Wujud Asli Ikan Blobfish Ternyata Tak Sekelembek Itu!
Ikan blobfish sering dijuluki sebagai makhluk laut paling aneh di dunia. Namun, di balik penampilannya yang lembek dan unik, ikan ini menyimpan adaptasi luar biasa untuk bertahan hidup di kedalaman laut yang ekstrem. Di habitat aslinya, ikan blobfish sebenarnya tidak terlihat seperti makhluk lembek yang sering kita lihat di internet (National Geographic, 2025).
Meski tidak sepopuler spesies laut lainnya, ikan blobfish telah menarik perhatian ilmuwan karena hidupnya di zona laut dalam yang hampir mustahil dijangkau manusia. Peneliti terus mempelajari anatomi, perilaku, dan perannya dalam ekosistem laut (ScienceFocus, 2024).
Habitat dan Persebaran Ikan Blobfish
Ikan blobfish (spesies Psychrolutes marcidus dan Psychrolutes microporos) hidup di kedalaman laut antara 600 hingga 1.200 meter di perairan lepas pantai Australia, Tasmania, dan Selandia Baru (National Geographic, 2025; Australian Museum, n.d.). Di kedalaman ini, tekanan air bisa mencapai lebih dari 100 kali tekanan atmosfer di permukaan.
Keluarga ikan ini termasuk dalam Psychrolutidae, yang dikenal sebagai fathead sculpins. Mereka hidup di dasar laut (zona benthik), di mana sinar matahari tidak mampu menembus, menjadikannya salah satu hewan laut terdalam yang dikenal manusia (Australian Museum, n.d.).
Adaptasi Unik Ikan Blobfish
Tubuh Gelatin Tanpa Kantung Udara
Tubuh ikan blobfish terdiri dari jaringan gelatin dengan kepadatan sedikit lebih rendah dari air laut. Adaptasi ini memungkinkan mereka melayang di atas dasar laut tanpa perlu energi besar (National Geographic, 2025). Tidak seperti ikan lain, blobfish tidak memiliki kantung udara (swim bladder), karena tekanan besar di habitat mereka akan menghancurkan organ tersebut.
Perubahan Penampilan di Permukaan
Ketika diangkat ke permukaan, tekanan yang rendah menyebabkan tubuh blobfish mengembang dan kolaps, menjadikannya tampak seperti “blob” lembek yang viral di media sosial. Padahal, di habitat aslinya, bentuknya jauh lebih proporsional (ScienceFocus, 2024).
Pola Hidup dan Makanan
Ikan blobfish adalah predator pasif yang menunggu mangsa lewat di dekatnya. Mereka memakan krustasea kecil, moluska, dan sisa organisme laut yang tenggelam ke dasar laut (National Geographic, 2025). Karena hidup di lingkungan yang miskin makanan, blobfish memiliki metabolisme lambat untuk menghemat energi.
Informasi tentang reproduksi ikan blobfish masih terbatas. Namun, beberapa laporan menunjukkan bahwa mereka kemungkinan meletakkan telur di dasar laut dan melindunginya hingga menetas (Australian Museum, n.d.).
Ancaman dan Status Konservasi
Ancaman utama ikan blobfish berasal dari praktik penangkapan ikan laut dalam, khususnya bottom trawling, yang dapat menangkap mereka secara tidak sengaja (bycatch) (ScienceFocus, 2024). Karena data populasi masih terbatas, blobfish belum memiliki status konservasi resmi di daftar IUCN. Namun, para ahli memperingatkan potensi kerentanan mereka akibat gangguan habitat (Australian Museum, n.d.).
Menariknya, pada tahun 2025 blobfish dinobatkan sebagai “Fish of the Year” di Selandia Baru untuk meningkatkan kesadaran publik tentang pentingnya konservasi laut dalam (The Guardian, 2025).
Simbol Kesadaran Konservasi
Popularitas blobfish meningkat sejak dinobatkan sebagai “hewan terjelek di dunia” oleh Ugly Animal Preservation Society pada tahun 2013. Kampanye ini bertujuan menyoroti bahwa semua makhluk, bahkan yang tidak menarik secara visual, memiliki peran penting dalam ekosistem laut (ResearchGate, 2013).
Ikan blobfish bukan hanya simbol keanehan laut dalam, tetapi juga contoh nyata betapa menakjubkannya adaptasi alam terhadap tekanan ekstrem. Di balik penampilannya yang sering disalahpahami, blobfish memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem dasar laut.
Mari terus membaca berita menarik lainnya di Garap Media untuk mengenal lebih dalam keajaiban dunia laut dan upaya menjaga kelestariannya.
Referensi
