Garap Media – Persaingan China dan Amerika Serikat memasuki fase yang semakin rumit. Washington dan Beijing sama-sama berusaha membangun ekosistem teknologi yang lebih mandiri. Fokus utamanya adalah artificial intelligence atau AI dan semikonduktor. Namun, hubungan bisnis dan investasi kedua negara ternyata masih sangat besar. Reuters melaporkan pada September 2026 bahwa investor AS dan China tetap memiliki keterikatan kuat di sektor teknologi. Kondisi ini terjadi meski kedua negara sedang membangun rantai pasok AI yang lebih terpisah. Karena itu, perang teknologi China AS tidak sesederhana pertarungan dua kubu yang benar-benar terpisah.
Ada tiga titik panas yang memperlihatkan kondisi tersebut. AI menjadi arena utama. Chip dan komputasi juga semakin strategis. Sementara itu, mineral kritis dan manufaktur ikut menentukan arah persaingan.
1. AI Menjadi Titik Panas Paling Besar
AI kini berada di pusat persaingan teknologi China dan AS karena teknologi ini dianggap penting bagi ekonomi, industri dan keamanan nasional. Washington membatasi akses China terhadap sejumlah teknologi chip canggih, sementara perusahaan China terus mengembangkan model dan perangkat keras domestik. Reuters melaporkan bahwa pembahasan AI menjadi salah satu isu penting menjelang pertemuan Presiden Donald Trump dan Presiden Xi Jinping pada September 2026. Kedua negara bahkan sedang membicarakan mekanisme komunikasi mengenai insiden AI yang dapat memiliki konsekuensi keamanan nasional. Artinya, AI bukan lagi sekadar perlombaan perusahaan teknologi, tetapi sudah masuk ke wilayah hubungan antarnegara.
Menariknya, ketegangan tersebut tidak otomatis membuat komunikasi berhenti. Pejabat AS dan China pada September 2026 sepakat untuk kembali membahas keamanan AI dalam pertemuan berikutnya di Shenzhen sekitar dua bulan setelah pembicaraan terbaru. Ini menunjukkan adanya kebutuhan kedua negara untuk tetap menjaga saluran komunikasi meskipun kepentingan strategis mereka sering berseberangan. China ingin mempercepat perkembangan AI dan membangun kemandirian teknologinya, sedangkan AS berusaha mempertahankan keunggulan sekaligus mengendalikan risiko keamanan. Di titik inilah perang teknologi China AS menjadi unik: persaingan semakin keras, tetapi dialog tetap diperlukan.
2. Chip dan Teknologi Komputasi Menjadi Titik Panas Kedua
Semikonduktor merupakan salah satu alasan utama mengapa hubungan teknologi China dan AS begitu sensitif. Chip canggih dibutuhkan untuk menjalankan model AI, pusat data, kendaraan pintar, robot hingga berbagai sistem berteknologi tinggi. Pembatasan ekspor teknologi semikonduktor oleh AS mendorong perusahaan China mempercepat pengembangan alternatif domestik. Dalam beberapa bulan terakhir, perusahaan China seperti Alibaba dan perusahaan chip lainnya juga menunjukkan kemajuan baru dalam pengembangan perangkat keras AI.
Namun, rantai pasok global membuat pemisahan total jauh lebih sulit daripada sekadar menghentikan perdagangan. Reuters mencatat bahwa investasi dan kepemilikan aset teknologi AS oleh investor China masih bernilai sangat besar, sementara modal dari investor China atau Hong Kong juga masuk ke pendanaan perusahaan AI AS. Nilai pendanaan AI AS yang melibatkan investor berbasis China atau Hong Kong bahkan meningkat dari sekitar US$436 juta pada 2023 menjadi sekitar US$8,9 miliar hingga pertengahan September 2026. Jadi, di balik retorika kemandirian teknologi, kepentingan modal dan rantai pasok masih menciptakan hubungan yang sulit diputus.
3. Mineral Kritis dan Manufaktur Bisa Menjadi Kartu China
Titik panas ketiga berada di sektor yang jauh dari layar komputer, yaitu mineral kritis dan manufaktur. Teknologi modern membutuhkan berbagai bahan strategis untuk chip, baterai, kendaraan listrik, energi terbarukan dan perangkat elektronik. Karena China memiliki posisi penting dalam sejumlah rantai pasok mineral serta manufaktur, sektor tersebut menjadi salah satu isu yang ikut dibicarakan dalam hubungan ekonomi AS-China. Pertemuan pejabat kedua negara pada September 2026 mencakup AI, perdagangan dan mineral kritis menjelang pertemuan Trump-Xi. Ini menunjukkan bahwa perang teknologi pada akhirnya tidak hanya ditentukan oleh siapa yang memiliki model AI terbaik.
Contoh lain terlihat dari keputusan perusahaan baterai AS EnerVenue yang memilih membangun pabrik pertamanya di China setelah sebelumnya merencanakan fasilitas di Kentucky. Menurut Reuters, perusahaan tersebut mempertimbangkan kedalaman rantai pasok, tenaga ahli, biaya dan kemampuan manufaktur China sebagai faktor penting. Pabrik tersebut dirancang sekitar 95 persen otomatis dan menjadi bagian dari rencana ekspansi global perusahaan. Fenomena ini memperlihatkan paradoks yang lebih besar: ketika pemerintah berusaha mengurangi ketergantungan teknologi, perusahaan tetap mencari lokasi yang memiliki ekosistem manufaktur paling efisien.
Penutup
Perang teknologi China AS sebenarnya tidak berjalan dalam garis lurus. AI dan chip menjadi arena persaingan paling strategis, tetapi investasi, perdagangan, manufaktur dan mineral kritis membuat kedua negara tetap memiliki kepentingan ekonomi yang saling beririsan. Reuters mencatat bahwa investor dari kedua negara masih memiliki eksposur besar terhadap pasar teknologi masing-masing meskipun Washington dan Beijing sedang berusaha membangun ekosistem AI yang lebih terpisah. Karena itu, hubungan China dan AS bisa terlihat semakin dekat dalam satu sektor sekaligus semakin tegang dalam sektor lainnya.
Tiga titik panas tersebut menunjukkan bahwa masa depan teknologi global kemungkinan tidak ditentukan oleh pemisahan total antara China dan AS. Persaingan akan berlangsung melalui chip, AI, modal, mineral, data, talenta dan rantai pasok yang saling terhubung. China terus mengejar kemandirian teknologi, sementara AS berusaha mempertahankan keunggulan dan membatasi akses terhadap teknologi tertentu. Di tengah situasi tersebut, satu hal menjadi semakin jelas: perang teknologi bukan hanya tentang siapa yang memiliki teknologi paling canggih, tetapi siapa yang mampu menguasai seluruh ekosistem di belakangnya.
Sumber Referensi
- Reuters – As Trump and Xi Meet, Investors Play Both Sides of AI Divide
https://www.reuters.com/business/retail-consumer/trump-xi-meet-investors-play-both-sides-ai-divide-2026-09-22/ - Reuters – AI Rivalry Hangs Over Trump-Xi Talks
https://www.reuters.com/legal/litigation/ai-rivalry-hangs-over-trump-xi-talks-2026-09-16/ - Reuters – US, China to Meet Again on AI Safety
https://www.reuters.com/world/asia-pacific/us-china-meet-again-ai-safety-two-months-shenzhen-bessent-says-2026-09-21/ - AP News – Alibaba Unveils New Powerful Chip and AI Model Plans
https://apnews.com/article/b29908e516faff9f5a82b201ba954aab
