China Makin Dekat dengan AS di AI, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Last Updated: 25 August 2026, 14:16

Bagikan:

China Makin Dekat dengan AS di AI, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Table of Contents

Garap Media – Persaingan kecerdasan buatan antara China dan Amerika Serikat memasuki fase baru. Jika sebelumnya AS terlihat meninggalkan pesaingnya cukup jauh, kini jarak kemampuan model AI keduanya semakin tipis. Stanford AI Index 2026 mencatat bahwa pada Maret 2026, model AI teratas Amerika hanya unggul sekitar 2,7 persen dari model China dalam pengukuran performa tertentu. (Stanford HAI) Perubahan ini terjadi meski Amerika masih memiliki keunggulan besar dalam investasi AI swasta dan menghasilkan lebih banyak model AI terkemuka. China justru menunjukkan kekuatan pada jumlah publikasi, sitasi, paten, serta penerapan robot industri. (Stanford HAI)

1. Jarak Kemampuan Model AI Hampir Hilang

Perubahan paling mencolok terlihat dari kemampuan model AI yang dikembangkan kedua negara. Stanford mencatat model Amerika dan China beberapa kali saling mengambil posisi teratas sejak awal 2025. Pada Februari 2025, DeepSeek-R1 bahkan sempat menyamai model Amerika teratas dalam salah satu pengukuran. Hingga Maret 2026, model Anthropic hanya unggul sekitar 2,7 persen atas model China terbaik. (Stanford HAI) Angka tersebut menunjukkan bahwa keunggulan Amerika tidak lagi sebesar beberapa tahun sebelumnya. China berhasil mempercepat perkembangan modelnya dalam waktu relatif singkat.

Kemajuan tersebut tidak berarti China sudah mengungguli Amerika dalam seluruh aspek AI. Amerika masih menghasilkan lebih banyak model frontier dan memiliki keunggulan dalam beberapa indikator inovasi bernilai tinggi. (Stanford HAI) Namun, kemampuan China untuk mengejar ketertinggalan menjadi sinyal penting bagi industri teknologi global. Persaingan kini semakin sulit disebut sebagai perlombaan satu arah. Setiap terobosan dari perusahaan Amerika berpotensi segera mendapat respons dari perusahaan China. Situasi inilah yang membuat persaingan AI semakin menarik.

2. DeepSeek Mengubah Cara Dunia Melihat AI China

Kemunculan DeepSeek menjadi salah satu titik penting dalam perubahan persepsi terhadap kemampuan teknologi China. Model DeepSeek-R1 menunjukkan bahwa perusahaan China dapat menghasilkan AI yang kompetitif meskipun menghadapi keterbatasan akses terhadap chip canggih. Stanford mencatat DeepSeek-R1 sempat menyamai model AI teratas Amerika pada awal 2025. (Stanford HAI) Perkembangan tersebut memicu perhatian besar terhadap metode pengembangan AI yang lebih efisien. China kemudian tidak lagi hanya dilihat sebagai pasar teknologi, tetapi sebagai sumber inovasi AI.

Keunggulan China juga semakin terlihat dari perusahaan seperti Alibaba, Moonshot AI, dan Z.AI. Sejumlah perusahaan tersebut mengembangkan model yang kompetitif sekaligus berusaha menekan biaya pengembangan dan penggunaan AI. Reuters melaporkan Z.AI menjadi salah satu perusahaan China yang berhasil menarik perhatian karena model open-weight yang kompetitif. (Reuters) Perkembangan itu memperlihatkan bahwa perusahaan China menggunakan berbagai pendekatan untuk mengejar perusahaan Amerika. Persaingan tidak hanya terjadi pada ukuran model, tetapi juga efisiensi dan kemampuan komersialisasi.

