Tragedi Tambang Ilegal Kapuas Hulu: Longsor di Desa Bugang Tewaskan 7 Penambang yang Sedang Mencari Emas

Last Updated: 9 March 2026, 21:05

Bagikan:

Longsor Tambang Ilegal Kapuas Hulu
Tragedi tambang ilegal di Kapuas Hulu menelan korban jiwa setelah longsor menimbun tujuh penambang emas di Desa Bugang, Kalimantan Barat. Sumber gambar: Pontianak Post.
Table of Contents

Aktivitas pertambangan emas tanpa izin kembali memakan korban jiwa. Sebuah longsor di lokasi tambang emas ilegal di Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, menewaskan tujuh warga yang sedang bekerja mencari emas.

Peristiwa tragis tersebut terjadi di Desa Bugang, Kecamatan Hulu Gurung. Longsoran tanah tiba‑tiba menimbun para penambang yang sedang bekerja di dalam lubang galian tambang emas rakyat.

Kronologi Tambang Ilegal Kapuas Hulu yang Runtuh

Insiden longsor terjadi pada Minggu, 8 Maret 2026 sekitar pukul 13.00 WIB di kawasan perbukitan Kampung Hilir, Desa Bugang, Kecamatan Hulu Gurung, Kabupaten Kapuas Hulu. Saat itu sejumlah warga sedang melakukan aktivitas penambangan emas tradisional di lokasi pertambangan emas tanpa izin (PETI).

Tiba‑tiba tebing tanah di sekitar lubang galian runtuh dan menimbun para penambang yang berada di dalamnya. Tanah dan batu yang longsor membuat para pekerja tidak sempat menyelamatkan diri (Pontianak Post, 2026).

Sekretaris Camat Hulu Gurung, Zulfauzi, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebut seluruh korban merupakan warga Desa Bugang yang tengah menambang ketika longsor terjadi. Warga sekitar kemudian melakukan upaya evakuasi secara manual untuk mengeluarkan para korban dari timbunan tanah.

Seluruh korban akhirnya berhasil dievakuasi dan dibawa ke rumah duka untuk dimakamkan oleh keluarga masing‑masing (Pontianak Post, 2026).

Tujuh Korban Tambang Ilegal Kapuas Hulu

Tragedi tersebut menewaskan tujuh penambang yang semuanya merupakan warga Desa Bugang. Dari tujuh korban yang meninggal dunia, empat di antaranya adalah perempuan dan tiga lainnya laki‑laki.

Ketujuh korban yang dilaporkan meninggal dunia yakni Jasno, Juraini, Yuni Safitri, H. Dermansyah, Rinawati, Kamarudin, dan Saidah. Mereka tertimbun longsoran tanah saat bekerja di lokasi tambang emas tradisional di kawasan perbukitan desa tersebut (Pontianak Post, 2026).

Lokasi tambang rakyat tempat kejadian diketahui berada sekitar lima hingga enam kilometer dari pusat Kecamatan Hulu Gurung, sehingga proses evakuasi korban cukup menantang karena akses yang terbatas.

Polisi Olah TKP Longsor Tambang Emas

Setelah kejadian tersebut, aparat kepolisian dari Polres Kapuas Hulu turun ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Langkah ini dilakukan untuk memastikan penyebab pasti longsor yang menewaskan para penambang.

Polisi menduga longsor terjadi akibat runtuhnya tebing tanah di area galian tambang yang memiliki kondisi tanah labil. Aktivitas penggalian tanpa sistem penyangga membuat struktur tanah menjadi tidak stabil dan berpotensi runtuh sewaktu‑waktu.

Olah TKP dilakukan untuk mendokumentasikan kondisi lokasi kejadian sekaligus mengumpulkan keterangan saksi terkait aktivitas pertambangan emas tanpa izin di wilayah tersebut (Pontianak Post, 2026).

Tambang Ilegal Kapuas Hulu Kembali Jadi Sorotan

Peristiwa ini kembali menyoroti maraknya aktivitas pertambangan emas tanpa izin di wilayah Kapuas Hulu. Tambang rakyat yang dilakukan tanpa standar keselamatan kerja sering kali menimbulkan risiko besar bagi para pekerja.

Selain berbahaya bagi penambang, praktik pertambangan ilegal juga dapat berdampak terhadap kerusakan lingkungan. Penggalian tanah di kawasan perbukitan berpotensi memicu longsor serta merusak struktur tanah di sekitarnya.

Sejumlah pihak berharap pemerintah dan aparat penegak hukum dapat mencari solusi agar aktivitas penambangan masyarakat dapat dilakukan secara lebih aman dan legal sehingga tragedi serupa tidak kembali terulang (Kapuas News, 2026).

Tragedi longsor tambang emas ilegal di Desa Bugang menjadi pengingat keras tentang bahaya aktivitas pertambangan tanpa izin. Minimnya standar keselamatan kerja membuat para penambang menghadapi risiko tinggi setiap kali bekerja di lokasi tambang.

Untuk mengetahui perkembangan berita terbaru lainnya seputar peristiwa nasional dan daerah, pembaca dapat mengikuti berbagai laporan informatif hanya di Garap Media.

Referensi

/ Stay Connected /

802

Ikuti

1

Ikuti

169

Ikuti

13

Ikuti

/ Media Promosi /

Pasang Iklan & Promosikan Brand Anda di Garap Media!

Tampilkan produk, layanan, atau acara Anda di halaman kami dan jangkau ribuan pembaca setiap hari. Hubungi kami untuk penawaran kerja sama dan paket promosi terbaik.

/ Berita Lainnya /