Waspada! Ini Penyebab Angin Duduk yang Mematikan

Last Updated: 10 August 2025, 01:16

Bagikan:

Ketika jantung memberi peringatan, jangan diabaikan.
Table of Contents

Waspada! Ini Penyebab Angin Duduk yang Mematikan

Penyebab angin duduk atau angina pectoris sering kali disalahartikan sebagai masuk angin biasa oleh sebagian masyarakat Indonesia. Padahal, kondisi ini merupakan tanda penyakit jantung koroner yang dapat berakibat fatal jika tidak ditangani segera. Serangan angin duduk terjadi ketika aliran darah ke otot jantung berkurang, sehingga suplai oksigen tidak mencukupi kebutuhan tubuh. Sayangnya, gejala angin duduk sering muncul tiba-tiba dan kerap diabaikan karena mirip keluhan ringan sehari-hari.

Artikel ini akan membahas penyebab angin duduk secara lengkap, mulai dari faktor risiko, mekanisme terjadinya, hingga gaya hidup yang memicu kondisi ini.


Penyebab Utama Angin Duduk

Penyempitan Pembuluh Darah Jantung (Aterosklerosis)

Penyebab utama angin duduk adalah penyempitan atau penyumbatan pembuluh darah koroner akibat penumpukan plak kolesterol. Plak ini membuat aliran darah terhambat sehingga jantung kekurangan oksigen. Kondisi aterosklerosis dapat berkembang selama bertahun-tahun tanpa gejala, hingga akhirnya memicu serangan mendadak.

Tekanan Darah Tinggi

Hipertensi membuat dinding arteri menjadi kaku dan rusak. Hal ini memicu terbentuknya plak serta memperberat kerja jantung. Akibatnya, risiko angin duduk meningkat, terutama pada mereka yang tidak mengontrol tekanan darahnya.

Kolesterol Tinggi

Kadar kolesterol LDL (low-density lipoprotein) yang tinggi dapat mempercepat pembentukan plak di pembuluh darah. Sebaliknya, kadar kolesterol HDL yang rendah membuat tubuh sulit membersihkan kolesterol berlebih dari darah.

Merokok

Nikotin dan zat kimia dalam rokok merusak lapisan dinding arteri, mempercepat pembentukan plak, serta membuat darah lebih kental. Perokok aktif memiliki risiko lebih tinggi terkena angin duduk dibandingkan bukan perokok.

Diabetes

Kadar gula darah yang tinggi merusak pembuluh darah dan saraf yang mengatur jantung. Selain itu, penderita diabetes sering memiliki tekanan darah tinggi dan kadar kolesterol yang tidak sehat, yang merupakan kombinasi mematikan bagi kesehatan jantung.


Faktor Gaya Hidup yang Memicu Angin Duduk

Pola Makan Tidak Sehat

Konsumsi makanan tinggi lemak jenuh, garam, dan gula mempercepat kerusakan pembuluh darah. Pola makan cepat saji tanpa asupan sayur dan buah yang cukup menjadi salah satu penyebab utama gangguan jantung.

Kurang Aktivitas Fisik

Olahraga membantu menjaga elastisitas pembuluh darah dan kesehatan jantung. Kurangnya aktivitas fisik membuat berat badan naik, metabolisme melambat, dan meningkatkan risiko aterosklerosis.

Stres Berlebihan

Stres meningkatkan produksi hormon kortisol dan adrenalin yang membuat tekanan darah naik. Jika terjadi terus-menerus, kondisi ini memperburuk kesehatan pembuluh darah dan memicu angin duduk.


Kapan Harus Waspada?

Gejala angin duduk dapat muncul tiba-tiba, seperti nyeri dada yang menjalar ke lengan kiri, rahang, atau punggung. Keluhan sering disertai sesak napas, keringat dingin, mual, hingga pusing. Jika gejala ini muncul, terutama setelah beraktivitas fisik atau stres emosional, segera cari bantuan medis. Penanganan cepat dapat menyelamatkan nyawa.


Angin duduk bukanlah penyakit ringan yang bisa diabaikan. Penyebabnya berkaitan erat dengan kerusakan pembuluh darah dan gaya hidup tidak sehat. Menjaga pola makan, rutin berolahraga, mengelola stres, dan menghindari kebiasaan merokok merupakan langkah penting untuk mencegah kondisi mematikan ini.
Jangan menunggu sampai terlambat — kenali penyebabnya, ubah gaya hidup, dan tetap pantau kesehatan jantung Anda.

Untuk berita kesehatan dan informasi penting lainnya, terus ikuti update terkini hanya di Garap Media.

Lampiran Referensi:

/ Stay Connected /

466

Ikuti

1

Ikuti

73

Ikuti

13

Ikuti

/ Media Promosi /

Pasang Iklan & Promosikan Brand Anda di Garap Media!

Tampilkan produk, layanan, atau acara Anda di halaman kami dan jangkau ribuan pembaca setiap hari. Hubungi kami untuk penawaran kerja sama dan paket promosi terbaik.

/ Berita Lainnya /