Waspada! Kenali Mythomania, Penyakit Pembohong Kronis
Pernahkah kamu mengenal seseorang yang tampaknya tidak bisa tidak berbohong? Bahkan dalam situasi di mana kebohongan itu tidak memberikan manfaat apa pun? Bisa jadi orang tersebut mengalami kondisi psikologis yang disebut mythomania. Dalam dunia psikologi, mythomania bukan sekadar kebiasaan buruk, melainkan gangguan yang nyata dan bisa memengaruhi kehidupan sosial, pekerjaan, bahkan kesehatan mental penderitanya dan orang-orang di sekitarnya.
Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang apa itu, ciri-cirinya, penyebab, hingga bagaimana penanganan yang tepat. Simak baik-baik agar kamu bisa lebih waspada terhadap kondisi ini!
Apa Itu Mythomania?
Mythomania, atau disebut juga sebagai pseudologia fantastica, adalah gangguan psikologis di mana seseorang memiliki dorongan kompulsif untuk berbohong secara terus-menerus dan sering kali tanpa alasan jelas. Berbeda dengan kebohongan biasa yang biasanya dimotivasi oleh tujuan tertentu (misalnya untuk menghindari hukuman), gangguan ini terjadi karena dorongan psikologis internal yang sulit dikendalikan.
Ciri-Ciri
Beberapa tanda umum orang yang mengalami mythomania antara lain:
- Sering berbohong meski tanpa alasan yang masuk akal
- Kebohongan yang dibuat cenderung kompleks dan dramatis
- Kebohongan bisa mencampur antara kenyataan dan fiksi
- Sulit merasa bersalah atau menyadari kesalahannya
- Mungkin merasa puas atau bangga setelah berbohong
- Kebohongan sering digunakan untuk membentuk citra diri palsu
Apa Penyebab?
Hingga kini, penyebab pasti para penderita belum diketahui sepenuhnya. Namun, beberapa faktor yang diyakini turut memengaruhi antara lain:
- Trauma masa kecil atau pengalaman tidak menyenangkan yang membuat individu menciptakan dunia fantasi sebagai bentuk pelarian.
- Gangguan kepribadian, seperti borderline personality disorder (BPD) atau narcissistic personality disorder (NPD).
- Lingkungan sosial, seperti tekanan dari keluarga atau masyarakat yang menuntut pencapaian tertentu.
Dampak bagi Penderita dan Lingkungan
Mythomania dapat membawa konsekuensi serius, baik secara personal maupun sosial. Bagi penderita, kebiasaan berbohong bisa merusak hubungan, kehilangan kepercayaan, hingga menghambat karier atau pendidikan. Sementara bagi orang-orang di sekitarnya, mythomania bisa menimbulkan frustrasi, luka emosional, dan kebingungan.
Karena mythomania bukan hanya kebiasaan buruk, tetapi gangguan psikologis, pendekatan yang dibutuhkan pun berbeda. Mengabaikannya justru bisa memperburuk kondisi.
Bagaimana Cara Menangani?
Menangani mythomania bukan hal yang mudah, tetapi bukan pula hal yang mustahil. Berikut beberapa pendekatan yang umum dilakukan:
- Terapi psikologis seperti cognitive behavioral therapy (CBT) untuk membantu penderita mengenali pola pikir yang salah dan menggantinya.
- Dukungan keluarga dan lingkungan sekitar, agar penderita tidak merasa dikucilkan atau disudutkan.
- Konsultasi dengan psikiater jika dibutuhkan penanganan medis lebih lanjut.
Yang terpenting adalah mengenali bahwa mythomania adalah kondisi medis yang membutuhkan penanganan profesional, bukan sekadar aib yang harus disembunyikan.
Mythomania adalah fenomena kompleks yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Bukan sekadar kebohongan biasa, tetapi cerminan dari luka psikologis yang mendalam. Dengan memahami lebih dalam tentang mythomania, kita bisa lebih bijak dalam menyikapi perilaku orang lain dan memberikan dukungan yang tepat. Untuk mengetahui lebih banyak isu psikologi menarik lainnya, baca terus berita dan artikel terkini di Garap Media.
Lampiran Referensi