3. China Mengejar Lewat Efisiensi

Salah satu alasan China dapat mempersempit kesenjangan adalah fokus pada efisiensi komputasi. Keterbatasan akses terhadap chip paling canggih membuat perusahaan China harus mencari cara menggunakan sumber daya komputasi secara lebih efektif. DeepSeek dan perusahaan lainnya mengembangkan pendekatan yang memungkinkan model menghasilkan performa tinggi dengan sumber daya yang lebih terbatas. (The Wall Street Journal) Strategi tersebut menunjukkan bahwa keunggulan AI tidak selalu ditentukan oleh siapa yang memiliki perangkat keras paling banyak. Efisiensi algoritma juga dapat menjadi faktor penting.

Pendekatan tersebut bahkan dapat memberikan keuntungan komersial di pasar global. Sejumlah model China mulai menarik perhatian karena kemampuan yang kompetitif dengan harga penggunaan yang relatif rendah. Fortune melaporkan model dari perusahaan seperti Moonshot AI, Z.AI, dan DeepSeek semakin kompetitif terhadap laboratorium AI Amerika, terutama dalam aspek biaya. (Fortune) Jika tren ini berlanjut, persaingan AI akan semakin bergeser dari sekadar siapa yang membuat model terbaik. Pertanyaan berikutnya adalah siapa yang dapat menyediakan AI paling efisien dan mudah digunakan.

4. Chip Tetap Menjadi Kelemahan China

Meski kemampuan modelnya semakin dekat, China masih menghadapi hambatan besar pada sektor semikonduktor. Pembatasan ekspor Amerika terhadap chip AI canggih bertujuan membatasi akses perusahaan China terhadap kemampuan komputasi tingkat lanjut. Brookings menilai pembatasan tersebut telah memperlambat pengembangan AI China dalam jangka pendek karena akses terhadap komputasi skala besar menjadi lebih sulit. (Brookings) Kondisi ini membuat perusahaan China harus mencari alternatif melalui chip domestik dan optimalisasi perangkat keras yang tersedia. Dengan demikian, kemajuan model AI China terjadi di tengah tekanan pada sisi infrastrukturnya.

Namun, pembatasan chip juga mendorong China mempercepat pengembangan industri semikonduktor dalam negeri. Huawei dan perusahaan China lainnya terus berupaya membangun alternatif terhadap teknologi asing. Pada Agustus 2026, sejumlah perusahaan China juga mulai menerima pengiriman terbatas chip Nvidia H200 setelah adanya perubahan kebijakan dan persetujuan tertentu. (Financial Times) Perkembangan ini menunjukkan hubungan antara kedua negara tetap kompleks. Persaingan teknologi dapat berjalan bersamaan dengan ketergantungan bisnis pada komponen tertentu.

5. Investasi AS Masih Jauh Lebih Besar

Jika melihat investasi swasta, Amerika masih memiliki keunggulan yang sangat besar. Stanford AI Index 2026 mencatat investasi AI swasta AS mencapai sekitar US$285,9 miliar pada 2025. Angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan investasi swasta China yang tercatat sekitar US$12,4 miliar. (Stanford HAI) Perbedaan modal tersebut memberi perusahaan Amerika kemampuan membangun pusat data, membeli perangkat keras, dan membiayai riset dalam skala besar. Perusahaan seperti OpenAI, Anthropic, Google, dan berbagai pemain teknologi lain berada dalam ekosistem modal yang sangat kuat. Jadi, China mengejar kemampuan model, tetapi AS masih memiliki keunggulan finansial yang signifikan.

Meski demikian, angka investasi tidak otomatis menentukan siapa yang akan memenangkan perlombaan AI. China memiliki dukungan pemerintah, basis industri yang luas, dan kemampuan manufaktur yang dapat membantu mempercepat penerapan teknologi. Stanford juga mencatat China unggul dalam jumlah publikasi, sitasi, paten AI, dan pemasangan robot industri. (Stanford HAI) Ini berarti kedua negara memiliki kekuatan yang berbeda. Amerika unggul pada modal dan ekosistem perusahaan frontier, sedangkan China memiliki kekuatan pada skala industri dan penerapan. Persaingan akhirnya akan ditentukan oleh kemampuan menggabungkan berbagai keunggulan tersebut.

