Warga Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, menyuarakan penolakan terhadap aktivitas pertambangan di kaki Gunung Slamet. Penolakan ini disampaikan melalui aksi damai dengan pemasangan spanduk di sekitar area tambang pasir yang dinilai telah merusak lingkungan sekitar.
Aksi tersebut mencerminkan kekhawatiran masyarakat terhadap dampak jangka panjang pertambangan, terutama terhadap kerusakan jalan desa, penurunan kualitas lingkungan, serta ancaman terhadap sumber air yang selama ini menjadi penopang kehidupan warga.
Aksi Warga Tolak Tambang Gunung Slamet
Penolakan warga dilakukan oleh puluhan masyarakat yang tergabung dalam aliansi warga Sumbang. Mereka mendatangi langsung lokasi pertambangan di wilayah kaki Gunung Slamet untuk melihat kondisi lapangan sekaligus menyampaikan sikap penolakan secara terbuka.
Warga memasang spanduk penolakan di area pintu masuk tambang sebagai bentuk protes damai. Mereka menilai aktivitas pertambangan pasir dan batu tersebut telah memberikan dampak negatif yang nyata bagi lingkungan dan kehidupan sosial masyarakat sekitar. (ANTARA News, 2026)
Dampak Lingkungan dan Kerusakan Infrastruktur
Salah satu keluhan utama warga adalah kerusakan jalan desa akibat lalu lintas kendaraan berat pengangkut material tambang. Jalan yang sebelumnya berfungsi normal kini mengalami kerusakan cukup parah, sehingga mengganggu aktivitas warga sehari-hari.
Selain itu, warga juga mengeluhkan dampak lingkungan berupa penurunan kualitas udara, kebisingan, serta potensi berkurangnya debit air di sekitar permukiman. Kondisi ini dinilai berbahaya jika aktivitas tambang terus dibiarkan tanpa pengawasan ketat.
Kekhawatiran Jangka Panjang di Lereng Gunung Slamet
Gunung Slamet dikenal sebagai kawasan dengan fungsi ekologis penting. Aktivitas pertambangan di kawasan ini dikhawatirkan dapat memicu risiko bencana, seperti longsor dan banjir, terutama saat musim hujan.
Warga menilai pertambangan di kawasan tersebut mengancam keselamatan generasi mendatang. Mereka khawatir kerusakan alam yang terjadi saat ini akan meninggalkan dampak serius yang sulit dipulihkan di masa depan. (Suara Jateng, 2026)
Tuntutan Penutupan Aktivitas Tambang
Dalam aksi tersebut, warga secara tegas meminta pemerintah daerah dan pihak terkait untuk menutup aktivitas tambang di kaki Gunung Slamet. Mereka berharap pemerintah lebih berpihak pada keselamatan lingkungan dan keberlanjutan hidup masyarakat lokal.
Penolakan warga Sumbang terhadap tambang Gunung Slamet menunjukkan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan. Aksi damai ini menjadi sinyal kuat bahwa pembangunan ekonomi tidak boleh mengorbankan keselamatan alam dan warga sekitar.
Ikuti terus berita-berita lingkungan, sosial, dan kebijakan publik lainnya hanya di Garap Media untuk mendapatkan informasi terpercaya dan aktual dari berbagai daerah di Indonesia.
Referensi
