Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan menu ikan bandeng yang didistribusikan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bantul Sedayu Argosari, Daerah Istimewa Yogyakarta, telah melalui proses pengolahan dan dalam kondisi matang. Klarifikasi ini disampaikan menyusul beredarnya video di media sosial yang menyebutkan bahwa ikan bandeng dalam menu MBG tersebut masih mentah.
Menu tersebut didistribusikan kepada 1.680 penerima manfaat pada Jumat, 6 Maret 2026 oleh SPPG yang dikelola Yayasan Patriot Bangsa Mandiri. Dalam paket makanan yang dibagikan, penerima manfaat mendapatkan roti pisang, bandeng presto kukus, tahu ungkep, serta tambahan buah jeruk untuk porsi besar. Wakil Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S. Deyang menegaskan bahwa ikan yang digunakan dalam menu MBG tersebut merupakan bandeng presto yang telah melalui proses pengolahan menggunakan metode pengukusan bertekanan tinggi.
“Bandeng yang didistribusikan adalah bandeng presto yang sudah melalui proses pengolahan dan pengukusan sehingga dalam kondisi matang dan aman dikonsumsi. Persepsi bahwa ikan tersebut mentah muncul karena secara visual bandeng presto memang masih menyerupai ikan segar,” ujar Nanik di Jakarta.
Penelusuran
BGN juga telah melakukan penelusuran terhadap proses pengolahan, pengemasan, hingga pendistribusian makanan di SPPG Bantul Sedayu Argosari. Dari hasil evaluasi internal, seluruh proses dinyatakan telah berjalan sesuai prosedur sebelum makanan disalurkan kepada penerima manfaat. Menurut Nanik, kesalahpahaman ini juga dipengaruhi oleh belum meratanya pemahaman masyarakat mengenai karakteristik olahan bandeng presto. Olahan ini memang memiliki tampilan luar yang mirip ikan segar meskipun sebenarnya sudah matang.
“Karena itu kami terus mendorong penguatan komunikasi di lapangan agar setiap menu yang didistribusikan dalam program MBG juga disertai informasi yang jelas kepada penerima manfaat maupun pihak sekolah,” tambahnya.
Petunjuk Penyimpanan
Kepala SPPG Bantul Sedayu Argosari, Muhammad Labib Jalali Khumaidi, menjelaskan bahwa pihaknya selama ini selalu menyertakan petunjuk penyimpanan dalam setiap distribusi makanan. Selain itu, mereka juga menyertakan anjuran cara konsumsi agar makanan dapat dinikmati dengan aman.
“Dalam setiap pendistribusian kami selalu melengkapi paket makanan dengan petunjuk penyimpanan dan konsumsi agar makanan dapat dinikmati dengan aman serta dipahami oleh penerima manfaat,” jelas Labib.
Penutup
Menu MBG yang dibagikan di Bantul sudah matang dan aman dikonsumsi. Klarifikasi BGN ini membantu masyarakat memahami secara jelas kondisi sebenarnya dari bandeng presto. Langkah ini juga menunjukkan upaya pemerintah dalam memastikan kualitas dan keamanan makanan yang diterima oleh penerima manfaat program MBG.
Jangan lewatkan berita lainnya seputar menu MBG, program makan bergizi gratis, pendidikan anak, keamanan pangan, dan distribusi makanan hanya di Garap Media.
Referensi:
- Liputan6. (2026). Viral Bandeng Mentah MBG di Bantul, BGN Pastikan Ikan Presto Matang. Retrieved from https://www.liputan6.com/news/read/6295409/viral-bandeng-mentah-mbg-di-bantul-bgn-pastikan-ikan-presto-matang
