Marah – Emosi alami yang dapat muncul saat seseorang menghadapi tekanan, ketidakadilan, atau kekecewaan. Namun, jika perasaan marah muncul terlalu sering dan sulit dikendalikan, hal ini bisa menjadi tanda adanya masalah emosional atau kondisi kesehatan tertentu.
Fenomena ini dapat dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari stres, gangguan tidur, hingga kondisi medis dan psikologis. Penting untuk mengenali penyebabnya agar emosi dapat dikelola dengan lebih baik dan tidak menimbulkan dampak negatif terhadap kesehatan maupun hubungan sosial.
5 Penyebab Mudah Marah
1. Kurang Tidur
Kurang tidur membuat otak kelelahan sehingga kinerjanya menurun. Akibatnya, seseorang sulit berkonsentrasi, berpikir jernih, dan mencerna informasi baru. Kondisi ini dapat menurunkan produktivitas dan meningkatkan stres. Stres yang tidak terkendali karena kurang tidur bisa membuat emosi mudah meledak, misalnya saat menghadapi tekanan pekerjaan atau pertanyaan dari orang lain.
2. Depresi
Depresi juga dapat menjadi penyebab seseorang sering marah tanpa sebab. Pengidap depresi bisa merespons situasi tertentu dengan ucapan atau tindakan kasar. Bahkan, gangguan mental ini dapat mendorong seseorang melakukan hal berisiko seperti menyetir ugal-ugalan. Kondisi ini tidak boleh diabaikan karena bisa berkembang menjadi masalah kesehatan mental yang lebih parah jika tidak segera ditangani.
3. Gangguan Kecemasan
Gangguan kecemasan atau rasa cemas berlebihan bisa membuat seseorang sulit mengatur emosi dan mudah marah. Orang dengan gangguan ini sering memiliki pandangan negatif terhadap hal-hal di sekitarnya. Ketika muncul situasi yang tidak menyenangkan, emosi mereka dapat meledak dalam bentuk kemarahan. Sama seperti depresi, gangguan kecemasan memerlukan penanganan profesional agar tidak semakin parah.
4. Merasa Diabaikan
Rasa diabaikan oleh orang sekitar dapat menimbulkan kemarahan. Manusia adalah makhluk sosial yang membutuhkan dukungan dan perhatian. Ketika kebutuhan itu tidak terpenuhi, emosi negatif seperti sedih, kecewa, dan marah dapat muncul. Sebagai contoh, seseorang yang tidak mendapat perhatian dari pasangannya bisa merasa diabaikan dan akhirnya meluapkan amarahnya.
5. Ekspektasi Tidak Sesuai Picu Marah
Ekspektasi yang tidak sesuai kenyataan juga dapat membuat seseorang mudah marah. Ketika harapan tidak terpenuhi secara berulang, rasa kecewa bisa berubah menjadi kemarahan yang sulit dikendalikan.
Hal ini terjadi karena individu merasa gagal memenuhi standar yang ditetapkan sendiri, sehingga muncul tekanan emosional yang berujung pada marah (Alodokter, 2024; Hello Sehat, 2024).
Cara Mengatasi Marah agar Emosi Tetap Terkendali
- Latihan Pernapasan – Tarik napas dalam-dalam hingga dada dan perut terisi udara, lalu hembuskan perlahan. Ulangi beberapa kali hingga merasa tenang.
- Teknik Relaksasi – Meditasi, yoga, dan aromaterapi dapat membantu menenangkan pikiran sekaligus menurunkan stres.
- Pahami Alasan Kemarahan – Cobalah mencari penyebab di balik rasa ini agar bisa menentukan solusi yang tepat.
- Ubah Cara Berpikir – Ciptakan ekspektasi yang realistis dan fokus pada hal positif agar tidak mudah frustrasi (Alodokter, 2024; Hello Sehat, 2024).
Penutup
Mudah marah bukanlah hal yang bisa diabaikan. Jika kondisi ini terjadi terus-menerus, penting untuk mencari tahu penyebabnya dan mengatasinya dengan langkah yang tepat. Dengan memahami pemicu ini, seseorang dapat mengelola emosinya lebih baik dan menjaga hubungan sosial tetap sehat.
Untuk informasi menarik lainnya seputar kesehatan mental dan gaya hidup positif, kunjungi Garap Media. Temukan juga berbagai artikel inspiratif yang bermanfaat untuk keseharianmu.
Referensi:
- Alodokter. (2024). Penyebab Mudah Marah dan Cara Mengatasinya. Retrieved from https://www.alodokter.com/penyebab-mudah-marah-dan-cara-mengatasinya
- Hello Sehat. (2024). 10 Hal yang Membuat Orang Sering Marah Tanpa Sebab. Retrieved from https://hellosehat.com/mental/gangguan-mood/penyebab-suka-marah-tanpa-sebab/
