Garap Media – Perlombaan kecerdasan buatan kini tidak lagi hanya mempertemukan Amerika Serikat dan China. Di Eropa, sejumlah negara mulai membangun infrastruktur, menarik investasi, memperkuat startup, dan mengejar kapasitas komputasi untuk mendapatkan posisi dalam ekonomi AI. Komisi Eropa bahkan sedang membangun jaringan AI Factories yang menghubungkan superkomputer, universitas, startup, industri, dan investor di berbagai negara. Pada Juli 2026, Uni Eropa juga membuka proses untuk membangun hingga tujuh AI Gigafactories dengan dukungan hingga €10 miliar dari pendanaan Uni Eropa dan negara anggota, yang diharapkan membuka sedikitnya €20 miliar investasi swasta.
Pertarungan tersebut menarik karena setiap negara datang dengan senjata yang berbeda. Ada yang memiliki perusahaan AI dan modal besar, ada yang kuat dalam industri dan pusat data, sementara negara lain menawarkan energi, talenta, serta ekosistem startup yang berkembang cepat. Bahkan ketika Eropa masih menghadapi ketertinggalan dalam kapasitas komputasi skala besar, peluang untuk mengejar mulai dibangun secara agresif. Pertanyaannya bukan lagi apakah Eropa akan menggunakan AI, melainkan negara mana yang mampu menjadi salah satu pusat AI terpenting di kawasan tersebut. Lima negara berikut memiliki alasan kuat untuk diperhatikan.
1. Prancis: Ambisi AI Besar dari Jantung Eropa
Prancis menjadi salah satu nama yang semakin sulit diabaikan dalam peta AI Eropa. Paris memiliki komunitas startup, universitas, peneliti, dan investor teknologi yang berkembang, sementara pemerintah Prancis aktif mendorong investasi AI dan infrastruktur komputasi. Komisi Eropa mencatat Prancis termasuk negara yang telah dipilih untuk membangun AI Factory melalui jaringan EuroHPC. Posisi ini penting karena AI Factory dirancang untuk memberi akses komputasi kepada startup, peneliti, industri, dan institusi publik.
Kekuatan Prancis juga terletak pada kemampuannya menggabungkan riset dengan industri. Laporan Parlemen Eropa menyebut perusahaan AI Prancis mengumpulkan sekitar €1,3 miliar pendanaan pada 2024, hampir separuh dari total pendanaan AI di Uni Eropa pada periode tersebut. Ini memberi Prancis modal awal yang penting untuk membangun ekosistem AI yang lebih besar. Jika investasi tersebut terus mengalir ke komputasi, startup, dan aplikasi industri, Paris berpeluang semakin menonjol sebagai salah satu pusat AI Eropa.
2. Jerman: AI Bertemu Industri Raksasa
Jerman memiliki keunggulan yang berbeda. Negara ini merupakan salah satu pusat industri terbesar Eropa, sehingga AI dapat langsung diterapkan pada otomotif, manufaktur, robotika, logistik, kesehatan, dan energi. Dalam jaringan AI Factory Eropa, Jerman bahkan memiliki beberapa inisiatif seperti JAIF dan HammerHAI. Artinya, pembangunan AI di Jerman tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan chatbot atau aplikasi konsumen, tetapi juga untuk memperkuat mesin industri yang sudah menjadi tulang punggung ekonominya.
Kekuatan lain Jerman adalah infrastruktur digital. Data 2025 yang dikutip Euronews menunjukkan Jerman memiliki 529 pusat data, menjadikannya salah satu negara dengan konsentrasi fasilitas data terbesar di Eropa dan berada di atas China dalam jumlah fasilitas. Pusat data tersebut menjadi fondasi penting karena AI membutuhkan komputasi, penyimpanan, jaringan, dan listrik dalam jumlah besar. Jika Jerman mampu menghubungkan infrastruktur tersebut dengan kekuatan manufakturnya, AI dapat menjadi mesin baru bagi transformasi industri Jerman.
3. Inggris: Ekosistem Startup dan London Menjadi Magnet
Inggris juga memiliki posisi unik karena London telah lama menjadi pusat teknologi, keuangan, investasi, dan talenta internasional. Meskipun bukan anggota Uni Eropa, Inggris tetap terhubung dengan ekosistem AI Eropa melalui berbagai jaringan dan memiliki AI Factory Antenna dalam peta Komisi Eropa. Ekosistem tersebut memberi Inggris akses terhadap kombinasi modal, perusahaan teknologi, universitas, dan pasar global. Inilah salah satu alasan mengapa Inggris tetap menjadi pemain penting dalam perlombaan AI Eropa.
