Viral Negitoro Don: Rahasia Tuna Cincang yang Lezat

Last Updated: 30 November 2025, 03:20

Bagikan:

Kesederhanaan negitoro don justru jadi kekuatan yang bikin siapa pun sulit menolak kelezatannya. Sumber gambar: Umami Mart/Yoko Kumano
Table of Contents

Viral Negitoro Don: Rahasia Tuna Cincang yang Lezat

Negitoro don kembali ramai dibicarakan sebagai salah satu sajian Jepang yang sederhana, namun kaya rasa. Hidangan berbasis tuna cincang ini kerap disebut sebagai comfort food karena teksturnya lembut, rasanya gurih, dan proses penyajiannya yang praktis.

Di balik tampilannya yang minimalis, negitoro don menyimpan cerita panjang tentang budaya kuliner Jepang yang menjunjung tinggi efisiensi bahan dan penghormatan terhadap makanan. Filosofi inilah yang membuat sajian ini tetap relevan hingga kini.

Negitoro Don: Definisi dan Karakter Utama

Apa Itu Negitoro?

Negitoro adalah tuna mentah yang dicincang halus, umumnya berasal dari daging di sekitar tulang ikan setelah bagian fillet utama diambil. Dalam praktik tradisional, bagian ini dimanfaatkan agar tidak ada bagian ikan yang terbuang (RecipeTin Japan, 2023).

Menariknya, istilah “negitoro” sering disalahartikan sebagai gabungan kata “negi” (daun bawang) dan “toro” (bagian tuna berlemak). Padahal, istilah ini lebih dekat dengan kata kerja Jepang negitoru yang berarti mengikis daging dari tulang, sehingga negitoro tidak selalu berasal dari bagian toro (RecipeTin Japan, 2023).

Dari Negitoro Menjadi Negitoro Дон

Ketika negitoro disajikan di atas semangkuk nasi hangat, hidangan ini disebut negitoro don. Don sendiri merujuk pada “donburi”, yakni hidangan nasi mangkuk khas Jepang. Dalam penyajian umum, negitoro don dilengkapi dengan daun bawang, nori, dan saus berbasis kedelai (Sudachi Recipes, 2022).

Asal-usul dan Filosofi Pemanfaatan Ikan

Negitoro don berakar dari kebiasaan masyarakat Jepang yang memanfaatkan seluruh bagian ikan. Daging di sekitar tulang yang sulit difilet secara utuh tetap diolah menjadi sajian bernilai tinggi. Pendekatan ini mencerminkan filosofi mottainai, yakni keengganan membuang sesuatu yang masih bisa dimanfaatkan (Sudachi Recipes, 2022).

Seiring berkembangnya budaya makan di Jepang, negitoro lebih dahulu populer dalam bentuk sushi, seperti gunkan dan roll. Setelah itu, versi donburi berkembang sebagai alternatif yang lebih praktis dan mengenyangkan untuk santap cepat (Wikipedia).

Alasan Negitoro Don Digemari

Tekstur Lembut dan Rasa Umami

Tuna cincang menghadirkan tekstur yang lebih lembut dibanding potongan sashimi biasa. Saat berpadu dengan nasi hangat, muncul rasa umami yang khas dan bersih. Sensasi inilah yang membuat negitoro don digemari oleh berbagai kalangan.

Sederhana dan Mudah Disajikan

Berbeda dengan sushi yang membutuhkan teknik khusus, negitoro don relatif mudah dibuat. Tingkat kesulitannya rendah, baik untuk dapur restoran maupun untuk konsumsi rumahan (Sudachi Recipes, 2022).

Efisiensi Bahan Makanan

Pemanfaatan sisa daging ikan menjadi nilai tambah tersendiri. Selain ekonomis, pendekatan ini juga mendukung pengurangan limbah makanan (RecipeTin Japan, 2023).

Cara Penyajian Tradisional Negitoro Don

Dalam penyajian klasik, nasi putih Jepang ditempatkan di dasar mangkuk, kemudian ditutup dengan lapisan negitoro. Di atasnya ditambahkan daun bawang, nori, dan biasanya sedikit wasabi atau saus kedelai. Beberapa variasi modern menambahkan kuning telur mentah untuk memperkaya rasa.

Namun secara autentik, negitoro don tetap mempertahankan kesederhanaan sebagai ciri utama. Fokus utamanya ada pada kesegaran ikan dan keseimbangan rasa.

Keamanan Konsumsi Negitoro Don

Karena menggunakan tuna mentah, kualitas bahan menjadi faktor yang sangat penting. Tuna untuk negitoro harus berstandar sashimi-grade, disimpan pada suhu yang tepat, serta ditangani dengan prosedur kebersihan yang ketat (Sudachi Recipes, 2022).

Bagi konsumen di luar Jepang, termasuk Indonesia, penting untuk memastikan bahwa restoran memiliki standar keamanan pangan yang baik. Jika tidak, alternatif olahan tuna matang bisa menjadi pilihan lebih aman.

Negitoro don bukan sekadar nasi dengan tuna cincang, melainkan representasi dari filosofi kuliner Jepang yang menghargai bahan secara utuh, sederhana, dan efisien. Dari cara pembuatannya hingga penyajiannya, semuanya menekankan keseimbangan rasa dan fungsi.

Bagi Anda yang tertarik mengikuti perkembangan kuliner global dan tren makanan Jepang, terus pantau berbagai ulasan dan berita pilihan di Garap Media. Masih banyak kisah menarik lain dari dapur dunia yang siap diulas.

Referensi

/ Stay Connected /

466

Ikuti

1

Ikuti

73

Ikuti

13

Ikuti

/ Media Promosi /

Pasang Iklan & Promosikan Brand Anda di Garap Media!

Tampilkan produk, layanan, atau acara Anda di halaman kami dan jangkau ribuan pembaca setiap hari. Hubungi kami untuk penawaran kerja sama dan paket promosi terbaik.

/ Berita Lainnya /