Garap Media – Afrika semakin masuk radar dunia ketika investasi, teknologi, dan bisnis mulai melihat benua tersebut sebagai ruang pertumbuhan baru. Data UN Trade and Development mencatat Afrika menerima sekitar US$70 miliar investasi asing langsung atau FDI pada 2025, menjadi salah satu level tertinggi sejak 1990. Angka tersebut memang lebih rendah dibandingkan 2024 yang terdorong transaksi besar, tetapi tetap sekitar sepertiga di atas rata-rata jangka panjang kawasan. Di sektor teknologi, startup Afrika bahkan menghimpun sekitar US$4,1 miliar sepanjang 2025, naik 25 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Lalu, apa yang sebenarnya membuat Afrika semakin diperhatikan dan apa yang bisa dipelajari Indonesia?
1. Afrika Mulai Menjual Potensi Pasarnya, Bukan Sekadar Sumber Daya
Fakta pertama terlihat dari perubahan jenis investasi yang mulai masuk ke Afrika. UN Trade and Development mencatat investor semakin memperhatikan energi, infrastruktur, logistik, manufaktur, dan mineral strategis yang dibutuhkan dalam ekonomi global. Investor dari kawasan Teluk dan Asia juga semakin berperan dalam proyek baru, terutama pada energi, logistik, properti, dan infrastruktur. Artinya, perhatian dunia terhadap Afrika tidak hanya berkaitan dengan sumber daya alam, tetapi juga posisi strategisnya dalam rantai pasok masa depan. Perubahan ini membuat negara-negara Afrika memiliki kesempatan untuk menawarkan pasar dan ekosistem bisnis secara lebih luas.
Indonesia dapat mengambil pelajaran dari cara Afrika menghubungkan potensi domestik dengan kebutuhan global. Kekayaan sumber daya tidak cukup apabila tidak disambungkan dengan industri pengolahan, infrastruktur, teknologi, dan jaringan perdagangan. UN Trade and Development menilai tantangan utama Afrika adalah mengubah investasi menjadi industrialisasi yang lebih luas melalui keterampilan, infrastruktur, pemasok lokal, dan rantai pasok regional. Pola tersebut relevan bagi Indonesia yang juga sedang berupaya meningkatkan nilai tambah berbagai komoditas. Peluang terbesar bukan hanya menjual bahan mentah, tetapi menciptakan ekosistem bisnis yang membuat lebih banyak nilai ekonomi tinggal di dalam negeri.
2. Startup Lokal Mulai Memecahkan Masalah Lokal
Fakta kedua muncul dari perkembangan startup Afrika yang semakin mampu menarik modal. Partech mencatat startup teknologi Afrika mengumpulkan US$4,1 miliar pada 2025, meningkat 25 persen secara tahunan, dengan 570 transaksi sepanjang tahun tersebut. Fintech masih menjadi sektor ekuitas terbesar, tetapi cleantech, healthtech, dan solusi perusahaan juga semakin mendapat perhatian investor. Fenomena ini memperlihatkan bahwa investor tidak hanya mencari teknologi canggih, tetapi juga perusahaan yang menyelesaikan kebutuhan nyata. Dari pembayaran hingga energi dan kesehatan, masalah lokal justru menjadi dasar munculnya model bisnis baru.
Pelajaran bagi Indonesia adalah pentingnya membangun teknologi berdasarkan persoalan masyarakat sendiri. World Bank menilai negara berkembang tidak harus membuat model AI raksasa untuk mendapatkan manfaat teknologi, tetapi perlu mengadaptasi teknologi dengan bahasa, data, institusi, dan kebutuhan lokal. Pendekatan tersebut dapat diterapkan pada startup Indonesia di bidang pertanian, kesehatan, pendidikan, logistik, dan layanan publik. Teknologi yang sederhana tetapi tepat guna dapat memiliki dampak besar ketika digunakan oleh jutaan orang. Dengan demikian, inovasi lokal tidak harus menunggu teknologi global menjadi sempurna untuk mulai menciptakan nilai.
3. Investasi Digital Membutuhkan Fondasi yang Kuat
Fakta ketiga menunjukkan bahwa pertumbuhan teknologi tidak dapat dipisahkan dari infrastruktur dan kebijakan. UN Trade and Development mencatat investasi digital di negara berkembang masih sangat terkonsentrasi, sementara kebutuhan infrastruktur digital global jauh lebih besar daripada investasi yang tersedia. Investor juga mempertimbangkan regulasi yang transparan, keterampilan digital, talenta, serta kepastian kebijakan ketika memilih lokasi investasi teknologi. Karena itu, negara yang ingin menjadi pusat ekonomi digital tidak cukup hanya memiliki banyak pengguna internet. Mereka juga membutuhkan listrik yang stabil, konektivitas, data, talenta, sistem pembayaran, dan aturan yang mampu mengikuti perkembangan teknologi.
Indonesia dapat melihat pengalaman Afrika sebagai pengingat bahwa transformasi digital membutuhkan fondasi jangka panjang. World Bank menyebut konektivitas, komputasi, data, dan keterampilan sebagai empat fondasi penting agar negara berkembang dapat mengadopsi dan mengembangkan AI secara efektif. Penguatan fondasi tersebut juga membuka ruang bagi startup lokal untuk berkembang tanpa sepenuhnya bergantung pada teknologi impor. Ketika infrastruktur dan talenta tersedia, investor memiliki alasan lebih kuat untuk menempatkan modal pada perusahaan digital dalam negeri. Dari sini, persaingan bukan lagi sekadar siapa yang memiliki pengguna terbanyak, tetapi siapa yang mampu membangun ekosistem teknologi yang produktif.
Penutup
Afrika memberi gambaran bahwa perhatian global dapat tumbuh ketika potensi pasar, kebutuhan lokal, dan strategi investasi bertemu dalam satu ekosistem. FDI Afrika sekitar US$70 miliar pada 2025 dan pendanaan startup teknologi sebesar US$4,1 miliar menunjukkan adanya aktivitas investasi yang nyata, meski tetap terkonsentrasi pada negara dan sektor tertentu. Indonesia dapat mengambil pelajaran dari cara negara berkembang mengubah persoalan lokal menjadi peluang teknologi dan bisnis. Penguatan industri, startup lokal, infrastruktur digital, keterampilan, serta kepastian regulasi menjadi bagian penting dari proses tersebut. Jika fondasi tersebut dibangun secara konsisten, pengalaman Afrika dapat menjadi bahan pembelajaran berharga bagi Indonesia dalam menghadapi persaingan ekonomi digital global.
Sumber Referensi
- UN Trade and Development ā Africa is Attracting Investment in Strategic Industries
https://unctad.org/news/africa-attracting-investment-strategic-industries-challenge-turning-it-broader-industrial - UN Trade and Development ā International Investment in the Digital Economy
https://unctad.org/publication/international-investment-digital-economy-toolkit-policymakers - Partech Africa ā 2025 Africa Tech Venture Capital Report
https://partechpartners.com/news/2025-partech-africa-tech-vc-report-african-tech-funding-rebounds-to-us41b-driven-by-record-debt-activity-and-disciplined-equity-growth - World Bank ā World Development Report 2026: The Promise of Artificial Intelligence
https://www.worldbank.org/en/publication/wdr2026 - World Bank ā Digital Progress and Trends Report 2025: AI Foundations
https://www.worldbank.org/en/publication/dptr2025-ai-foundations
