Viral Kuliner Malam! Songkolo Makassar Gurih Pulen Bikin Nagih
Songkolo merupakan salah satu kuliner tradisional khas Makassar, Sulawesi Selatan, yang berbahan dasar beras ketan. Makanan ini dikenal memiliki tekstur pulen dengan rasa gurih yang khas karena dimasak bersama santan dan garam.
Di Makassar, makanan songkolo kerap dijadikan santapan malam atau kudapan setelah begadang. Tidak heran jika kuliner ini sering disebut sebagai songkolo bagadang dan mudah ditemukan di berbagai sudut kota pada malam hari.
Sejarah dan Asal Usul Makanan Songkolo
Warisan Kuliner Bugis-Makassar
Makanan songkolo sudah lama menjadi bagian dari tradisi masyarakat Bugis dan Makassar. Dalam kehidupan sehari-hari, songkolo tidak hanya disajikan sebagai makanan biasa, tetapi juga kerap hadir dalam kegiatan adat dan kebersamaan keluarga (Detik, 2024).
Dalam bahasa Bugis, songkolo juga dikenal dengan sebutan sokko’. Meski memiliki bahan yang serupa, penyebutan dan penyajiannya dapat berbeda tergantung daerah dan tradisi setempat.
Bahan dan Cara Penyajian Songkolo
Bahan Dasar yang Sederhana
Makanan songkolo dibuat dari beras ketan hitam, ketan putih, atau kombinasi keduanya. Ketan dimasak menggunakan santan hingga pulen, lalu diberi sedikit garam untuk menambah cita rasa gurih (Liputan6, 2025).
Pelengkap Khas Makassar
Songkolo biasanya disajikan bersama kelapa parut sangrai, ikan teri goreng, telur, dan sambal. Kombinasi ini menghasilkan rasa gurih, pedas, dan sedikit manis yang seimbang dan menggugah selera.
Songkolo Bagadang, Ikon Kuliner Malam Makassar
Favorit Saat Malam Hari
Istilah bagadang merujuk pada kebiasaan begadang atau tidak tidur hingga larut malam. Penjual makanan songkolo bagadang umumnya mulai buka pada malam hari dan tutup menjelang subuh (Kompas, 2023).
Kuliner ini banyak dicari oleh warga lokal yang baru pulang bekerja maupun wisatawan yang ingin mencicipi makanan khas Makassar di waktu malam.
Perbedaan Songkolo dan Kaddo Minyak
Sekilas, songkolo sering disamakan dengan kaddo minyak karena sama-sama berbahan dasar ketan. Namun menurut sejumlah sumber, kaddo minyak biasanya memiliki fungsi khusus dalam acara adat, sementara songkolo lebih umum dikonsumsi sehari-hari (Detik, 2024).
Perbedaan ini menunjukkan kekayaan ragam kuliner ketan di Sulawesi Selatan yang masih lestari hingga kini.
Alasan Makanan Songkolo Tetap Populer
Rasa dan Harga Terjangkau
Makanan songkolo digemari karena rasanya yang mengenyangkan dengan harga relatif murah. Di sejumlah warung, songkolo bisa dinikmati dengan harga terjangkau oleh semua kalangan.
Nilai Tradisi dan Kebersamaan
Lebih dari sekadar makanan, songkolo menjadi simbol kebersamaan. Banyak orang menikmati songkolo sambil berbincang santai di malam hari bersama teman atau keluarga.
Makanan songkolo membuktikan bahwa kuliner tradisional tetap mampu bertahan di tengah gempuran makanan modern. Dengan cita rasa khas dan nilai budaya yang kuat, songkolo menjadi identitas kuliner Makassar yang patut dibanggakan.
Untuk informasi menarik lainnya seputar kuliner tradisional, budaya lokal, dan berita pilihan, jangan lewatkan artikel-artikel terbaru hanya di Garap Media.
Referensi
