Pemerintah memastikan seluruh pertandingan FIFA World Cup 2026 dapat dinikmati masyarakat Indonesia secara gratis. Kepastian ini disampaikan melalui penunjukan Lembaga Penyiaran Publik Televisi Republik Indonesia (LPP TVRI) sebagai pemegang hak siar resmi ajang sepak bola terbesar dunia tersebut.
Direktur Utama LPP TVRI, Iman Brotoseno, menegaskan bahwa penayangan Piala Dunia 2026 bukan sekadar menghadirkan tontonan olahraga, tetapi juga menjadi bagian dari upaya negara menjamin akses hiburan yang merata sekaligus berdampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat.
TVRI Piala Dunia 2026 Resmi Pegang Hak Siar
Penunjukan TVRI sebagai pemegang hak siar Piala Dunia 2026 disampaikan secara resmi pada akhir Desember 2025. Dalam keterangannya, Iman Brotoseno menyatakan bahwa TVRI dipercaya menyiarkan seluruh pertandingan Piala Dunia 2026 untuk wilayah Indonesia secara free-to-air atau tanpa biaya berlangganan (ANTARA News, 2025).
Langkah ini menegaskan peran TVRI sebagai lembaga penyiaran publik yang mengedepankan kepentingan masyarakat luas. Dengan hak siar tersebut, TVRI memastikan tidak ada pembatasan akses bagi penonton di berbagai lapisan sosial dan wilayah geografis.
Seluruh Laga Piala Dunia 2026 Tayang Gratis
Piala Dunia 2026 dijadwalkan berlangsung pada 11 Juni hingga 19 Juli 2026 dan akan diikuti 48 negara dengan total 104 pertandingan. TVRI memastikan seluruh laga tersebut akan disiarkan secara langsung melalui jaringan siaran nasionalnya, sehingga masyarakat dapat menyaksikan pertandingan tanpa harus mengeluarkan biaya tambahan (ANTARA News, 2025).
Kebijakan penayangan gratis ini dinilai strategis di tengah tren migrasi siaran olahraga ke platform digital berbayar. Kehadiran TVRI menjadi solusi bagi masyarakat yang mengandalkan siaran televisi terestrial sebagai sumber utama hiburan dan informasi.
Nobar Gratis Libatkan UMKM dan Komunitas
Selain siaran televisi, TVRI Piala Dunia 2026 juga menghadirkan program nonton bareng (nobar) di berbagai daerah. Program ini membuka peluang bagi warung, kafe kecil, serta pelaku UMKM untuk menyelenggarakan nobar sebagai bagian dari aktivitas ekonomi lokal.
Iman Brotoseno menyebutkan bahwa TVRI membuka ruang kolaborasi dengan pemerintah pusat dan daerah, kementerian dan lembaga, komunitas, hingga organisasi masyarakat. Penyelenggara nobar juga diperbolehkan menggandeng sponsor lokal selama kegiatan tetap mengikuti ketentuan yang berlaku (ANTARA News, 2025).
Perizinan Nobar Tanpa Biaya
TVRI menegaskan bahwa kegiatan nobar yang diselenggarakan oleh UMKM dan masyarakat tidak dikenakan biaya perizinan. Kebijakan ini bertujuan memberi kemudahan bagi pelaku usaha kecil agar dapat memanfaatkan momentum Piala Dunia 2026 tanpa terbebani biaya tambahan.
Dengan kebijakan tersebut, TVRI berharap euforia Piala Dunia dapat dirasakan secara lebih luas sekaligus mendorong perputaran ekonomi di tingkat lokal. Nobar diharapkan menjadi ruang interaksi sosial yang memperkuat kebersamaan masyarakat.
Akses Hiburan Merata hingga Daerah 3T
Penayangan penuh Piala Dunia 2026 juga menegaskan komitmen TVRI dalam menjangkau wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T). Dengan jaringan siaran nasional yang dimiliki, TVRI diharapkan mampu menghadirkan kualitas siaran yang merata hingga pelosok negeri.
Dukungan pemerintah terhadap penayangan Piala Dunia 2026 melalui TVRI menjadi bagian dari upaya memastikan bahwa ajang olahraga dunia dapat dinikmati seluruh warga negara tanpa terkecuali.
Kepastian TVRI sebagai pemegang hak siar Piala Dunia 2026 menjadi kabar positif bagi masyarakat Indonesia. Selain menghadirkan siaran pertandingan secara gratis, program nobar tanpa biaya izin juga membuka peluang ekonomi bagi UMKM dan memperkuat kebersamaan sosial.
Ikuti terus perkembangan berita nasional dan olahraga terkini hanya di Garap Media. Temukan beragam informasi aktual dan terpercaya lainnya dengan membaca artikel-artikel pilihan kami setiap hari.
Referensi
