Waspada Virus RSV Serang Bayi dan Picu Lonjakan Kasus

Last Updated: 5 December 2025, 03:37

Bagikan:

Lonjakan kasus virus RSV kembali mengancam kesehatan bayi di Indonesia, memicu kewaspadaan orang tua dan tenaga medis. Sumber gambar: John James/Alamy.
Table of Contents

Waspada Virus RSV Serang Bayi dan Picu Lonjakan Kasus

Kasus infeksi Respiratory Syncytial Virus (RSV) kembali meningkat di Indonesia, terutama menyerang bayi dan balita. Laporan dari ANTARA News (2025) menyebutkan bahwa infeksi RSV dapat memicu gangguan pernapasan serius pada bayi, terutama yang berusia di bawah dua tahun.

Lonjakan kasus ini membuat tenaga kesehatan mengimbau orang tua untuk lebih waspada terhadap gejala awal, mengingat RSV dapat meninggalkan gejala sisa seperti mengi hingga risiko asma saat anak tumbuh dewasa (TIMES Indonesia, 2025). Oleh sebab itu, pemahaman mengenai penyebab, gejala, serta cara pencegahan menjadi sangat penting.

Apa Itu Virus RSV?

Virus rsv adalah virus yang menyerang saluran pernapasan dan umum menyebabkan bronkiolitis dan pneumonia pada bayi. Menurut ANTARA News (2025), virus ini sangat berbahaya bagi bayi prematur karena paru-paru mereka masih belum berkembang dengan sempurna.

Cara Penularan

Penularan RSV terjadi melalui droplet, kontak langsung, maupun permukaan yang terkontaminasi. Faktor cuaca yang tidak menentu, terutama musim hujan, turut mempercepat lonjakan penyebaran virus ini (ANTARA News, 2025).

Gejala Umum

Menurut Bisnis.com (2025), gejala RSV pada bayi meliputi:

  • Batuk dan pilek berkepanjangan
  • Napas cepat atau tersengal
  • Sulit menyusu
  • Demam ringan hingga sedang
  • Tarikan dinding dada

Lonjakan Kasus dan Dampaknya

Laporan terbaru ANTARA News (2025) menunjukkan semakin banyak bayi yang dirawat akibat infeksi RSV dalam sebulan terakhir. Dokter mengingatkan bahwa RSV tidak hanya menimbulkan gejala akut, tetapi juga dapat meninggalkan dampak jangka panjang seperti gangguan pernapasan kronis.

Risiko pada Bayi Prematur

Dalam artikel lain, ANTARA News (2025) menegaskan bahwa bayi prematur adalah kelompok paling rentan. Infeksi RSV dapat menyebabkan penurunan saturasi oksigen dan memerlukan perawatan intensif.

Potensi Komplikasi Jangka Panjang

TIMES Indonesia (2025) melaporkan bahwa bayi yang pernah terinfeksi RSV berisiko lebih tinggi mengembangkan asma ketika dewasa. Hal ini terjadi akibat kerusakan jaringan paru-paru yang terbentuk saat infeksi berlangsung.

Pencegahan dan Perlindungan dari Virus RSV

Pencegahan menjadi langkah utama mengingat hingga saat ini belum ada obat yang benar-benar menyembuhkan RSV (Bisnis.com, 2025). Perawatan yang ada lebih berfungsi meredakan gejala.

Menjaga Kebersihan Tangan

Rajin mencuci tangan merupakan tindakan paling efektif mencegah penularan RSV, terutama pada bayi yang belum memiliki imunitas sempurna.

Menghindari Paparan Asap dan Kerumunan

Bayi sangat sensitif terhadap iritasi. Dokter menganjurkan untuk menjauhkan bayi dari asap rokok dan menghindari tempat ramai (ANTARA News, 2025).

Vaksinasi dan Perlindungan untuk Ibu Hamil

TIMES Indonesia (2025) melaporkan bahwa vaksin RSV untuk ibu hamil mulai direkomendasikan sebagai solusi untuk memberikan antibodi pasif kepada bayi setelah lahir.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera membawa anak ke fasilitas kesehatan sangat dianjurkan jika terjadi sesak napas, tarikan napas kuat di dada, atau bayi tampak sangat lemah (ANTARA News, 2025). Pada kasus berat, bayi dapat memerlukan rawat inap hingga terapi oksigen.

Pada beberapa laporan, bayi dengan infeksi RSV juga mengalami sisa gejala berupa batuk berkepanjangan dan napas berbunyi (wheezing) selama berminggu-minggu setelah sembuh (ANTARA News, 2025).

Dengan meningkatnya kasus virus rsv di berbagai wilayah, penting bagi orang tua untuk mengenali gejala sejak dini dan memahami langkah pencegahan. Infeksi yang tampak ringan dapat berkembang menjadi kondisi serius jika tidak ditangani.

Untuk berita kesehatan lainnya yang informatif dan akurat, pembaca dapat menjelajahi berbagai artikel di Garap Media. Banyak informasi terbaru yang dapat membantu menjaga kesehatan keluarga.

Referensi

/ Stay Connected /

466

Ikuti

1

Ikuti

73

Ikuti

13

Ikuti

/ Media Promosi /

Pasang Iklan & Promosikan Brand Anda di Garap Media!

Tampilkan produk, layanan, atau acara Anda di halaman kami dan jangkau ribuan pembaca setiap hari. Hubungi kami untuk penawaran kerja sama dan paket promosi terbaik.

/ Berita Lainnya /