UMKM Was-Was Harga BBM Subsidi Bakal Naik

Last Updated: 11 March 2026, 08:34

Bagikan:

bbm subsidi
Foto: Liputan6
Table of Contents

Kementerian Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) mewaspadai kenaikan harga minyak dunia. Termasuk kekhawatiran akan berdampak pada kenaikan harga BBM subsidi. Deputi Bidang Usaha Kecil Kementerian UMKM Temmy Satya Permana mengatakan, para pengusaha UMKM masih menunggu perkembangan ke depannya. Harapannya, gejolak perang antara Amerika Serikat-Israel dan Iran bisa mereda dalam waktu dekat.

“Kita harapkan mudah-mudahan tidak berdampak terus-terusan. Karena, ya contohnya kalau harga minyak ini naik, mau tidak mau pasti akan ada penyesuaian,” ucap Temmy di Smesco Indonesia, Jakarta.

Dia mengatakan, Indonesia Crude Price (ICP) dalam APBN 2026 dipatok USD 70 per barel. Sedangkan, harga minyak mentah dunia sempat beberapa kali menyentuh USD 100 per barel.

“Kebayang kalau nanti ini bertahan di angka di atas USD 100, pasti harus ada subsidi yang lebih lagi, pasti, mau enggak mau supaya menjaga minyak yang disubsidi seperti contohnya Pertalite ya, tetap stabil sehingga tidak ada gejolak harga. Kita yang kita jaga itu sebetulnya sih,” tuturnya.

“Tapi saya yakinlah, upaya-upaya untuk diplomasinya pasti akan dilakukan oleh pemerintah. Terutama, ya dengan adanya PBB kita harus harapkan bisa ambil peran lebih ya,” dia menambahkan.

Biaya UMKM Jasa Meningkat

Sebelumnya, Kementerian Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) menilik dampak yang dirasakan dari kenaikan harga minyak mentah dunia. UMKM sektor jasa disinyalir akan semakin mahal imbas peningkatan biaya operasional. Deputi Bidang Usaha Kecil Kementerian UMKM Temmy Satya Permana melihat potensi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dari melonjaknya harga minyak mentah dunia. Dengan begitu, beban dari UMKM jasa seperti logistik akan ikut bertambah.

“Sektor jasa yang contohnya mau enggak mau kan mereka memanfaatkan kendaraan ya. Distribusi pasti kan (terdampak) kalau memang harga minyak ini naik,” kata Temmy, di Smesco Indonesia, Jakarta.

Ada Penyesuaian

Dia mengatakan, pemerintah berupaya untuk menahan agar BBM subsidi tidak naik. Diketahui, beban subsidi akan meningkat jika harga minyak mentah konsisten tinggi di USD 100 per barel.

“Mudah-mudahan APBN kita masih sanggup lah untuk bisa menanggulangi ini. Karena begitu nanti minyak subsidi naik, mau nggak mau pasti akan ada penyesuaian harga,” ujar dia.

“Harga bensin naik, pasti harga jasa angkutan naik, jasa distribusi, pasti harga bahan pokok naik semua. Ujung-ujung kan masyarakat yang akan terkena imbasnya,” sambung dia.

Jamin BBM Subsidi Tidak Naik

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan tidak ada kenaikan harga bahan bakar minyak atau BBM bersubsidi. Dia juga menjamin stok BBM subsidi dan non subsidi dalam kondisi aman. Dia mengaku masih akan memantau lebih lanjut perkembangan kenaikan harga minyak mentah dunia. Namun, dia memastikan untuk periode Mudik Lebaran 2026 ini, BBM tidak akan naik. Stoknya pun dipastikan mencukupi kebutuhan konsumsi yang ada.

“Nanti kita lihat ya, yang jelas Hari Raya ini, pikir Hari Raya dulu lah. Hari Raya ini insyaaAllah enggak ada kenaikan harga BBM untuk subsidi, dan cadangan kita enggak ada masalah ya,” kata Bahlil, ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta.

Penutup

UMKM mewaspadai dampak kenaikan harga BBM subsidi yang bisa menambah beban biaya operasional, khususnya di sektor jasa dan distribusi. Sementara itu, pemerintah memastikan stok dan ketersediaan BBM tetap aman selama periode Mudik Lebaran 2026.

Jangan lewatkan berita lainnya seputar UMKM, bisnis, ekonomi, harga BBM, minyak dunia, kebijakan energi, dan distribusi logistik hanya di Garap Media.

Referensi:

/ Stay Connected /

802

Ikuti

1

Ikuti

169

Ikuti

13

Ikuti

/ Media Promosi /

Pasang Iklan & Promosikan Brand Anda di Garap Media!

Tampilkan produk, layanan, atau acara Anda di halaman kami dan jangkau ribuan pembaca setiap hari. Hubungi kami untuk penawaran kerja sama dan paket promosi terbaik.

/ Berita Lainnya /