Viral! Ikan Sapu-sapu Penuhi Kali Depan Plaza Indonesia, 41 Ekor Ditangkap Petugas PPSU

Last Updated: 10 April 2026, 20:10

Bagikan:

Ikan Sapu-sapu Kali Depan Plaza Indonesia
41 ikan sapu-sapu berhasil ditangkap petugas PPSU Gondangdia di Kali Cideng depan Plaza Indonesia sebagai upaya menjaga lingkungan dan edukasi bahaya konsumsi ikan tercemar. Sumber gambar: Beritajakarta.id
Table of Contents

Ikan sapu-sapu memenuhi aliran Kali Cideng di depan Plaza Indonesia pada 10 April 2026. Petugas gabungan PPSU Gondangdia bersama unsur terkait kemudian menangkap 41 ekor ikan sebagai respons atas laporan warga serta upaya menjaga lingkungan perairan perkotaan (Berita Jakarta, 2026). Video penangkapan tersebut kemudian viral di media sosial dan menarik perhatian publik luas.

Fenomena Ikan Sapu-sapu di Kali Cideng Depan Plaza Indonesia

Di kawasan Jakarta Pusat, ditemukan ikan sapu-sapu dalam jumlah cukup banyak di aliran Kali Cideng. Tim di lapangan melakukan penyisiran sungai untuk mengangkat ikan dari dasar aliran air yang keruh (VOI, 2026).

Kerja bakti kemudian dilakukan oleh PPSU bersama unsur terkait untuk menangani kemunculan ikan invasif tersebut. Kondisi ini menunjukkan bahwa perairan masih mendukung pertumbuhan ikan sapu-sapu.

Data Resmi Penangkapan: 41 Ekor Ikan Sapu-sapu

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melaporkan bahwa total 41 ikan sapu-sapu berhasil ditangkap dan dimasukkan ke dalam enam karung (Berita Jakarta, 2026).

Dalam operasi tersebut, sekitar 100 personel dikerahkan untuk menyisir aliran Kali Cideng secara menyeluruh guna memastikan tidak ada ikan yang tersisa (VOI, 2026).

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian DKI Jakarta, Hasudungan A. Sidabalok, menyebutkan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari aspirasi warga yang sebelumnya melaporkan kondisi serupa di wilayah tersebut (Berita Jakarta, 2026).

Alasan Penangkapan dan Pemusnahan Ikan Sapu-sapu

Wali Kota Jakarta Pusat, Arifin, menjelaskan bahwa penangkapan ikan sapu-sapu bertujuan untuk mengedukasi masyarakat agar tidak mengonsumsi ikan dari perairan yang tercemar limbah (Ayo Jakarta, 2026).

Setelah proses penangkapan, ikan tersebut dimusnahkan dengan cara dikubur untuk mencegah pemanfaatan oleh masyarakat karena berpotensi mengandung bakteri dari limbah (Ayo Jakarta, 2026).

Alasan utama penanganan ini meliputi:

  • Mencegah konsumsi ikan dari perairan tercemar limbah
  • Mengendalikan populasi spesies invasif di sungai
  • Menjaga kualitas lingkungan air perkotaan
  • Menindaklanjuti laporan warga secara langsung

Dampak Ikan Sapu-sapu terhadap Ekosistem Sungai Perkotaan

Ikan sapu-sapu dikenal sebagai spesies invasif yang mampu bertahan di lingkungan air tercemar. Spesies ini berkembang pesat di perairan yang mengandung limbah sehingga dapat mengganggu keseimbangan ekosistem sungai.

Selain itu, ikan ini juga berpotensi merusak struktur dasar sungai dan turap akibat aktivitasnya di dasar perairan. Kondisi tersebut dapat mempercepat kerusakan lingkungan di kawasan perkotaan (VOI, 2026).

Respons Warganet dan Viral di Media Sosial

Video penangkapan ikan sapu-sapu tersebut viral di media sosial dan menyebar luas di berbagai platform. Lokasi kejadian di pusat kota Jakarta membuat peristiwa ini semakin menarik perhatian publik.

Sebagian warganet menilai fenomena tersebut sebagai indikasi bahwa pencemaran air masih menjadi masalah serius. Di sisi lain, banyak pula yang mengapresiasi langkah cepat petugas dalam menangani kondisi tersebut.

Upaya Pemprov DKI Jakarta Mengendalikan Ikan Sapu-sapu

Pemerintah DKI Jakarta terus melakukan pengendalian populasi ikan sapu-sapu melalui kerja bakti dan penyisiran sungai secara berkala. Berbagai unsur petugas turut dilibatkan untuk mempercepat penanganan di lapangan (Berita Jakarta, 2026).

Selain itu, edukasi kepada masyarakat juga terus digencarkan terkait bahaya pencemaran air dan dampaknya terhadap kesehatan. Upaya ini bertujuan untuk mengurangi kebiasaan membuang limbah ke saluran air.

Fenomena ikan sapu-sapu di Kali Cideng depan Plaza Indonesia menunjukkan bahwa masalah pencemaran air masih terjadi di wilayah perkotaan. Pemerintah telah mengambil langkah cepat melalui penangkapan dan pemusnahan ikan sebagai bentuk pengendalian sekaligus edukasi kepada masyarakat.

Untuk membaca berita menarik lainnya seputar isu lingkungan, viral, dan perkotaan, kunjungi terus Garap Media yang menyajikan informasi terbaru dan terpercaya setiap hari.

Referensi

/ Stay Connected /

802

Ikuti

1

Ikuti

169

Ikuti

13

Ikuti

/ Media Promosi /

Pasang Iklan & Promosikan Brand Anda di Garap Media!

Tampilkan produk, layanan, atau acara Anda di halaman kami dan jangkau ribuan pembaca setiap hari. Hubungi kami untuk penawaran kerja sama dan paket promosi terbaik.

/ Berita Lainnya /