Wajib Tahu 27 Klasifikasi Investor di Pasar Modal Indonesia

Last Updated: 4 February 2026, 11:56

Bagikan:

klasifikasi investor
Foto: Liputan6
Table of Contents

Kini ada 27 klasifikasi investor yang akan diterapkan di pasar modal Indonesia, sebelumnya hanya sembilan. Penambahan ini dilakukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk meningkatkan transparansi dan memenuhi standar Morgan Stanley Capital International (MSCI).

Demikian disampaikan Anggota Dewan Komisioner OJK pengganti Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, dikutip dari Antara, Rabu (4/2/2026).

“Untuk meyakinkan ada tingkat transparansi yang lebih granular, lebih terlihat rinci dan memenuhi keinginan dari salah satu Index Provider Global, yaitu MSCI. Nanti, diklasifikasikan lagi dengan subtipe investornya, lebih rinci,” ujar Hasan kepada awak media di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa.

Daftar 27 Klasifikasi Investor

Sebanyak 27 klasifikasi investor antara lain: private equity, trustee bank, venture capital, government, sovereign wealth fund (SWF), investment advisors, brokerage firms, private bank, dan investment fund selling agent. Selanjutnya: state owned enterprises (SOE), permanent establishment, limited partnership, firm, peer to peer lending, sole proprietorship, state owned company, public corporate, dan social organizations. Lalu: central bank, diocese, conference, congregation, cooperatives, international organization, political parties, partnership, serta educational institution.

Target Penerapan dan Sosialisasi

Hasan menuturkan, 27 klasifikasi investor terbaru ini ditargetkan diterapkan pada Februari 2026. Pada Selasa, 3 Februari 2026, telah dilakukan sosialisasi kepada anggota bursa (AB) dan pelaku pasar modal Indonesia. Selain memperluas subtipe, Hasan menjelaskan akan ada rekap klasifikasi investor berdasarkan kemungkinan afiliasi.

“Nanti, juga ada klasifikasi investor yang merupakan recap-nya, yang kita provide juga nanti ke publik dan ke MSCI. Misalnya, berapa yang afiliasi, terindikasi terafiliasi. Itu nanti untuk dasar jika dipertimbangkan mau diikutkan atau tidak, dalam rangka perhitungan indeksnya,” kata Hasan.

Dukungan IBC terhadap Pasar Modal

Sebelumnya, Indonesia Business Council (IBC) mendukung penuh langkah pemerintah dan otoritas dalam merespons dinamika pasar modal di tengah ketidakpastian global. Respons sigap ini menjadi sinyal komitmen negara menjaga stabilitas ekonomi.

Chair of the Board of Trustees IBC, Arsjad Rasjid, menjelaskan respons cepat sebelum pembukaan pasar menunjukkan keseriusan pemerintah menjaga stabilitas sekaligus mendorong transformasi pasar menjadi lebih transparan dan likuid.

“Wah, sangat mendukung. Sangat mendukung. Apa namanya, bagus bahwa reaksi dari pemerintah cepat sekali,” ujarnya kepada wartawan usai menghadiri acara Indonesia Economic Summit 2026 yang diselenggarakan Indonesia Business Council, Selasa (3/2/2026).

Transformasi Pasar Menjadi Krusial

Arsjad menilai transformasi pasar menjadi krusial di tengah volatilitas global yang tinggi. Ia menekankan pentingnya pembenahan struktur pasar yang dibarengi dengan kejelasan likuiditas dan transparansi pasar agar kepercayaan investor tetap terjaga.

Ia juga menyoroti aspek transparansi, termasuk rencana peningkatan keterbukaan kepemilikan saham. Menurutnya, keterbukaan ini akan membantu membedakan praktik spekulatif dengan peran market maker yang sah dalam menjaga likuiditas perdagangan.

“Karena apa? Transparansi. Jadi kelihatan siapa saja yang memilikinya, supaya tidak ada lagi jawaban kata-kata goreng-menggoreng,” jelasnya.

Arsjad menilai rangkaian kebijakan yang disiapkan pemerintah akan berdampak positif terhadap pembentukan nilai saham dalam jangka panjang serta memperluas sumber pendanaan, tidak hanya dari perbankan dan swasta, tetapi juga dari publik melalui pasar modal.

Penutup

Penerapan 27 klasifikasi investor di pasar modal Indonesia diharapkan dapat meningkatkan transparansi dan akurasi data kepemilikan saham, sehingga pelaku pasar dan investor dapat membuat keputusan lebih tepat. Langkah ini juga akan memperkuat kepercayaan investor di tengah volatilitas global.

Jangan lewatkan berita menarik lainnya di Garap Media seputar pasar modal, investasi, keuangan, strategi bisnis, tren ekonomi global, dan informasi ekonomi terbaru di Indonesia.

Referensi:

/ Stay Connected /

802

Ikuti

1

Ikuti

169

Ikuti

13

Ikuti

/ Media Promosi /

Pasang Iklan & Promosikan Brand Anda di Garap Media!

Tampilkan produk, layanan, atau acara Anda di halaman kami dan jangkau ribuan pembaca setiap hari. Hubungi kami untuk penawaran kerja sama dan paket promosi terbaik.

/ Berita Lainnya /