WHO menyebut Ramadan identik dengan ibadah puasa dari fajar hingga matahari terbenam. Selama bulan suci ini, umat Muslim menahan diri dari makan, minum, merokok, termasuk penggunaan rokok elektrik, serta memperbanyak ibadah dan aktivitas sosial seperti salat berjamaah dan berbuka bersama keluarga.
Namun di balik nilai spiritual dan kebersamaan yang menguat, Ramadan juga menghadirkan tantangan kesehatan, terutama bagi kelompok rentan seperti penderita diabetes, ibu hamil, lansia, dan mereka yang memiliki penyakit kronis. Puasa dalam durasi panjang tanpa pengawasan medis dapat meningkatkan risiko komplikasi serius. Karena itu, WHO memberikan sejumlah peringatan terkait risiko kesehatan selama Ramadan.
Peringatan WHO tentang Risiko Penyakit Selama Ramadan
WHO mengingatkan bahwa perubahan pola makan, waktu istirahat, serta peningkatan aktivitas sosial selama Ramadan dapat berdampak pada kondisi kesehatan tertentu. Intensitas pertemuan sosial, mulai dari salat berjamaah hingga makan bersama, berpotensi mempercepat penularan penyakit menular, termasuk infeksi saluran pernapasan, jika protokol kesehatan diabaikan.
Selain itu, kelompok dengan penyakit kronis perlu memberi perhatian khusus. Puasa yang berlangsung dalam durasi panjang tanpa pendampingan tenaga medis dapat memicu komplikasi yang membahayakan. Karena itu, konsultasi medis sebelum memutuskan berpuasa menjadi langkah penting bagi mereka yang memiliki kondisi kesehatan tertentu.
WHO Soroti Diabetes sebagai Risiko Utama
Di kawasan Mediterania Timur, diabetes menjadi salah satu masalah kesehatan paling luas. Di Mesir, misalnya, lebih dari sembilan juta orang hidup dengan diabetes. Angka tersebut terus meningkat seiring perubahan pola makan, minimnya aktivitas fisik, serta gaya hidup tidak sehat.
Memasuki Ramadan, beredar pula berbagai informasi keliru yang dapat membahayakan penderita diabetes. Salah satu anggapan yang sering muncul adalah bahwa pengukuran gula darah membatalkan puasa. Padahal secara medis, pemantauan gula darah justru sangat penting untuk mencegah kondisi darurat seperti hipoglikemia (gula darah rendah) atau hiperglikemia (gula darah tinggi).
Dokter menegaskan bahwa penderita diabetes yang berencana berpuasa wajib berkonsultasi terlebih dahulu untuk menyusun rencana yang aman. Dalam beberapa kasus, dokter dapat menyarankan penyesuaian dosis obat atau bahkan menganjurkan untuk tidak berpuasa demi keselamatan pasien.
Langkah Pencegahan yang Dianjurkan WHO
WHO dan para tenaga kesehatan menyarankan sejumlah langkah pencegahan bagi penderita diabetes selama Ramadan. Pertama, rutin memantau kadar gula darah, termasuk saat berpuasa. Jika kadar gula turun atau melonjak drastis, puasa harus segera dibatalkan demi mencegah komplikasi serius.
Kedua, memilih makanan sehat saat berbuka dan sahur dengan membatasi konsumsi gula sederhana serta makanan tinggi lemak. Pola makan seimbang membantu menjaga kestabilan kadar gula darah sepanjang hari. Ketiga, mencukupi kebutuhan cairan dengan minum air putih secara teratur setelah berbuka hingga sahur, serta menghindari konsumsi minuman manis secara berlebihan. Dehidrasi dapat memperburuk kondisi kesehatan, terutama bagi penderita penyakit kronis.
Aktivitas fisik tetap dianjurkan, namun dilakukan secara ringan dan terukur, seperti berjalan kaki setelah berbuka. Olahraga berat pada siang hari berisiko memicu dehidrasi serta gangguan kadar gula darah. Para ahli kesehatan menekankan bahwa puasa tidak boleh membahayakan keselamatan jiwa. Dengan perencanaan matang dan disiplin mengikuti anjuran medis, Ramadan tetap dapat dijalani secara aman dan bermakna.
Penutup
Peringatan WHO menjadi pengingat bahwa Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjaga keseimbangan antara ibadah, kesehatan, dan tanggung jawab terhadap diri sendiri. Kelompok rentan perlu lebih waspada agar puasa tidak berujung pada komplikasi yang membahayakan.
Referensi:
- Liputan6. (2026). WHO Ingatkan Risiko Sejumlah Penyakit Selama Bulan Ramadan. Retrieved from https://www.liputan6.com/islami/read/6279069/who-ingatkan-risiko-sejumlah-penyakit-selama-bulan-ramadan
