Teh dan Kopi Panas – Sudah lama menjadi minuman favorit masyarakat di seluruh dunia. Minuman ini kerap menjadi teman saat bekerja, belajar, atau sekadar bersantai. Namun, penelitian terbaru menunjukkan adanya risiko yang patut diwaspadai dari dua minuman ini.
Studi ilmiah menemukan bahwa teh dan kopi panas berpotensi mengandung mikroplastik dalam jumlah tinggi. Kandungan partikel ini sebagian besar berasal dari wadah dan kemasan yang digunakan, terutama ketika terkena suhu tinggi. Hal ini menimbulkan kekhawatiran mengenai dampaknya terhadap kesehatan manusia.
Teh dan Kopi Panas Terpapar Mikroplastik
Hasil Studi Terkini
Hasil riset internasional terhadap 155 sampel minuman menunjukkan bahwa teh panas mengandung rata-rata 60 partikel mikroplastik per liter, sedangkan kopi panas sekitar 43 partikel per liter. Jumlah ini termasuk yang tertinggi dibandingkan minuman lain seperti air mineral dalam kemasan atau jus (Jurnas, 2025).
Sumber Kontaminasi
Mikroplastik pada teh dan kopi terutama berasal dari gelas kertas berlapis plastik, sedotan, tutup botol, dan bahkan alat penyeduh. Studi mencatat, minuman yang disajikan menggunakan gelas kaca atau stainless steel memiliki kadar mikroplastik lebih rendah dibandingkan wadah sekali pakai (Merdeka, 2025; Kompas, 2025).
Baca juga: Bahaya yang Mengintai dari Kantong Teh Celup, Mitos atau Fakta?
Dampak Mikroplastik pada Kesehatan
Partikel dan Ukurannya
Ukuran partikel mikroplastik yang ditemukan berkisar antara 10 hingga 157 mikrometer. Peneliti juga memperkirakan adanya nanoplastik yang jauh lebih kecil dan sulit terdeteksi. Kehadiran partikel tersebut menimbulkan potensi akumulasi dalam tubuh (Merdeka, 2025).
Risiko Jangka Panjang
Beberapa penelitian menemukan mikroplastik dalam darah, paru-paru, hingga organ reproduksi manusia. Meski dampak pastinya masih diteliti, para ilmuwan memperingatkan bahwa paparan jangka panjang bisa memicu peradangan, gangguan hormon, serta masalah kesehatan serius lainnya (CNBC Indonesia, 2025).
Cara Mengurangi Paparan Mikroplastik
Pilih Wadah yang Aman
Menggunakan wadah berbahan kaca atau stainless steel dapat menurunkan risiko terpapar mikroplastik. Sebaliknya, penggunaan gelas kertas berlapis plastik dan plastik sekali pakai sebaiknya dihindari, terutama untuk minuman panas (Kompas, 2025).
Peran Industri dan Konsumen
Industri minuman perlu mengembangkan kemasan yang lebih aman, sementara konsumen disarankan lebih bijak memilih wadah serta memperhatikan cara penyeduhan. Langkah kecil ini bisa membantu mengurangi paparan mikroplastik sehari-hari (Jurnas, 2025).
Penutup
Temuan mengenai mikroplastik dalam teh dan kopi menjadi pengingat penting bahwa kebiasaan sederhana bisa membawa dampak besar bagi kesehatan. Dengan memilih wadah yang tepat, kita bisa meminimalkan risiko dari paparan yang sulit terlihat ini.
Untuk informasi lain seputar gaya hidup sehat dan fakta seputar minuman favorit Anda, terus ikuti berita menarik di Garap Media. Jangan lewatkan pula pembahasan mendalam tentang risiko konsumsi sehari-hari yang sering tidak kita sadari.
Referensi:
- CNBC Indonesia. (2025). Jenis minuman yang mengandung mikroplastik tertinggi menurut studi. Retrieved from https://www.cnbcindonesia.com/lifestyle/20250824170212-33-660897/jenis-minuman-yang-mengandung-mikroplastik-tertinggi-menurut-studi
- Jurnas. (2025). Waspada! Kopi dan teh panas bisa mengandung mikroplastik, ini peringatan ilmuwan. Retrieved from https://www.jurnas.com/artikel/1646929/Waspada-Kopi-dan-Teh-Panas-Bisa-Mengandung-Mikroplastik-Ini-Peringatan-Ilmuwan/
- Kompas. (2025). Suka kopi atau teh panas? Hati-hati kandungan mikroplastiknya tertinggi. Retrieved from https://www.kompas.com/tren/read/2025/09/24/063000965/suka-kopi-atau-teh-panas-hati-hati-kandungan-mikroplastiknya-tertinggi
- Merdeka. (2025). Waspada! Studi terbaru ungkap mikroplastik tertinggi ada di teh dan kopi panas. Retrieved from https://www.merdeka.com/sehat/waspada-studi-terbaru-ungkap-mikroplastik-tertinggi-ada-di-teh-dan-kopi-panas-458355-mvk.html
