Fenomena blue fire Papandayan muncul di kawasan Kawah Manuk, Gunung Papandayan, Garut, Jawa Barat, pada 23-24 September 2026. Nyala biru keunguan tersebut sudah tidak terlihat pada pemantauan 26 September, tetapi jalur pendakian masih ditutup karena pelepasan gas vulkanik di sekitar kawah masih berpotensi membahayakan pengunjung. (ANTARA, 2026)
Blue Fire Papandayan Terlihat di Kawah Manuk pada 23-24 September
Badan Geologi mencatat kemunculan blue fire di Kawah Manuk pada 23 September 2026. Pengamatan visual menunjukkan nyala biru keunguan muncul di beberapa titik dengan sebaran yang cukup luas. Pada 24 September, nyala tersebut terlihat lebih sedikit dan berubah menjadi biru keputihan. (ANTARA, 2026)
Fenomena tersebut bukan merupakan lava berwarna biru. Badan Geologi mengaitkan kemunculan nyala dengan panas tinggi dan pembakaran material permukaan di sekitar manifestasi panas baru.
Pemeriksaan lapangan menemukan material sisa pembakaran di sekitar lokasi. Badan Geologi menilai material tersebut kemungkinan mengalami pemanasan atau pembakaran akibat paparan panas yang tinggi. (Badan Geologi, 2026)
Fenomena blue fire Papandayan memiliki beberapa karakteristik utama:
- Nyala muncul di kawasan Kawah Manuk.
- Warna nyala terlihat biru hingga keunguan.
- Fenomena berkaitan dengan pelepasan panas tinggi.
- Material permukaan dapat terbakar akibat panas tersebut.
- Nyala tersebut bukan lava yang memiliki warna biru.
Gas Vulkanik Papandayan Masih Berbahaya Meski Blue Fire Padam
Pemantauan pada 26 September menunjukkan blue fire sudah tidak terlihat. Kondisi tersebut belum membuat kawasan Kawah Manuk sepenuhnya aman bagi wisatawan dan pendaki.
PVMBG menemukan pelepasan gas vulkanik dengan konsentrasi yang melebihi ambang batas kesehatan. Pemeriksaan lapangan mencatat kadar sulfur dioksida atau SO2 mencapai 230 ppm dan hidrogen sulfida atau H2S mencapai 120 ppm. (ANTARA, 2026)
Konsentrasi gas tersebut dapat membahayakan kesehatan apabila seseorang terpapar secara langsung. Kondisi tersebut membuat wisatawan perlu menghindari area yang berdekatan dengan sumber gas.
Badan Geologi menetapkan jarak aman minimal 500 meter dari kawah aktif. Badan Geologi juga melarang aktivitas berkemah di area yang sensitif terhadap paparan gas vulkanik. (ANTARA, 2026)
Jalur Pendakian Gunung Papandayan Ditutup Sementara
Pengelola TWA Gunung Papandayan masih menutup jalur pendakian dan tracking setelah fenomena blue fire muncul. Penutupan tersebut bertujuan mengurangi risiko paparan gas vulkanik bagi wisatawan dan pendaki.
Wisatawan masih dapat mengunjungi zona aman di sekitar area bawah dan parkir. Pengelola tetap menunggu arahan Badan Geologi sebelum membuka kembali jalur pendakian. (ANTARA, 2026)
Kondisi tersebut membuat wisatawan perlu menyesuaikan rencana perjalanan. Pengunjung yang hanya ingin menikmati kawasan wisata masih dapat mengakses sejumlah fasilitas di zona aman.
Beberapa area yang masih dapat dinikmati pengunjung meliputi:
- Area parkir kendaraan.
- Menara pandang.
- Taman bunga edelweis.
- Kolam terapi air hangat alami.
- Area wisata yang berada di luar zona berbahaya.
Status Gunung Papandayan Tetap Level I atau Normal
Badan Geologi masih mempertahankan status aktivitas Gunung Papandayan pada Level I atau Normal. Status tersebut menunjukkan tingkat aktivitas gunung secara umum masih berada pada kategori Normal. (ANTARA, 2026)
Namun, status Level I tidak berarti seluruh kawasan gunung bebas dari bahaya. Risiko lokal tetap dapat muncul di sekitar kawah aktif karena pelepasan gas vulkanik dapat terjadi pada titik tertentu.
Fenomena blue fire Papandayan juga bukan kejadian pertama. Badan Geologi mencatat fenomena serupa pernah muncul di Kawah Baru pada 22 Februari 2023 dan 12 Juli 2025. Kemunculan pada September 2026 menjadi peristiwa yang terjadi di kawasan Kawah Manuk. (Badan Geologi, 2026)
Badan Geologi masih melakukan pemantauan untuk melihat perkembangan aktivitas di sekitar Kawah Manuk. Pemerintah dan pengelola juga terus berkoordinasi untuk menentukan langkah keselamatan bagi wisatawan.
Wisatawan Perlu Mengecek Kondisi Jalur Sebelum ke Papandayan
Wisatawan yang berencana mengunjungi Gunung Papandayan perlu memeriksa informasi terbaru sebelum berangkat. Kondisi jalur dapat berubah mengikuti hasil pemantauan Badan Geologi dan keputusan pengelola TWA Gunung Papandayan.
Pengunjung juga perlu mematuhi batas aman 500 meter dari bukaan kawah aktif. Wisatawan tidak sebaiknya mendekati lokasi blue fire hanya untuk mendapatkan foto karena gas vulkanik tidak selalu dapat terlihat oleh mata.
Fenomena blue fire Papandayan memang menawarkan pemandangan alam yang langka. Namun, kondisi tersebut juga menunjukkan adanya proses vulkanik yang membutuhkan kewaspadaan, terutama ketika gas dengan konsentrasi berbahaya masih terdeteksi.
Pembaca dapat mengikuti perkembangan fenomena alam dan kondisi destinasi wisata Indonesia melalui artikel lain di Garap Media. Informasi terbaru mengenai Gunung Papandayan dapat membantu wisatawan menentukan waktu kunjungan dengan lebih aman.
Garap Media juga menghadirkan berita mengenai gunung api, wisata alam, dan fenomena unik dari berbagai wilayah Indonesia. Pembaca dapat mengikuti artikel berikutnya untuk mengetahui perkembangan terbaru mengenai pembukaan kembali jalur pendakian Gunung Papandayan.
Referensi
