Weton dalam pernikahan – Pernikahan di Jawa tidak hanya dipandang sebagai penyatuan dua insan, tetapi juga penyatuan budaya, keluarga, dan tradisi. Salah satu warisan leluhur yang hingga kini masih dijalankan adalah perhitungan weton. Meski banyak yang mulai melihatnya secara fleksibel, tradisi ini tetap punya tempat dalam prosesi pernikahan masyarakat Jawa.
Apa Itu Weton?
Weton adalah hari lahir yang dihitung dari gabungan kalender Masehi (Senin–Minggu) dan kalender Jawa (Legi, Pahing, Pon, Wage, Kliwon). Menurut CNN Indonesia dalam artikel Weton, Penanggalan yang Dianggap Ramalan, tradisi ini sering dipahami sebagai “ramalan” Jawa yang dipercaya mempengaruhi karakter seseorang, rezeki, bahkan perjalanan rumah tangga. ( CNN Indonesia, 2016 )
Cara Menghitung Weton dalam Pernikahan
Dalam tradisi Jawa, weton pasangan calon pengantin dijumlahkan dari nilai hari dan pasaran. Hasil hitungan itu kemudian diinterpretasikan: ada yang masuk kategori Pesthi (harmonis), Jodho (jodoh sejati), atau sebaliknya Pegat (rawan berpisah) dan Padu (mudah berselisih). Dijelaskan detik.com dalam Hitungan Weton Jawa Untuk Pernikahan: Tata Cara, Makna, Contoh, dan Ramalan, hasil hitungan sering dijadikan dasar keluarga untuk menentukan apakah pernikahan perlu dilanjutkan, atau dilakukan ritual penolak bala seperti doa bersama dan sedekah. ( Detik Jateng,2023 )
Relevansi Weton dalam pernikahan di Era Modern
Meski masih dipegang teguh sebagian masyarakat, generasi muda cenderung lebih longgar dalam menyikapi weton. Ada yang menghormati tradisi ini demi menjaga restu keluarga, namun ada juga yang menganggap sebagai bagian budaya tanpa menjadi penentu mutlak.
Faktanya, seperti yang lansir detik.com dalam Tradisi Hitungan Weton dalam Pernikahan Jawa, banyak pasangan kini lebih menekankan komunikasi, kesiapan mental, dan komitmen sebagai faktor utama keberlangsungan rumah tangga. ( Detik Jatim,2024)
Antara Tradisi dan Kehidupan Nyata
Menghargai weton berarti menjaga kearifan lokal. Namun, pernikahan tetaplah perjalanan panjang yang ditopang oleh cinta, kesetiaan, dan kerja sama. Menjadikan weton sebagai pedoman tambahan adalah wajar, selama ia tidak menggeser nilai-nilai fundamental dalam membangun keluarga.
Penutup
Weton dalam pernikahan Jawa bisa dipandang sebagai jembatan antara tradisi dan kehidupan modern. Bagi sebagian orang, ia menjadi penentu restu keluarga, sementara bagi yang lain hanya sekadar rambu budaya yang dihormati tanpa harus diikuti sepenuhnya. Apa pun pilihan yang diambil, fondasi rumah tangga tetaplah terletak pada komitmen, komunikasi, dan cinta. Dengan demikian, weton bukan lagi hambatan, melainkan bagian dari warisan budaya yang memperkaya perjalanan pernikahan itu sendiri.
Tertarik menggali lebih dalam soal budaya Indonesia? Jangan lewatkan artikel pilihan lainnya di Garap Media sumber informasi yang hangat dan penuh makna.
Referensi
- Weton, Penanggalan yang Dianggap Ramalan.
- Hitungan Weton Jawa Untuk Pernikahan: Tata Cara, Makna, Contoh, dan Ramalan.
- Tradisi Hitungan Weton dalam Pernikahan Jawa.
