Yodel Pegunungan Alpen Resmi Diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Dunia yang Mendunia
Tradisi yodel Pegunungan Alpen kini berhasil menembus daftar Warisan Budaya Takbenda UNESCO setelah diumumkan dalam sidang Komite Antar-Pemerintah UNESCO di New Delhi pada 11 Desember 2025 (AP News, 2025). Pengakuan ini menjadi tonggak penting bagi Swiss, mengingat yodel telah lama menjadi bagian dari identitas masyarakat pegunungan.
Penetapan ini tidak hanya mengangkat nilai budaya Swiss, tetapi juga menyoroti keunikan teknik vokal yodel yang telah diwariskan secara turun-temurun. UNESCO menilai yodel sebagai tradisi vokal bernilai tinggi yang terus berkembang di tengah masyarakat modern (UNESCO, 2025).
Apa Itu Yodel Pegunungan Alpen?
Yodel adalah teknik vokal khas Pegunungan Alpen yang menggabungkan perubahan cepat antara suara dada dan suara kepala, menghasilkan melodi berayun yang khas. Tradisi ini kerap digunakan dalam komunikasi jarak jauh di daerah pegunungan dan kini berkembang menjadi seni pertunjukan (UNESCO, 2025).
Secara historis, yodel terbagi menjadi dua bentuk utama: natural yodeling yang tidak memiliki lirik, dan sung yodeling yang menggabungkan lirik dengan pola vokal cepat. Keduanya dipandang sebagai representasi budaya Swiss yang kuat.
Perjalanan Menuju Pengakuan UNESCO
Pemerintah Swiss secara resmi mengajukan pencalonan yodel kepada UNESCO dengan dukungan luas dari asosiasi yodel lokal. Proses pencalonan ini melibatkan dokumentasi mendalam mengenai sejarah, teknik vokal, serta peran komunitas dalam menjaga tradisi (AP News, 2025).
Penetapan di New Delhi menjadi momen penting bagi para praktisi yodel, yang jumlahnya mencapai lebih dari 12.000 penyanyi aktif serta ratusan kelompok yang tergabung dalam Swiss Yodeling Association (AP News, 2025).
Makna Budaya Yodel bagi Swiss
Menurut laporan Kumparan Travel (2025), tradisi yodel terus berkembang di tengah masyarakat modern dan sering tampil dalam berbagai festival budaya, lengkap dengan kostum tradisional dan iringan akordeon. Sementara itu, Malay Mail (2025) menekankan bahwa penambahan yodel ke daftar UNESCO memperkuat posisi Swiss sebagai negara dengan warisan budaya yang kaya dan diakui dunia. Tradisi yodel Pegunungan Alpen memainkan peran besar dalam berbagai festival, kompetisi, dan konser yang digelar di seluruh Swiss. Banyak kelompok yodel tampil dengan kostum tradisional dan iringan akordeon, menunjukkan bahwa yodel tetap hidup dan relevan hingga kini.
Pengakuan UNESCO ini semakin memperkuat posisi yodel sebagai simbol identitas Swiss. Selain itu, status ini memperluas peluang penelitian musik tradisional serta mendorong pertukaran budaya antara negara.
Dampak Pengakuan UNESCO
Pelestarian Tradisi
Dengan masuknya yodel dalam daftar UNESCO, Swiss kini terdorong untuk memperkuat pelestarian tradisi melalui pendidikan, festival budaya, dan dukungan komunitas. Hal ini memastikan keberlangsungan seni vokal yodel di masa depan.
Pengakuan Global
Status UNESCO meningkatkan perhatian internasional terhadap yodel, termasuk potensi pariwisata yang berbasis budaya. Tradisi ini kini menjadi daya tarik baru bagi wisatawan yang ingin mengenal lebih dekat kekayaan budaya Swiss.
Penetapan yodel Pegunungan Alpen sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO merupakan pengakuan global atas kekayaan tradisi vokal Swiss. Penghargaan ini menjadi simbol penting dalam upaya pelestarian budaya dunia.
Untuk informasi budaya lainnya, terus ikuti berita terbaru di Garap Media. Kami menghadirkan laporan terkini mengenai pelestarian tradisi dan warisan budaya dari berbagai belahan dunia.
Referensi
