5 Alasan Afrika Bisa Menjadi Pasar Teknologi Berikutnya

Last Updated: 29 September 2026, 20:07

Bagikan:

5 Alasan Afrika Bisa Menjadi Pasar Teknologi Berikutnya
Table of Contents

Garap Media – Afrika perlahan mengubah posisi dari pasar yang hanya menjadi pengguna teknologi menjadi kawasan yang ikut membangun ekonomi digital. Perkembangan konektivitas, fintech, AI, e-commerce, hingga layanan digital membuat peluang bisnis di benua tersebut semakin beragam. GSMA mencatat teknologi dan layanan mobile menyumbang sekitar US$240 miliar bagi ekonomi Afrika pada 2025, setara 7,8 persen PDB kawasan. Nilai tersebut diperkirakan meningkat menjadi US$290 miliar pada 2030 ketika adopsi teknologi digital semakin luas. Lalu, apa yang membuat Afrika berpotensi menjadi pasar teknologi berikutnya?

1. Populasi Besar Bertemu Kebutuhan Digital

Salah satu daya tarik terbesar Afrika adalah skala pasarnya yang sangat besar dan masih terus mengalami proses digitalisasi. GSMA mencatat sekitar 416 juta orang telah menggunakan mobile internet di Afrika pada 2024, tetapi sebagian besar populasi masih belum memanfaatkannya secara penuh. Kesenjangan tersebut justru menciptakan ruang bagi perusahaan teknologi untuk menawarkan layanan baru yang lebih murah dan mudah digunakan. Peluangnya mencakup pembayaran digital, pendidikan online, kesehatan, hiburan, perdagangan, hingga layanan produktivitas untuk bisnis kecil. Dengan semakin banyak masyarakat terhubung, jumlah calon pengguna teknologi juga berpotensi terus bertambah.

Pasar yang belum sepenuhnya terdigitalisasi juga memberi kesempatan bagi perusahaan untuk membangun kebiasaan digital baru. Startup tidak selalu harus menawarkan produk yang sangat rumit untuk mendapatkan pengguna di Afrika. Solusi yang menyelesaikan persoalan sehari-hari seperti pembayaran, transportasi, logistik, komunikasi, dan akses informasi dapat memiliki pasar yang luas. Tantangannya adalah membuat produk yang sesuai dengan daya beli, bahasa, infrastruktur, dan karakter setiap negara. Justru kemampuan menyesuaikan teknologi dengan kondisi lokal dapat menjadi pembeda penting di pasar Afrika.

2. Mobile Menjadi Pintu Masuk Ekonomi Digital

Afrika memiliki karakter pasar yang sangat erat dengan teknologi mobile sehingga perkembangan smartphone dan jaringan internet menjadi fondasi penting. GSMA menyebut sekitar 63 persen populasi Afrika pada 2025 tinggal dalam wilayah yang sudah memiliki cakupan mobile broadband, tetapi belum menggunakan mobile internet. Kondisi ini menunjukkan bahwa peluang pertumbuhan tidak hanya datang dari membangun jaringan baru. Perusahaan juga dapat berkembang dengan membuat perangkat, aplikasi, konten, dan layanan digital lebih terjangkau bagi masyarakat. Ketika hambatan harga dan keterampilan digital berkurang, adopsi layanan teknologi dapat ikut meningkat.

Ekosistem mobile juga semakin bergerak menuju layanan yang lebih kompleks. Operator di Afrika mulai memperluas peran dari penyedia koneksi menjadi mitra transformasi digital dengan mengembangkan AI, layanan digital, dan akses jaringan bagi pengembang. Perubahan tersebut membuka peluang bagi startup yang membangun aplikasi di atas infrastruktur mobile yang sudah tersedia. Fintech, e-commerce, identitas digital, keamanan, dan layanan berbasis AI dapat berkembang bersamaan dengan ekosistem tersebut. Artinya, mobile bukan hanya alat komunikasi, tetapi dapat menjadi fondasi utama ekonomi teknologi Afrika.

3. Startup Lokal Mulai Menunjukkan Pertumbuhan

Perkembangan startup menjadi alasan lain mengapa investor mulai memperhatikan teknologi Afrika. Partech mencatat pendanaan teknologi Afrika mencapai sekitar US$4,1 miliar pada 2025, meningkat 25 persen dibandingkan 2024. Pendanaan tersebut berasal dari kombinasi ekuitas dan utang, dengan total transaksi mencapai 570 transaksi. Angka tersebut menunjukkan bahwa ekosistem startup Afrika mulai memiliki perusahaan yang mampu menarik modal dalam skala lebih besar. Pertumbuhan ini juga memperlihatkan bahwa bisnis teknologi lokal semakin mampu menawarkan solusi yang relevan dengan kebutuhan pasar.

