Viral Kuliner Malam! Songkolo Makassar Gurih Pulen Bikin Nagih

Last Updated: 15 December 2025, 07:35

Bagikan:

Songkolo bukan sekadar ketan gurih, tapi cerita malam Makassar yang hangat dalam satu suapan. Sumber gambar: Instagram/@dapurtian
Table of Contents

Viral Kuliner Malam! Songkolo Makassar Gurih Pulen Bikin Nagih

Songkolo merupakan salah satu kuliner tradisional khas Makassar, Sulawesi Selatan, yang berbahan dasar beras ketan. Makanan ini dikenal memiliki tekstur pulen dengan rasa gurih yang khas karena dimasak bersama santan dan garam.

Di Makassar, makanan songkolo kerap dijadikan santapan malam atau kudapan setelah begadang. Tidak heran jika kuliner ini sering disebut sebagai songkolo bagadang dan mudah ditemukan di berbagai sudut kota pada malam hari.

Sejarah dan Asal Usul Makanan Songkolo

Warisan Kuliner Bugis-Makassar

Makanan songkolo sudah lama menjadi bagian dari tradisi masyarakat Bugis dan Makassar. Dalam kehidupan sehari-hari, songkolo tidak hanya disajikan sebagai makanan biasa, tetapi juga kerap hadir dalam kegiatan adat dan kebersamaan keluarga (Detik, 2024).

Dalam bahasa Bugis, songkolo juga dikenal dengan sebutan sokko’. Meski memiliki bahan yang serupa, penyebutan dan penyajiannya dapat berbeda tergantung daerah dan tradisi setempat.

Bahan dan Cara Penyajian Songkolo

Bahan Dasar yang Sederhana

Makanan songkolo dibuat dari beras ketan hitam, ketan putih, atau kombinasi keduanya. Ketan dimasak menggunakan santan hingga pulen, lalu diberi sedikit garam untuk menambah cita rasa gurih (Liputan6, 2025).

Pelengkap Khas Makassar

Songkolo biasanya disajikan bersama kelapa parut sangrai, ikan teri goreng, telur, dan sambal. Kombinasi ini menghasilkan rasa gurih, pedas, dan sedikit manis yang seimbang dan menggugah selera.

Songkolo Bagadang, Ikon Kuliner Malam Makassar

Favorit Saat Malam Hari

Istilah bagadang merujuk pada kebiasaan begadang atau tidak tidur hingga larut malam. Penjual makanan songkolo bagadang umumnya mulai buka pada malam hari dan tutup menjelang subuh (Kompas, 2023).

Kuliner ini banyak dicari oleh warga lokal yang baru pulang bekerja maupun wisatawan yang ingin mencicipi makanan khas Makassar di waktu malam.

Perbedaan Songkolo dan Kaddo Minyak

Sekilas, songkolo sering disamakan dengan kaddo minyak karena sama-sama berbahan dasar ketan. Namun menurut sejumlah sumber, kaddo minyak biasanya memiliki fungsi khusus dalam acara adat, sementara songkolo lebih umum dikonsumsi sehari-hari (Detik, 2024).

Perbedaan ini menunjukkan kekayaan ragam kuliner ketan di Sulawesi Selatan yang masih lestari hingga kini.

Alasan Makanan Songkolo Tetap Populer

Rasa dan Harga Terjangkau

Makanan songkolo digemari karena rasanya yang mengenyangkan dengan harga relatif murah. Di sejumlah warung, songkolo bisa dinikmati dengan harga terjangkau oleh semua kalangan.

Nilai Tradisi dan Kebersamaan

Lebih dari sekadar makanan, songkolo menjadi simbol kebersamaan. Banyak orang menikmati songkolo sambil berbincang santai di malam hari bersama teman atau keluarga.

Makanan songkolo membuktikan bahwa kuliner tradisional tetap mampu bertahan di tengah gempuran makanan modern. Dengan cita rasa khas dan nilai budaya yang kuat, songkolo menjadi identitas kuliner Makassar yang patut dibanggakan.

Untuk informasi menarik lainnya seputar kuliner tradisional, budaya lokal, dan berita pilihan, jangan lewatkan artikel-artikel terbaru hanya di Garap Media.

Referensi

/ Stay Connected /

466

Ikuti

1

Ikuti

73

Ikuti

13

Ikuti

/ Media Promosi /

Pasang Iklan & Promosikan Brand Anda di Garap Media!

Tampilkan produk, layanan, atau acara Anda di halaman kami dan jangkau ribuan pembaca setiap hari. Hubungi kami untuk penawaran kerja sama dan paket promosi terbaik.

/ Berita Lainnya /