:40

Bagikan:

Pria memegang area dada dengan ekspresi nyeri sebagai gejala angin duduk.
Nyeri dada khas angin duduk sering terasa seperti tekanan kuat pada dada.
Table of Contents

Angin duduk – Dalam istilah medis disebut angina pektoris, adalah nyeri dada akibat berkurangnya aliran darah yang membawa oksigen ke otot jantung. Banyak orang salah mengira kondisi ini sebagai “masuk angin”, padahal angina pektoris merupakan tanda awal serangan jantung yang bisa berakibat fatal bila tidak ditangani.

Apa Itu Angin Duduk dan Bagaimana Terjadinya?

Angin duduk terjadi ketika pembuluh darah koroner mengalami penyempitan atau sumbatan sehingga suplai oksigen ke jantung menurun. Ketika jantung kekurangan oksigen, muncullah rasa nyeri, tertekan, atau seperti tertindih benda berat di bagian dada.

Kondisi ini dibagi menjadi beberapa jenis, seperti stable angina, unstable angina, dan variant angina, dengan tingkat risiko berbeda-beda. Unstable angina adalah yang paling berbahaya karena menjadi tanda serangan jantung.

Penyebab Keluhan Jantung yang Mirip Angina

 Umumnya muncul karena adanya gangguan pada pembuluh darah jantung. Penyebabnya antara lain:

  • Penyempitan arteri koroner (aterosklerosis)
  • Kolesterol tinggi
  • Hipertensi
  • Diabetes
  • Kebiasaan merokok
  • Obesitas
  • Stres berlebihan
  • Kurang olahraga
  • Riwayat keluarga penyakit jantung

Faktor-faktor ini mempercepat penumpukan plak di pembuluh darah sehingga aliran darah menjadi terhambat. (Alodokter, 2025)

Baca juga Manfaat Senam Aerobik dan Gerakannya untuk Pemula – Garap Media

Gejala yang Perlu Diwaspadai Pada Kondisi Ini

Indikasi angina pektoris adalah nyeri dada dengan karakteristik:

  • Rasa tertekan atau tertusuk
  • Dada seperti ditimpa beban berat
  • Menjalar ke lengan kiri, leher, rahang, bahu, atau punggung
  • Muncul saat aktivitas berat atau stres
  • Berlangsung 5–15 menit
  • Mereda saat istirahat

Gejala tambahan yang sering muncul:

  • Sesak napas
  • Keringat dingin
  • Pusing
  • Mual
  • Detak jantung cepat atau tidak teratur

Jika nyeri dada tidak hilang setelah istirahat lebih dari 15 menit, kondisi tersebut dapat mengarah pada serangan jantung dan membutuhkan pertolongan darurat. (Halodoc, 2025)

Risiko Gangguan Aliran Darah ke Jantung

Ini bukan penyakit biasa. Jika tidak ditangani, kondisi ini dapat menyebabkan:

  • Serangan jantung
  • Gagal jantung
  • Aritmia
  • Henti jantung mendadak
  • Stroke

Cara Mengatasi Angin Duduk Berdasarkan Rekomendasi Medis

Jika seseorang mengalami gejala angina pektoris, langkah-langkah berikut harus dilakukan:

  1. Hentikan segala aktivitas dan duduk tegak
  2. Longgarkan pakaian
  3. Tarik napas perlahan dan stabil
  4. Jangan berbaring telentang
  5. Jika memiliki obat nitrogliserin, konsumsi sesuai anjuran dokter

Bila nyeri tidak berkurang setelah 10–15 menit → hubungi IGD atau ambulans

Kesimpulan Singkat Penyakit Angina Pektoris

Angina Pektoris adalah kondisi serius yang terjadi ketika jantung kekurangan suplai darah dan oksigen. Gejalanya sering mirip masuk angin, tetapi sebenarnya dapat menjadi tanda awal serangan jantung. Mengenali nyeri dada, sesak, dan keringat dingin sebagai tanda peringatan sangat penting.Jika nyeri dada tak membaik dalam 10–15 menit, segera cari pertolongan medis karena penanganan cepat dapat menyelamatkan nyawa. Temukan informasi kesehatan lainnya hanya di Garap Media

Referensi

Alodokter. 2025. Angin Duduk. https://www.alodokter.com/angin-duduk

Halodoc. 2025. Angin Duduk.  https://www.halodoc.com/kesehatan/angin-duduk

 

/ Stay Connected /

466

Ikuti

1

Ikuti

73

Ikuti

13

Ikuti

/ Media Promosi /

Pasang Iklan & Promosikan Brand Anda di Garap Media!

Tampilkan produk, layanan, atau acara Anda di halaman kami dan jangkau ribuan pembaca setiap hari. Hubungi kami untuk penawaran kerja sama dan paket promosi terbaik.

/ Berita Lainnya /