Try Sutrisno Wafat, Pemerintah Tetapkan 3 Hari Berkabung Nasional dan Instruksikan Bendera Setengah Tiang

Last Updated: 3 March 2026, 05:06

Bagikan:

Try Sutrisno Wafat
Indonesia berkabung atas wafatnya Try Sutrisno, pemerintah tetapkan tiga hari pengibaran bendera setengah tiang sebagai penghormatan terakhir bagi Wakil Presiden ke-6 RI. Sumber gambar: ANTARA News Jambi (2026).
Table of Contents

Kabar duka menyelimuti Indonesia setelah mantan Wakil Presiden ke-6 RI, Try Sutrisno, wafat pada Minggu, 2 Maret 2026. Almarhum meninggal dunia di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, pada usia 90 tahun.

Pemerintah melalui Istana Negara mengimbau pengibaran Bendera Merah Putih setengah tiang selama tiga hari sebagai bentuk penghormatan atas jasa dan pengabdian Try Sutrisno kepada bangsa dan negara.

Try Sutrisno Wafat di Usia 90 Tahun

Mantan Wakil Presiden RI periode 1993–1998 itu mengembuskan napas terakhir di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta. Kabar wafatnya dikonfirmasi pada Minggu pagi dan disertai pernyataan resmi pemerintah terkait masa berkabung nasional (Detik.com, 2026).

Pemerintah menyampaikan imbauan resmi mengenai tata cara penghormatan kenegaraan bagi almarhum, termasuk pengibaran bendera setengah tiang secara nasional (Detik.com, 2026). Try Sutrisno dikenal sebagai tokoh militer yang kemudian dipercaya mendampingi Presiden Soeharto pada era 1990-an.

Wafatnya tokoh nasional ini juga mendapat perhatian luas karena rekam jejak karier militernya sebelum menjabat sebagai wakil presiden (The Jakarta Post, 2026).

Pemerintah Tetapkan 3 Hari Berkabung Nasional

Sebagai bentuk penghormatan, pemerintah mengimbau pengibaran Bendera Merah Putih setengah tiang selama tiga hari, terhitung sejak 2 hingga 4 Maret 2026. Imbauan ini berlaku bagi seluruh instansi pemerintah dan dianjurkan juga bagi masyarakat luas (Detik.com, 2026).

Pengibaran bendera setengah tiang dilakukan secara serentak di berbagai wilayah Indonesia sebagai simbol duka nasional (ANTARA, 2026). Kebijakan ini menegaskan penghormatan negara terhadap tokoh yang dinilai memiliki kontribusi besar dalam perjalanan sejarah politik dan pemerintahan Indonesia.

Langkah tersebut menjadi simbol berkabung nasional sekaligus penghormatan terakhir atas jasa-jasa almarhum selama mengabdi kepada negara.

Respons Daerah dan Masyarakat

Di berbagai daerah, pengibaran bendera setengah tiang dilakukan di kantor-kantor pemerintahan sebagai bentuk penghormatan terhadap almarhum (Radar Palu, 2026).

Ucapan belasungkawa disampaikan oleh berbagai tokoh nasional dan daerah. Suasana duka terasa di sejumlah wilayah sebagai bentuk solidaritas dan penghargaan atas pengabdian Try Sutrisno.

Jejak Karier dan Pengabdian

Try Sutrisno memiliki latar belakang militer yang panjang sebelum memasuki dunia politik. Ia pernah menjabat sebagai Panglima ABRI sebelum akhirnya terpilih sebagai Wakil Presiden RI.

Kiprahnya banyak mewarnai kebijakan pertahanan dan stabilitas nasional pada masa pemerintahannya, terutama dalam konteks dinamika politik era 1990-an (The Jakarta Post, 2026).

Wafatnya Try Sutrisno menandai berakhirnya satu bab penting dalam sejarah kepemimpinan nasional era Orde Baru. Banyak pihak menilai kontribusinya akan tetap tercatat dalam perjalanan bangsa.

Kepergian Try Sutrisno menjadi kehilangan besar bagi Indonesia. Penetapan tiga hari berkabung nasional dan pengibaran bendera setengah tiang menjadi simbol penghormatan terakhir atas jasa-jasanya.

Untuk mendapatkan berita nasional terkini dan analisis mendalam lainnya, pembaca dapat mengikuti laporan terbaru hanya di Garap Media. Jangan lewatkan informasi penting seputar politik, pemerintahan, dan isu strategis nasional lainnya.

Referensi

/ Stay Connected /

802

Ikuti

1

Ikuti

169

Ikuti

13

Ikuti

/ Media Promosi /

Pasang Iklan & Promosikan Brand Anda di Garap Media!

Tampilkan produk, layanan, atau acara Anda di halaman kami dan jangkau ribuan pembaca setiap hari. Hubungi kami untuk penawaran kerja sama dan paket promosi terbaik.

/ Berita Lainnya /