Virus Nipah Merebak di India, Lima Kasus Terkonfirmasi Bikin Asia Siaga Penularan

Last Updated: 27 January 2026, 18:02

Bagikan:

Virus Nipah di India
Merebaknya virus Nipah di India memicu kewaspadaan kawasan Asia, seiring otoritas kesehatan berpacu mencegah penyebaran patogen mematikan yang belum memiliki vaksin. Sumber gambar: CNBC
Table of Contents

Otoritas kesehatan India tengah berpacu menahan penyebaran virus Nipah (NiV) setelah lima kasus terkonfirmasi muncul di negara bagian Benggala Barat. Virus mematikan ini kembali menjadi sorotan karena belum memiliki vaksin maupun pengobatan khusus, sementara sebagian pasien dilaporkan berada dalam kondisi kritis (DetikHealth, 2026).

Perkembangan kasus tersebut langsung memicu kewaspadaan regional. Sejumlah negara Asia, termasuk Thailand, memperketat skrining kesehatan di bandara. Indonesia pun telah mengeluarkan peringatan dini sebagai langkah antisipatif menghadapi potensi penyebaran lintas negara.

Kronologi Kasus Virus Nipah di Benggala Barat

Laporan media lokal menyebutkan, lima kasus virus Nipah terdeteksi di Benggala Barat, India. Dari jumlah tersebut, tiga di antaranya merupakan tenaga kesehatan, terdiri dari dua perawat dan satu dokter. Dua perawat yang bertugas di fasilitas kesehatan di sekitar Kolkata dilaporkan dalam kondisi kritis dan menjalani perawatan intensif (DetikHealth, 2026).

Selain kasus terkonfirmasi, pemerintah India juga mengkarantina sekitar 100 orang yang diduga memiliki kontak erat dengan pasien. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari pelacakan kontak untuk menekan risiko penularan lanjutan di komunitas (Economic Times, 2026).

Karantina dan Upaya Pembendungan Pemerintah India

Pemerintah India menerapkan protokol karantina ketat terhadap individu yang memiliki riwayat kontak dengan pasien virus Nipah. Otoritas setempat menilai langkah tersebut krusial mengingat karakter virus yang sangat mematikan meski jumlah kasus relatif terbatas.

Menurut laporan Economic Times (2026), karantina massal ini difokuskan di wilayah yang berdekatan dengan lokasi perawatan pasien. Pemantauan kesehatan dilakukan secara intensif untuk mendeteksi gejala awal, seperti demam tinggi dan gangguan pernapasan, yang berpotensi berkembang menjadi ensefalitis.

Virus Nipah dan Risiko Penularannya

Virus Nipah merupakan penyakit zoonosis yang ditularkan dari hewan ke manusia, dengan kelelawar buah sebagai reservoir alaminya. Penularan dapat terjadi melalui konsumsi makanan yang terkontaminasi atau kontak langsung dengan cairan tubuh penderita.

Gejala infeksi sangat bervariasi, mulai dari tanpa gejala hingga gangguan pernapasan akut dan peradangan otak. Tingkat kematian virus ini tergolong tinggi, sehingga pencegahan dan deteksi dini menjadi kunci utama pengendalian wabah (Infotangerang.id, 2026).

Asia Perketat Skrining, Thailand Ambil Langkah Cepat

Merespons situasi di India, Thailand memperketat skrining kesehatan terhadap pelancong yang datang dari wilayah terdampak. Pemeriksaan dilakukan di sejumlah bandara internasional dengan fokus pada pendeteksian gejala awal infeksi (Nation Thailand, 2026).

Otoritas Thailand melaporkan sedikitnya 1.700 penumpang telah menjalani pemeriksaan kesehatan. Hingga saat ini, belum ditemukan kasus virus Nipah di negara tersebut. Langkah skrining ini juga diterapkan di beberapa negara Asia lain sebagai bentuk kewaspadaan regional (Onmanorama Staff, 2026).

Kesiapsiagaan Indonesia Menghadapi Ancaman Virus Nipah

Meski belum dilaporkan adanya kasus virus Nipah di Indonesia, pemerintah tetap meningkatkan kewaspadaan. Peringatan dini telah disampaikan kepada fasilitas kesehatan dan masyarakat untuk mewaspadai gejala, khususnya bagi pelaku perjalanan internasional dari wilayah berisiko (Infotangerang.id, 2026).

Pemerintah menekankan pentingnya pelaporan dini apabila ditemukan gejala mencurigakan, mengingat belum adanya vaksin maupun terapi spesifik untuk virus Nipah. Penguatan surveilans dan kerja sama lintas negara menjadi bagian dari strategi pencegahan jangka panjang.

Kasus virus Nipah di India kembali menegaskan bahwa ancaman wabah penyakit menular lintas negara masih nyata. Meski jumlah kasus terbatas, karakter virus yang mematikan membuat setiap negara perlu bersikap waspada dan responsif.

Ikuti perkembangan isu kesehatan global dan nasional lainnya hanya di Garap Media. Dapatkan informasi terkini, analisis mendalam, dan liputan terpercaya untuk tetap waspada menghadapi dinamika ancaman kesehatan dunia.

Referensi

/ Stay Connected /

466

Ikuti

1

Ikuti

73

Ikuti

13

Ikuti

/ Media Promosi /

Pasang Iklan & Promosikan Brand Anda di Garap Media!

Tampilkan produk, layanan, atau acara Anda di halaman kami dan jangkau ribuan pembaca setiap hari. Hubungi kami untuk penawaran kerja sama dan paket promosi terbaik.

/ Berita Lainnya /