Trend Manchild TikTok: Kritik Cowok Berujung Gender War?

Last Updated: 26 July 2025, 01:38

Bagikan:

Ketegangan kecil bisa berubah besar ketika emosi lebih dominan dari komunikasi.
Table of Contents

Trend Manchild TikTok: Kritik Cowok Berujung Gender War?

TikTok kembali melahirkan tren baru yang memicu perdebatan panas di dunia maya. Kali ini, lagu “Manchild” dari penyanyi pop Sabrina Carpenter menjadi latar suara utama dalam ribuan video yang membahas pria-pria dewasa yang bersikap kekanak-kanakan. Sayangnya, tren ini tak lagi sekadar menyindir perilaku, melainkan perlahan berubah menjadi narasi yang menyerang satu gender secara menyeluruh.

Tren manchild TikTok Sabrina Carpenter menjadi viral bukan hanya karena nada catchy atau lirik tajam, tapi juga karena interpretasi bebas yang memantik perang komentar di berbagai platform.


Asal Mula Tren “Manchild” di TikTok

Lagu “Manchild” yang dibawakan oleh Sabrina Carpenter dirilis sebagai bagian dari album barunya. Liriknya menyindir pria dewasa yang bersikap kekanak-kanakan dalam hubungan, tidak mau bertanggung jawab, dan sering kali melempar kesalahan ke pihak lain.

TikTok memanfaatkan potongan lirik tersebut, terutama bagian:

“He’s not a man, just a manchild”

Potongan ini dipakai dalam konten yang menyoroti pengalaman perempuan berpacaran dengan pria yang tidak dewasa secara emosional. Dari sekadar cerita ringan, tren ini berkembang menjadi sindiran tajam.


Perubahan Narasi: Dari Kritik ke Generalisasi

Awalnya, video-video ini bersifat personal dan spesifik—pengalaman pribadi dengan individu tertentu. Namun belakangan, kontennya makin meluas. Tak sedikit yang mulai membuat konten yang menyamaratakan bahwa “semua cowok itu manchild”.

Komentar pun semakin panas. Banyak pengguna laki-laki merasa tersudutkan dan mulai melawan narasi tersebut. Mereka menuduh tren ini sebagai bentuk kebencian terselubung terhadap laki-laki (misandry). Di sisi lain, sebagian pengguna perempuan menganggap wajar karena ini hanya bentuk curahan frustrasi.

Sayangnya, yang awalnya hanya sindiran sosial berubah menjadi gender war. Konten yang seharusnya membuka ruang diskusi kini malah memperkuat stereotip dan saling serang antar gender.


Efek Domino di Media Sosial

Platform seperti TikTok memang sangat cepat dalam memperbesar tren. Dengan algoritma yang mendukung engagement, konten yang viral cenderung ekstrem. Alhasil, video-video yang mengandung pernyataan kontroversial seperti “cowok tuh semua childish” lebih sering muncul di FYP (For You Page).

Komentar penuh emosi, duet konten balasan, dan bahkan stitch video jadi bahan adu argumen. Beberapa pengguna laki-laki juga mulai membuat versi balasan, menuduh perempuan sebagai pick me girls, atau bahkan menyamakan tren ini dengan toxic feminism.

Fenomena ini menunjukkan bagaimana media sosial bisa dengan mudah menggeser makna asli dari sebuah karya menjadi alat polarisasi sosial.


Apa yang Terlupakan dari Lagu Ini

Ironisnya, makna utama lagu Manchild—yakni dorongan agar laki-laki bertumbuh menjadi lebih dewasa dan bertanggung jawab—malah tenggelam.

Alih-alih memicu introspeksi atau diskusi produktif, tren ini justru melanggengkan narasi saling menyalahkan. Tidak semua laki-laki bersikap seperti manchild, sebagaimana tidak semua perempuan bertindak benar dalam hubungan.

Sabrina sendiri tidak pernah secara eksplisit menyalahkan seluruh gender dalam lagunya. Tapi interpretasi bebas yang berkembang di media sosial memelintirnya jadi alat provokasi.


Tren manchild TikTok Sabrina Carpenter seharusnya menjadi pemantik diskusi sehat soal kedewasaan emosional dalam hubungan. Namun, ketika tren ini dibelokkan menjadi ajang generalisasi dan perang antar gender, esensinya justru hilang. Sebelum ikut menyebarkan tren, penting untuk bertanya kembali: apakah ini mendidik, menyindir, atau justru menyakiti?

Ingin tahu lebih banyak soal fenomena pop culture terkini?
Baca berita lengkap dan update lainnya hanya di Garap Media.

Referensi:

  1. Genius. 
  2. TikTok Trends Tracker. 
  3. Rolling Stone. 
  4. Vox.

/ Stay Connected /

466

Ikuti

1

Ikuti

73

Ikuti

13

Ikuti

/ Media Promosi /

Pasang Iklan & Promosikan Brand Anda di Garap Media!

Tampilkan produk, layanan, atau acara Anda di halaman kami dan jangkau ribuan pembaca setiap hari. Hubungi kami untuk penawaran kerja sama dan paket promosi terbaik.

/ Berita Lainnya /