Infrastruktur juga menjadi bagian penting dari cerita Inggris. Data 2025 menunjukkan Inggris memiliki 523 pusat data, hampir menyamai Jerman dan jauh di atas sebagian besar negara Eropa lainnya. London juga termasuk dalam kelompok pasar pusat data utama Eropa bersama Frankfurt, Amsterdam, Paris, dan Dublin. Dengan kombinasi pusat finansial, talenta teknologi, perusahaan AI, dan infrastruktur digital tersebut, Inggris memiliki fondasi yang dapat menopang pertumbuhan AI dalam skala besar.
4. Spanyol: Pemain Baru yang Mulai Menekan Gas
Spanyol mungkin tidak selalu muncul dalam percakapan AI bersama Prancis, Jerman, atau Inggris. Namun negara ini mulai mendapatkan perhatian karena masuk dalam jaringan AI Factory Eropa dan memiliki beberapa fasilitas yang terhubung dengan strategi komputasi Uni Eropa. Komisi Eropa mencantumkan 1HealthAI dan BSC AIF sebagai bagian dari jaringan AI Factories di Spanyol. Kehadiran fasilitas tersebut membuat Spanyol tidak hanya menjadi pengguna teknologi AI, tetapi juga bagian dari pembangunan infrastruktur AI Eropa.
Peluang Spanyol juga muncul dari kebutuhan Eropa terhadap lokasi baru untuk membangun pusat data. Ledakan kebutuhan AI membuat operator mencari kombinasi listrik, lahan, konektivitas, dan kecepatan pembangunan yang lebih menguntungkan. Reuters melaporkan proyek pusat data AI di Eropa mulai bergerak menjauh dari pusat kota tradisional karena tekanan harga lahan, keterbatasan jaringan listrik, dan kebutuhan energi yang semakin besar. Kondisi ini membuka ruang bagi negara seperti Spanyol untuk menarik investasi baru selama mampu menyediakan energi dan infrastruktur yang kompetitif.
5. Belanda: Negara Kecil dengan Infrastruktur Digital Besar
Belanda memiliki cerita yang menarik karena ukuran negaranya relatif kecil, tetapi perannya dalam infrastruktur digital Eropa cukup besar. Amsterdam merupakan salah satu pusat data utama Eropa bersama Frankfurt, London, Paris, dan Dublin, yang dikenal sebagai pasar FLAP-D. Belanda juga memiliki NLAIF dalam jaringan AI Factory Eropa, sehingga ekosistem infrastrukturnya mulai terhubung langsung dengan agenda AI Uni Eropa. Kombinasi tersebut memberi Belanda posisi strategis dalam rantai ekonomi digital.
Namun, perlombaan AI juga memperlihatkan bahwa memiliki pusat data saja tidak cukup. Pembangunan fasilitas AI membutuhkan listrik yang andal, jaringan cepat, lahan, modal, serta regulasi yang mampu mengikuti kebutuhan industri. Reuters mencatat pusat data AI di Eropa semakin mencari lokasi dengan energi dan lahan yang lebih tersedia, sementara pusat tradisional seperti Amsterdam menghadapi tekanan harga lahan dan keterbatasan koneksi listrik. Karena itu, tantangan Belanda adalah mempertahankan posisi infrastrukturnya sambil memastikan pertumbuhan AI tetap dapat berlangsung secara berkelanjutan.
Penutup
Lima negara tersebut menunjukkan bahwa perlombaan AI Eropa tidak memiliki satu model kemenangan. Prancis membawa kekuatan startup dan investasi, Jerman memiliki industri manufaktur serta pusat data, Inggris menawarkan ekosistem finansial dan teknologi yang matang, Spanyol mulai memanfaatkan ruang pertumbuhan infrastruktur, sedangkan Belanda memiliki posisi kuat sebagai simpul digital Eropa. Semuanya bergerak dalam arena yang sama, tetapi menggunakan modal yang berbeda. Komisi Eropa sendiri sedang membangun jaringan AI Factories dan merancang AI Gigafactories untuk memperbesar kapasitas komputasi kawasan.
Yang menarik, pertarungan ini baru memasuki fase awal. AI membutuhkan lebih dari sekadar model pintar karena di belakangnya terdapat chip, pusat data, listrik, cloud, jaringan, talenta, dan industri yang mampu menggunakan teknologi tersebut. Negara yang berhasil menghubungkan seluruh elemen itu dapat memperoleh manfaat ekonomi yang jauh lebih besar. Eropa mungkin belum menjadi pusat AI dunia, tetapi lima negara ini memperlihatkan bahwa perlombaan tersebut sudah dimulai dengan serius. Dan di tengah perubahan teknologi yang begitu cepat, peta pusat AI global masih sangat mungkin berubah.
Sumber Referensi
- European Commission – AI Factories
https://digital-strategy.ec.europa.eu/en/policies/ai-factories - European Commission – AI Gigafactories
https://commission.europa.eu/topics/competitiveness/competitiveness-coordination-tool-projects/ai-gigafactories_en - European Parliament – AI and Technology in Europe
https://www.europarl.europa.eu/RegData/etudes/STUD/2025/778576/ECTI_STU%282025%29778576_EN.pdf
