Film Uang Passolo menjadi salah satu film Indonesia yang paling dinanti pada awal 2026. Film drama budaya ini dijadwalkan tayang di bioskop mulai 8 Januari 2026 dan mengangkat tradisi pernikahan Bugis-Makassar yang masih kuat di masyarakat (Jawa Pos, 2025).
Cerita film ini berfokus pada tradisi uang passolo, yaitu amplop sumbangan dalam pesta pernikahan. Tradisi tersebut digambarkan sebagai simbol kebersamaan yang kerap berubah menjadi tekanan sosial dan beban ekonomi bagi pasangan muda (RightNews.id, 2025).
Uang Passolo dalam Tradisi Pernikahan Bugis
Uang Passolo sebagai Simbol Gengsi Sosial
Dalam budaya Bugis-Makassar, uang passolo merupakan sumbangan yang diberikan tamu undangan kepada tuan rumah saat pesta pernikahan. Tradisi ini tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga mencerminkan posisi sosial dan kehormatan keluarga di tengah masyarakat (RightNews.id, 2025).
Film Uang Passolo menggambarkan bagaimana ekspektasi terhadap besaran uang passolo sering kali mendorong keluarga menggelar pesta besar, meskipun kondisi ekonomi tidak mendukung. Situasi ini kerap memicu konflik internal dan tekanan psikologis bagi calon pengantin (Jawa Pos, 2025).
Sinopsis Film Uang Passolo
Cinta Sederhana yang Diuji Tradisi
Film uang passolo berkisah tentang Biba, seorang guru honorer, dan Rizky, videografer pernikahan dengan penghasilan tidak menentu. Keduanya berencana melangsungkan pernikahan sederhana, namun rencana tersebut mendapat penolakan dari keluarga besar yang menginginkan pesta mewah demi menjaga gengsi dan harapan memperoleh banyak uang passolo (Suara.com, 2025).
Tekanan demi tekanan membuat pasangan ini berada di persimpangan sulit: mempertahankan prinsip hidup sederhana atau mengikuti kehendak keluarga yang mengatasnamakan adat dan citra sosial. Konflik ini menjadi inti drama yang relevan dengan realitas banyak pasangan muda di Indonesia (Jawa Pos, 2025).
Pemain dan Tim Produksi Film
Film Uang Passolo dibintangi oleh Imran Ismail sebagai Rizky dan Masita Aspah sebagai Biba. Keduanya didukung oleh jajaran pemeran lain seperti Jade Thamrin, Godfred Oriendod, Adhy Basto, dan Reinold Lawalata.
Film ini disutradarai oleh Andi Burhamzah dan diproduksi oleh 786 Production bersama Rumpi Entertainment. Melalui pendekatan cerita yang realistis, film ini berusaha merepresentasikan dinamika keluarga dan tradisi yang masih kuat di masyarakat (RightNews.id, 2025).
Relevansi Sosial dan Pesan Film
Lebih dari sekadar drama keluarga, uang passolo menghadirkan kritik sosial terhadap budaya pamer dan tekanan adat yang sering kali membebani generasi muda. Film ini mempertanyakan kembali makna pernikahan apakah sebagai ikatan emosional dua insan atau sekadar ajang mempertontonkan status sosial (Suara.com, 2025).
Isu yang diangkat dalam film ini juga sejalan dengan tren film Indonesia awal 2026 yang mulai berani mengangkat persoalan sosial dan budaya lokal secara lebih terbuka (Harianjogja.com, 2025).
Film Uang Passolo menambah deretan film Indonesia yang mengangkat isu budaya dan realitas sosial. Ceritanya menyoroti benturan antara tradisi, gengsi keluarga, dan keinginan hidup sederhana di era modern.
Melalui konflik yang dekat dengan kehidupan nyata, film ini mengajak penonton memahami kembali makna pernikahan. Baca berita film dan budaya lainnya hanya di Garap Media, sumber informasi hiburan terpercaya.
Referensi