Menariknya, pertumbuhan tersebut tidak hanya berasal dari satu sektor teknologi. Fintech masih menjadi sektor utama, tetapi cleantech, e-commerce, enterprise, dan healthtech juga mencatat peningkatan pendanaan pada 2025. Partech mencatat pendanaan cleantech meningkat 99 persen, sedangkan healthtech meningkat 232 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Ini menunjukkan bahwa peluang teknologi Afrika mulai melebar dari pembayaran digital menuju sektor-sektor ekonomi yang lebih luas. Jika tren tersebut berlanjut, perusahaan teknologi dapat semakin berperan dalam menyelesaikan persoalan energi, kesehatan, perdagangan, dan produktivitas.

4. AI Membuka Babak Baru

AI menjadi salah satu teknologi yang berpotensi mempercepat transformasi digital Afrika. GSMA mencatat operator di kawasan tersebut mulai bergerak dari tahap penyusunan strategi AI menuju penerapan teknologi untuk optimasi jaringan, layanan pelanggan, dan berbagai kebutuhan operasional. Pada saat yang sama, muncul kebutuhan untuk mengembangkan AI yang lebih sesuai dengan bahasa dan kondisi lokal. Hal ini membuka peluang bagi startup yang mengembangkan model AI, aplikasi bisnis, layanan suara, serta perangkat lunak yang memahami kebutuhan masyarakat Afrika. Pasarnya masih memiliki ruang luas karena adopsi AI berada pada tahap yang relatif awal dibandingkan sejumlah pasar teknologi maju.

AI juga dapat menjadi lapisan baru bagi sektor yang sudah berkembang seperti fintech, kesehatan, pertanian, dan logistik. Perusahaan dapat menggunakan AI untuk mendeteksi penipuan, memproses data, memberikan layanan pelanggan, atau meningkatkan efisiensi operasional. Namun, pertumbuhan AI tetap membutuhkan investasi pada konektivitas, perangkat, keterampilan digital, data, dan regulasi. GSMA menilai keterjangkauan perangkat dan kesenjangan keterampilan masih menjadi hambatan utama adopsi internet mobile di Afrika. Karena itu, bisnis yang mampu membuat AI lebih murah dan mudah digunakan berpotensi menemukan kebutuhan yang besar.

5. Investor Mulai Melihat Afrika Secara Lebih Serius

Meningkatnya pendanaan teknologi menjadi sinyal penting bahwa investor mulai melihat peluang di luar pasar teknologi tradisional. Pada 2025, empat negara yaitu Kenya, Afrika Selatan, Mesir, dan Nigeria menyerap sekitar 72 persen total pendanaan teknologi Afrika menurut Partech. Konsentrasi tersebut menunjukkan bahwa ekosistem belum merata, tetapi juga memperlihatkan munculnya pusat teknologi yang semakin matang. Perusahaan yang berhasil membangun bisnis di pusat-pusat tersebut memiliki peluang untuk melakukan ekspansi ke pasar regional. Investor juga mendapatkan ekosistem yang semakin memiliki pengalaman, jaringan, dan infrastruktur pendukung.

Namun, potensi Afrika tetap berjalan bersama sejumlah tantangan yang tidak bisa diabaikan. GSMA mencatat hampir 1 miliar orang di Afrika pada 2025 masih belum menggunakan mobile internet meski sebagian besar berada dalam wilayah yang sudah tercakup jaringan. Masalah keterjangkauan perangkat, keterampilan digital, regulasi, dan infrastruktur masih menjadi faktor penting dalam menentukan kecepatan pertumbuhan. Karena itu, pasar teknologi Afrika bukan sekadar cerita tentang jumlah penduduk, tetapi tentang kemampuan bisnis mengubah kebutuhan tersebut menjadi produk yang terjangkau dan berkelanjutan. Di situlah peluang sekaligus tantangan terbesar bagi perusahaan teknologi global dan startup lokal.

Penutup

Afrika memiliki sejumlah faktor yang membuatnya semakin menarik sebagai pasar teknologi, mulai dari populasi besar, pertumbuhan mobile, startup lokal, perkembangan AI, hingga meningkatnya aliran modal. Data GSMA menunjukkan kontribusi ekonomi teknologi mobile sudah mencapai US$240 miliar pada 2025 dan diproyeksikan terus meningkat hingga 2030. Sementara itu, pendanaan teknologi Afrika yang mencapai US$4,1 miliar pada 2025 menunjukkan ekosistem startup mulai memasuki fase pertumbuhan baru. Meski begitu, kesenjangan adopsi dan keterjangkauan tetap menjadi pekerjaan besar yang harus diselesaikan. Jika hambatan tersebut dapat diperkecil, Afrika berpotensi menjadi salah satu ruang pertumbuhan penting bagi ekonomi teknologi global dalam beberapa tahun mendatang.

/ Stay Connected /

802

Ikuti

1

Ikuti

169

Ikuti

13

Ikuti

/ Media Promosi /

Pasang Iklan & Promosikan Brand Anda di Garap Media!

Tampilkan produk, layanan, atau acara Anda di halaman kami dan jangkau ribuan pembaca setiap hari. Hubungi kami untuk penawaran kerja sama dan paket promosi terbaik.

/ Berita Lainnya /