6. Perebutan Talenta AI Semakin Penting

Manusia tetap menjadi faktor penting dalam perlombaan AI. China memiliki banyak peneliti dan insinyur yang terus mengembangkan model baru, sementara Amerika tetap menjadi magnet bagi talenta teknologi dari seluruh dunia. Wall Street Journal melaporkan sejumlah ilmuwan China yang pernah belajar atau bekerja di Amerika kemudian ikut mendorong perkembangan perusahaan AI China. (The Wall Street Journal) Arus talenta tersebut membantu China mempercepat transfer pengetahuan dan inovasi. Persaingan AI dengan demikian bukan hanya tentang komputer, tetapi juga tentang kemampuan menarik dan mempertahankan manusia terbaik.

Amerika masih memiliki ekosistem universitas dan perusahaan teknologi yang sangat kuat. Namun, China terus membangun jalur pendidikan dan riset untuk memperbesar pasokan talenta domestiknya. Perusahaan seperti Z.AI dan Moonshot AI menunjukkan bagaimana peneliti lokal dapat membangun perusahaan AI dengan ambisi global. (The Wall Street Journal) Jika tren ini berlanjut, persaingan talenta akan menjadi semakin ketat. Negara yang mampu menggabungkan talenta, modal, infrastruktur, dan pasar akan memiliki posisi strategis dalam AI.

7. China Belum Menang, tetapi AS Tidak Lagi Sendirian

Kesimpulan paling penting dari perkembangan terbaru adalah China belum mengambil alih kepemimpinan AI dari Amerika. Stanford masih mencatat AS menghasilkan lebih banyak model AI terkemuka dan memiliki keunggulan dalam sejumlah indikator penting. (Stanford HAI) Namun, keunggulan tersebut semakin sulit dianggap sebagai sesuatu yang permanen. China telah membuktikan bahwa keterbatasan chip dan investasi tidak otomatis menghentikan perkembangan model AI. Jarak kemampuan yang tinggal beberapa persen membuat persaingan semakin terbuka.

Bagi dunia, kondisi tersebut berarti perlombaan AI kemungkinan akan berlangsung lebih lama dan semakin kompetitif. Amerika akan terus mengandalkan modal, perusahaan teknologi, dan infrastruktur komputasi, sementara China mengembangkan efisiensi, manufaktur, dan ekosistem domestik. Brookings menilai kedua negara memiliki strategi AI yang berbeda dengan kekuatan dan kelemahan masing-masing. (Brookings) Persaingan tersebut juga akan memengaruhi negara lain yang harus memilih teknologi, standar, dan mitra strategis. Karena itu, pertanyaan sebenarnya bukan apakah China sudah mengalahkan AS, melainkan seberapa cepat kesenjangan tersebut dapat berubah.

Penutup

China memang semakin dekat dengan Amerika Serikat dalam persaingan AI, tetapi situasinya jauh lebih kompleks daripada sekadar siapa yang menang atau kalah. Data Stanford menunjukkan jarak performa model AI kedua negara telah menyempit menjadi sekitar 2,7 persen pada Maret 2026. (Stanford HAI) Di sisi lain, Amerika masih memiliki keunggulan besar dalam investasi, model frontier, dan ekosistem teknologi. China membalas dengan efisiensi, dukungan industri, talenta, dan kemampuan menerapkan AI dalam skala besar. Persaingan ini kemungkinan akan terus berubah seiring perkembangan chip, model, infrastruktur, dan kebijakan kedua negara. Satu hal yang jelas, era ketika Amerika menjadi satu-satunya pusat kekuatan AI global sudah semakin sulit dipertahankan.

Sumber Referensi

/ Stay Connected /

802

Ikuti

1

Ikuti

169

Ikuti

13

Ikuti

/ Media Promosi /

Pasang Iklan & Promosikan Brand Anda di Garap Media!

Tampilkan produk, layanan, atau acara Anda di halaman kami dan jangkau ribuan pembaca setiap hari. Hubungi kami untuk penawaran kerja sama dan paket promosi terbaik.

/ Berita Lainnya /