Pernah berdiri di atas timbungan, lalu bertanya-tanya sendiri: sudah ideal belum, sih? Pertanyaan semacam itu punya jawaban cepat. Cukup menghitung BMI (Body Mass Index) dalam hitungan detik, status berat badan Kamu langsung ketahuan. Di Indonesia, istilah yang lebih akrab dipakai adalah IMT, Indeks Massa Tubuh.
Mengenal BMI atau Indeks Massa Tubuh
IMT memakai dua angka, berat badan dan tinggi badan lalu mengolahnya menjadi satu nilai tunggal. Nilai tersebut dibaca untuk menilai posisi berat badan seseorang, mulai dari tergolong kurus, normal, berlebih, sampai obesitas.
Metode ini dipakai di hampir seluruh negara dan berpedoman pada standar WHO. Dibanding pemeriksaan lain, IMT jauh lebih ringkas. Anda hanya butuh dua data yaitu tinggi badan dan berat badan.
Tidak perlu alat khusus, tidak perlu datang ke klinik lebih dulu. Cukup di rumah, skrining awal ini bisa langsung dilakukan. Nilainya setidaknya memberi gambaran awal yang jelas soal kondisi tubuh Anda.
Rumus dan Kategori BMI untuk Dewasa

Rumusnya hanya satu baris:
Berat badan (kg) ÷ tinggi badan (m) × tinggi badan (m)
Contohnya, Anda berbobot 62 kg dengan tinggi 165 cm atau 1,65 m. Hitungannya begini:
62 ÷ (1,65 × 1,65) = 62 ÷ 2,7225 = 22,7
Angka 22,7 itulah nilai IMT Anda. Untuk orang dewasa di atas 19 atau 20 tahun, hasilnya dibaca memakai ambang batas tunggal yang berlaku sama untuk pria dan wanita:
| Kategori | Rentang nilai BMI |
| Kurus | Di bawah 18,5 |
| Normal | 18,5 – 22,9 |
| Kelebihan berat badan | 23,0 – 27,4 |
| Obesitas tingkat I | 27,5 – 32,4 |
| Obesitas tingkat II | 32,5 atau lebih |
Kalau hasil perhitungan Anda jatuh di rentang 18,5 sampai 22,9, berat badan Anda tergolong normal. Contoh 22,7 pada hitungan di atas masih aman di kategori itu.
Cara Membaca BMI untuk Anak
Untuk anak, rumusnya persis sama. Yang beda justru cara membacanya.
Anak bertumbuh setiap hari. Tinggi dan berat badannya berubah terus, sehingga angka IMT anak tidak bisa dinilai dengan patokan orang dewasa. Cara yang dipakai adalah bandingkan dengan anak lain yang seumur dan berjenis kelamin sama, lewat persentil atau Z-score dari kurva pertumbuhan WHO.
Bayangkan nilai tengah anak sehat seusianya sebagai titik 0 SD. Kalau IMT anak jauh di bawah titik itu, artinya kurus. Kalau melampaui batas atas, artinya berlebih. Rinciannya:
- Kurus: di bawah -2 SD
- Normal: -2 SD sampai +1 SD
- Kelebihan berat badan: di atas +1 SD
- Obesitas: di atas +2 SD
Perhitungan seperti ini cukup rumit jika dilakukan secara manual. Karena itu, menggunakan Kalkulator BMI Online dari Rawat ID bisa sangat membantu.
Mengukur dan Memantau BMI Secara Digital

Kalkulator BMI Rawat ID bisa diakses langsung dari browser, baik di ponsel maupun komputer. Tanpa unduh aplikasi, tanpa proses daftar yang berbelit. Tinggal masukkan tinggi dan berat badan, hasilnya langsung muncul.
Yang membuatnya cocok untuk keluarga adalah pembagian kelompok usianya. Ada tiga: balita 0 hingga 5 tahun, lalu anak dan remaja 5 hingga 19 tahun, sampai dewasa berusia lebih dari 19 tahun. Perhitungan tiap kelompok disesuaikan dengan tahap tumbuh kembangnya masing-masing. Orang tua bisa mengecek IMT dirinya sendiri, lalu langsung beralih ke anak-anak, termasuk si kecil yang masih balita. Semua di satu tempat, tanpa ganti-ganti alat.
Prosesnya juga cepat. Tidak ada lagi keharusan menghitung sendiri atau menelusuri berjibun tabel Z-score hanya untuk memahami satu angka hasil. Setiap hasil pemeriksaan juga bisa disimpan, sehingga perkembangan status gizi dari waktu ke waktu jadi kecatat rapi dan mudah dievaluasi kapan pun Anda butuh.
Lebih dari Sekadar Kalkulator BMI

Mengetahui IMT baru langkah awal. Kalau hasilnya menunjukkan perlu penyesuaian, Anda membutuhkan panduan lanjutan. Untuk itu, Rawat ID menyediakan beberapa alat kesehatan digital lain dalam satu platform:
- Kalkulator TDEE yang menghitung kebutuhan kalori setiap hari.
- Kalkulator BMR untuk mengukur laju metabolisme dasar tubuh.
- Direktor Obat untuk mencari informasi berbagai obat.
- Dan banyak lainnya.
Semua dirancang supaya merawat kesehatan tidak lagi terasa merepotkan. Satu platform, beberapa kebutuhan dasar terpenuhi.
Kalkulator BMI Rawat ID berfungsi sebagai skrining awal, bukan menggantikan diagnosis medis. Kalau hasilnya menandai kekurangan atau kelebihan berat badan sampai obesitas, bicarakan dulu dengan dokter atau ahli gizi.
