Beabadoobee resmi merilis album keempat berjudul Pylon pada 18 September 2026 melalui Dirty Hit dan Interscope Records. Album ini membawa perubahan suara yang lebih keras melalui riff gitar terdistorsi, feedback, vokal emosional, dan dinamika live band, sementara liriknya mengangkat kerinduan terhadap rumah, kehidupan tur, serta kebingungan memasuki fase dewasa. (Complex, 2026)
Beabadoobee Pylon Mengubah Arah Musik ke Rock yang Lebih Berat
Pylon memperlihatkan Beatrice Laus, yang dikenal sebagai beabadoobee, kembali mendekati akar musik rock alternatif yang sudah membentuk identitasnya. Album ini memadukan pengaruh grunge, shoegaze, emo, dan alternative rock dengan melodi pop yang tetap menjadi bagian penting dari karakter vokalnya.
Perubahan tersebut terasa jelas setelah album This Is How Tomorrow Moves pada 2024 yang membawa pendekatan lebih pop. Ulasan terbaru mencatat bahwa Pylon bergerak ke arah berlawanan melalui gitar yang lebih kasar, riff yang lebih tajam, serta penggunaan distorsi dan feedback yang lebih dominan. (The Guardian, 2026)
Beabadoobee juga menghubungkan perubahan tersebut dengan kecintaannya terhadap hardcore emo dan Midwest emo. Ia menggunakan pengaruh tersebut sebagai dasar untuk membangun versi musiknya sendiri, bukan sekadar mengulang formula dari band yang menjadi inspirasinya. (Complex, 2026)
Pylon Mengubah Kesepian Tur Menjadi Materi Lagu Personal
Judul Pylon berasal dari menara listrik yang sering dilihat Beabadoobee ketika menjalani perjalanan tur. Struktur tersebut menjadi pengingat terhadap keluarga dan teman yang berada jauh dari lokasi pertunjukan.
Kehidupan di perjalanan juga memengaruhi proses penulisan album. Beabadoobee menulis sebagian besar materi ketika berada di antara jadwal pertunjukan dan kamar hotel. Situasi tersebut membuat tema homesickness, keterasingan, perubahan, dan jarak emosional menjadi bagian utama album. (Complex, 2026)
Beberapa tema yang muncul dalam Pylon meliputi:
- Kerinduan terhadap rumah dan orang-orang terdekat.
- Perasaan terputus dari kehidupan normal ketika menjalani tur.
- Konflik dalam hubungan personal.
- Kebingungan menghadapi masa dewasa.
- Tekanan dari perubahan popularitas dan kehidupan sebagai musisi.
Lirik album juga mengubah pengalaman pribadi menjadi cerita yang lebih dekat dengan pendengar muda. Lagu “Switchblade”, misalnya, membahas kekacauan ketika seseorang memasuki fase dewasa, sedangkan “Sun Has Set” membawa energi konfrontatif melalui tema hubungan yang berakhir. (The Guardian, 2026)
14 Lagu Pylon Menggabungkan Distorsi Gitar dan Melodi Pop
Album Pylon memuat 14 lagu yang memperlihatkan rentang musikal cukup luas. Beberapa lagu menggunakan pendekatan agresif, sedangkan bagian lain mempertahankan melodi lembut yang menjadi ciri khas Beabadoobee.
Daftar lagu tersebut terdiri dari:
- “Pylon”
- “Sun Has Set”
- “Estranged”
- “Switchblade”
- “Write Me A Letter”
- “It’s Alright”
- “In Motion”
- “Memories”
- “Nothing To Prove” featuring Hayley Williams
- “Radio”
- “Powerlines” featuring Brendan Yates
- “Spark”
- “Despite That”
- “Satellite”
Tiga lagu, yaitu “Sun Has Set”, “Switchblade”, dan “Memories”, menjadi materi yang lebih dahulu diperkenalkan sebelum album dirilis. Ketiganya memberikan gambaran mengenai perpaduan gitar berat, vokal emosional, dan melodi yang lebih terang. (Complex, 2026)
Kolaborasi Hayley Williams dan Chino Moreno Memperkuat Pylon
Pylon menghadirkan sejumlah nama besar dari skena rock alternatif. Hayley Williams dari Paramore tampil dalam “Nothing To Prove”, sedangkan Brendan Yates dari Turnstile menjadi vokalis tamu dalam “Powerlines”.
Chino Moreno dari Deftones juga menyumbangkan vokal latar untuk “Satellite”, lagu penutup album. Selain itu, Shane Moran dari Title Fight ikut menulis tujuh lagu, sementara Evan Stephens Hall dari Pinegrove ikut menulis “Spark”. (Complex, 2026)
Kehadiran para kolaborator tersebut tidak menggeser posisi Beabadoobee sebagai pusat album. Ulasan The Guardian justru menyoroti bahwa para musisi tamu tetap berfungsi sebagai pendukung, sementara karakter vokal dan penulisan Beabadoobee tetap menjadi elemen utama. (The Guardian, 2026)
Produksi Pylon Melibatkan Musisi dari Tur Beabadoobee
Produksi Pylon turut memperkuat pendekatan live-band yang menjadi karakter penting album. Beabadoobee dan Jason Vance Harris tercatat sebagai produser di seluruh 14 lagu.
Sejumlah musisi lain juga mengambil peran dalam produksi, termasuk Shane Moran, Luca Caruso, Gianluca Buccellati, Evan Stephens Hall, serta Matty Healy dan George Daniel dari The 1975. Komposisi tersebut membuat proses rekaman album tetap dekat dengan lingkungan musik yang selama ini mengiringi Beabadoobee di panggung. (Complex, 2026)
Pendekatan itu menghasilkan kontras yang menjadi salah satu karakter utama Pylon. Lagu “Spark” mempertahankan sisi melodis, sementara “Sun Has Set” menghadirkan gitar yang lebih kasar. “Write Me A Letter” juga bergerak dari pembukaan yang lembut menuju bagian akhir yang lebih intens. (The Guardian, 2026)
Powerlines Tour Membawa Pylon ke Panggung Arena
Perilisan album juga berlanjut ke tur utama bertajuk Powerlines Tour. Tur tersebut menjadi rangkaian headline arena pertama Beabadoobee dan mencakup Amerika Utara, Inggris, serta Eropa mulai Oktober hingga Desember 2026.
Jadwal tersebut mencakup sejumlah venue besar seperti Madison Square Garden di New York, The O2 di London, Kia Forum di Inglewood, dan Rogers Arena di Vancouver. Rangkaian pertunjukan itu membawa materi Pylon ke panggung dengan format yang sejalan dengan karakter live-band album. (Complex, 2026)
Pylon kini menjadi babak baru dalam perjalanan musik Beabadoobee. Album ini menggabungkan pengalaman hidup di jalan, pengaruh rock alternatif, dan penulisan yang lebih terbuka melalui produksi yang terdengar lebih mentah dan agresif.
Bagi pembaca yang mengikuti perkembangan musik internasional, Garap Media menghadirkan berbagai informasi terbaru mengenai album, single, kolaborasi, dan perjalanan musisi dari berbagai genre.
Ikuti juga artikel hiburan lainnya di Garap Media untuk mengetahui rilisan musik terbaru serta perkembangan menarik dari industri musik global.
Referensi:
