Isu mengenai adanya lubang yang disebut sebagai “jalan ke Mekkah” di Kompleks Makam Sunan Gunung Jati, Cirebon, mendadak viral di media sosial. Video yang beredar memperlihatkan sebuah lubang kecil di area makam yang diklaim memiliki keterkaitan spiritual dengan perjalanan Sunan Gunung Jati menuju Tanah Suci.
Klaim tersebut dengan cepat menyita perhatian publik dan memancing rasa penasaran peziarah. Namun, sejumlah media nasional dan lokal kemudian menghadirkan klarifikasi resmi dari juru kunci makam yang menegaskan bahwa narasi tersebut tidak sesuai dengan fakta sejarah.
Viral Lubang Jalan ke Mekkah di Gunung Jati
Narasi lubang jalan ke Mekkah pertama kali mencuat setelah pemandu ziarah menyampaikan penjelasan dalam sebuah video yang kemudian tersebar luas. Dalam video tersebut, lubang di area makam disebut sebagai jalur yang konon pernah digunakan Sunan Gunung Jati untuk menuju Mekkah (detikcom, 2026).
Detikcom melaporkan bahwa lubang tersebut memang ada secara fisik di kawasan makam. Namun, penyebutan sebagai “jalan ke Mekkah” merupakan interpretasi sepihak yang tidak memiliki dasar sejarah yang jelas.
Klarifikasi Juru Kunci Makam Sunan Gunung Jati
Juru kunci Kompleks Makam Sunan Gunung Jati menegaskan bahwa informasi mengenai lubang tembus ke Mekkah adalah keliru. Ia menyatakan bahwa tidak pernah ada ajaran, catatan, maupun riwayat resmi yang menyebut Sunan Gunung Jati memiliki akses fisik atau lorong khusus menuju Tanah Suci (Infonasional.com, 2026).
Menurut juru kunci, kesalahpahaman ini muncul akibat penjelasan pemandu ziarah yang tidak utuh dan kemudian disebarkan tanpa verifikasi. Ia menekankan bahwa kawasan makam seharusnya dipahami sebagai tempat ziarah dan doa, bukan objek sensasi mistis.
Narasi Keliru dan Penegasan Pengelola
Pernyataan juru kunci yang menegaskan bahwa narasi lubang Sunan Gunung Jati tembus ke Mekkah tidak benar. Ia menyebut bahwa informasi tersebut berpotensi menyesatkan masyarakat jika terus dibiarkan tanpa klarifikasi (Haijakarta.id, 2026).
Pengelola makam juga mengimbau agar para pemandu ziarah menyampaikan informasi yang sesuai dengan sejarah dan tidak menambahkan klaim pribadi yang bersifat spekulatif.
Perspektif Publik dan Budaya Lokal
Di tengah klarifikasi tersebut, sebagian masyarakat masih mempercayai kisah lubang tembus ke Mekkah sebagai bagian dari keyakinan spiritual. Kepercayaan semacam ini berkembang karena kuatnya tradisi lisan dan cerita karomah wali di tengah masyarakat (Kosmo Digital, 2026).
Meski demikian, para tokoh adat dan pengelola makam menekankan bahwa kepercayaan personal sebaiknya tidak disamakan dengan fakta sejarah yang disampaikan ke publik luas.
Dampak terhadap Wisata Religi Cirebon
Terlepas dari polemik yang muncul, Kompleks Makam Sunan Gunung Jati tetap menjadi salah satu destinasi wisata religi utama di Kabupaten Cirebon. Makam ini merupakan bagian penting dari jalur wisata religi yang ramai dikunjungi peziarah sepanjang tahun (Liputan6.com, 2024).
Viralnya isu lubang jalan ke Mekkah justru meningkatkan kunjungan masyarakat. Namun, pengelola berharap ketertarikan tersebut tetap diiringi dengan pemahaman yang benar mengenai sejarah dan fungsi situs religi.
Kasus viral lubang jalan ke Mekkah di Makam Sunan Gunung Jati menjadi pelajaran penting tentang dampak informasi yang tidak diverifikasi. Berdasarkan keterangan juru kunci dan laporan media kredibel, klaim mengenai lorong tembus ke Mekkah tidak memiliki dasar sejarah.
Masyarakat diimbau untuk lebih kritis dalam menerima informasi, terutama yang berkaitan dengan situs keagamaan dan warisan budaya. Untuk membaca klarifikasi, fakta, dan isu budaya lainnya, pembaca dapat terus mengikuti berita terpercaya di Garap Media.
Referensi
