Sebanyak 300 unit becak listrik bantuan pribadi Presiden Prabowo Subianto akan diberikan kepada pengayuh becak di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Bantuan tersebut memprioritaskan pengayuh berusia sekitar 55 tahun ke atas yang masih aktif bekerja dan berasal dari kelompok kesejahteraan desil 1 hingga 5. Pemerintah Kabupaten Majalengka akan memberikan pelatihan sebelum penyaluran agar setiap penerima mampu mengoperasikan kendaraan secara aman. (Pemerintah Kabupaten Majalengka, 2026; ANTARA, 2026)
Becak Listrik Majalengka Prioritaskan Pengayuh Lansia
Pemerintah Kabupaten Majalengka menetapkan usia, kondisi ekonomi, dan status pekerjaan sebagai dasar penentuan penerima bantuan. Pengayuh berusia sekitar 55-60 tahun ke atas menjadi kelompok prioritas karena pekerjaan mereka masih mengandalkan tenaga fisik. (Pemerintah Kabupaten Majalengka, 2026)
Data tingkat kesejahteraan juga menjadi bagian dari proses seleksi. Pemerintah daerah menetapkan kelompok desil 1 hingga 5 sebagai sasaran bantuan untuk memastikan kendaraan diterima masyarakat yang membutuhkan dukungan ekonomi.
Selain memenuhi kriteria usia dan kesejahteraan, calon penerima harus benar-benar bekerja sebagai pengayuh becak. Ketentuan tersebut mencegah bantuan berpindah kepada pihak yang tidak memiliki keterkaitan dengan pekerjaan mengayuh becak. (ANTARA, 2026)
Kriteria penerima bantuan mencakup beberapa unsur utama:
- Usia: sekitar 55-60 tahun ke atas.
- Pekerjaan: masih aktif sebagai pengayuh becak.
- Kesejahteraan: masuk kategori desil 1 hingga 5.
- Kebutuhan: membutuhkan dukungan untuk mengurangi beban pekerjaan fisik.
- Pelatihan: mengikuti pembekalan sebelum menerima kendaraan. (Pemerintah Kabupaten Majalengka, 2026)
PT Pindad Produksi Becak Listrik untuk Majalengka
Becak listrik tersebut merupakan bantuan pribadi Presiden Prabowo Subianto yang disalurkan melalui Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional atau YGSN. PT Pindad memproduksi kendaraan yang akan digunakan oleh para penerima bantuan di Majalengka. (Pemerintah Kabupaten Majalengka, 2026)
Kabupaten Majalengka pada awalnya memperoleh kuota 200 unit. Pemerintah daerah kemudian mengajukan tambahan kuota sehingga jumlah bantuan meningkat menjadi 300 unit. (ANTARA, 2026)
Seluruh unit tersebut telah tiba di Majalengka dan berada dalam kondisi yang siap untuk proses penyaluran. Pemerintah daerah selanjutnya mempersiapkan tahapan pelatihan dan distribusi kepada calon penerima di sejumlah wilayah. (ANTARA, 2026)
Pelatihan 300 Calon Penerima Becak Listrik Digelar 13 September
Pemerintah Kabupaten Majalengka akan memberikan pelatihan kepada 300 calon penerima sebelum kendaraan diserahkan. Pelatihan tersebut dijadwalkan berlangsung pada 13 September 2026. (ANTARA, 2026)
Materi pelatihan akan membantu pengayuh memahami perangkat dan mekanisme pengoperasian becak listrik. Pembekalan tersebut juga menjadi bagian penting karena sebagian besar penerima merupakan pengayuh berusia lanjut.
Pemerintah daerah menilai penggunaan tenaga listrik dapat mengurangi ketergantungan pengayuh terhadap kekuatan fisik. Kondisi tersebut diharapkan membuat aktivitas membawa penumpang menjadi lebih ringan, terutama ketika pengayuh menghadapi perjalanan jauh atau kondisi jalan yang menanjak. (Pemerintah Kabupaten Majalengka, 2026)
Cikijing, Talaga, dan Sindangwangi Masuk Perhatian Distribusi
Pemerintah Kabupaten Majalengka juga menyiapkan mekanisme pengiriman becak listrik ke wilayah penerima. Pemerintah daerah memberi perhatian khusus kepada Cikijing, Talaga, dan Sindangwangi karena kondisi wilayah tersebut membutuhkan pengaturan distribusi tersendiri. (ANTARA, 2026)
Tim Pemerintah Kabupaten Majalengka akan membahas skema pengiriman bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah. Pemerintah daerah juga mempertimbangkan pemanfaatan kendaraan pemerintah untuk mengangkut becak listrik dari lokasi penampungan menuju wilayah penerima. (ANTARA, 2026)
Pengaturan distribusi menjadi penting karena seluruh kendaraan harus sampai kepada penerima sesuai data yang telah ditetapkan. Mekanisme tersebut juga membantu pemerintah memastikan bantuan tidak berhenti pada tahap penerimaan unit, tetapi benar-benar digunakan oleh pengayuh yang menjadi sasaran program.
Bantuan Becak Listrik Diharapkan Ringankan Beban Pengayuh
Penggunaan becak listrik diharapkan membantu pengayuh lansia mempertahankan mata pencaharian tanpa mengandalkan tenaga fisik sepenuhnya. Pemerintah Kabupaten Majalengka menilai bantuan tersebut dapat memberikan ruang bagi pengayuh untuk tetap bekerja dengan beban fisik yang lebih ringan. (Pemerintah Kabupaten Majalengka, 2026)
Bantuan tersebut juga membawa perubahan dari becak konvensional menuju kendaraan dengan dukungan tenaga listrik. Perubahan itu tidak hanya menyentuh aspek kendaraan, tetapi juga berkaitan dengan keberlanjutan pekerjaan para pengayuh yang telah berusia lanjut.
Program serupa sebelumnya telah menjangkau pengayuh becak lansia di sejumlah daerah. Wilayah tersebut mencakup Demak, Jombang, Lumajang, Blora, Pasuruan, Tulungagung, Banyuwangi, dan Kediri.
Penyaluran 300 becak listrik di Majalengka menjadi upaya untuk mengurangi beban fisik pengayuh lansia yang masih bekerja. Pemerintah Kabupaten Majalengka kini memfokuskan proses pada validasi penerima, pelatihan 300 calon penerima pada 13 September 2026, serta distribusi ke sejumlah wilayah. (ANTARA, 2026)
Perkembangan bantuan sosial, kebijakan pemerintah daerah, dan berbagai kabar terbaru dari Jawa Barat dapat terus diikuti melalui artikel lain di Garap Media. Pembaca juga dapat menemukan informasi aktual mengenai isu sosial, ekonomi, teknologi, dan berbagai peristiwa nasional melalui liputan Garap Media lainnya.
Referensi
